KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 66


__ADS_3

  Ares mencoba memejamkan matanya akan tetapi sangat sulit, ia tetap terpikir pesan nya belum di balas oleh Al .


 "Apa Al mulai menjauh i ku, sampai pesan ku satupun tak ada yg di balas, atau malah ia sudah ketiduran" ucap Ares bermonolog.


pagi menyapa Ares merasa kurang tidur, karena terlalu memikirkan Al.


Disisi lain Al baru saja bangun , ia mengambil ponsel nya di nakas betapa terkejutnya banyak chat dan panggilan dari Ares, ia juga teringat belum mengabari Ares bahwa ibunya sudah merestui nya, ia merasa banyak sekali cobaan nya untuk bersatu dg Ares . Entah apa kedepannya apa lagi, ia berharap akan bisa melewati ujian ini .


Al segera turun dari ranjang dan membersihkan diri bersiap untuk bekerja, ia akan memberitahukan nanti saja.


Selesai mandi, ia segera memoles sa natural mungkin terakhir memakai lipbalm rasa cery , walaupun hanya sederhana tetapi Al terlihat begitu cantik.


Ia segera keluar menuju meja makan.


"Pagiiii semuaa"


"Waah kelihatan cerah banget hari ini" celetuk Alan


"Diam kau anak kecil" ucap Al sambil menyentil dahi Alan .


"Auu sakit kaak"

__ADS_1


"Sudah sudah jangan bertengkar ayo sarapan, nanti kamu telat Al, kalau telat di marahin sama Ares " ucap ibu sambil tersenyum.


"Mana mungkin aku akan dimarahi Bu, emang dia berani" ucap Al dg senyum merekah .


"Huuu awas denger kak Ares kakak akan di marahi " ejek Alan


"Kamu gak di ajak nyaut nyaut aja" ucap Al.


"Kog mulai lagi, ayo mulai sarapan nya jangan bertengkar saja"


"Iya Bu ini mau makan "


"Bu Al berangkat yaa" ucap nya seraya berjabat tangan dengan sang ibu .


"Ini bawa bekal nya, kasihkan ke Ares , sebagai tanda maaf juga jika ada perkataan yg membuatnya sakit hati" ucap ibu sambil memberikan kotak bekal kepada Al .


"Terimakasih Bu, nanti akan al sampaikan" ucap Al seraya menjauh karena taksi nya sudah sampai. Ibu Al hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada sepasang mata memperhatikan interaksi antara ibu dan anak, ia melihat kedekatan itu merasa kesal, ia sudah bisa menebak jika rencana nya yg ini gagal, ibunya berhasil luluh .


"Aaaaaaaaaarght siaaaaaal" ucap nya sambil memukur setir mobil , ia sangat kesal sekali.

__ADS_1


"Lihat saja Al rencana selanjutnya sudah berjalan, aku yakin hidupmu akan segera berakhir, jika aku tidak bisa memiliki Ares begitupun dg mu juga tidak bisa memilikinya" ucap nya dg gelak tawa .


Wanita tersebut segera melesat menjauh sebelum ada yg melihatnya , ia takut plan B akan tidak berhasil juga jika ada yg mengetahui.


30 menit kemudian Al sudah sampai di gedung tempat nya bekerja , ia segera masuk, sesekali menjawab sapaan karyawan lain. Saat ia sampai di meja nya , ia menyerngit .


"Kopi cappucino dari siapa ini?" tanya nya, ia merasa heran sudah ada kopi di atas mejanya .


"Sudahlah mungkin emang untukku" ia segera duduk dan membereskan beberapa berkas .


"Ekhmm" dehem pria di depan nya, dg menggunakan setelan jas dg kacarmata hitam bertengger di hidung nya. Menambah kesan ketampanan nya .


Al melihat itu segera berdiri.


"Selamat pagi pak" ucap nya dg formal dan sedikit menunduk, ia tidak berani bersitatap dg Ares karena ia merasa terpesona.


"Pagi, segera susun jadwalku aku tunggu di ruangan " ucap nya dg ketus .


"Siap pak"


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2