KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 6


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Al langsung di panggil dokter untuk keruangan nya .


"Al maaf dg berat hati saya harus memberitahukan, kalau besok pagi ibumu harus segera di operasi, karena kalau tidak saya tidak yakin apa yg akan terjadi selanjutnya" ucap sang dokter.


Al menangis tersedu sedu di depan sang dokter dia Bingung apa yg harus di lakukan.


"Baik dok, saya akan mengusahakan nya" ucap Al , dan langsung menyeka air matanya agar Alan tidak tau


"Ya tuhan aku harus gimana ini" gumam Al serasa ingin pasrah tetapi dia ingin ibunya hidup


Al segera pulang ke rumah nya .


sebelum pulang Al pamit kepada adiknya.


"pak Ares"


"ya hanya pak Ares harapan ku terakhir" gumam Al


"Alan kakak pergi sebentar ya, kamu jaga ibu, gpp kan?" tanya Al


"Iya kak gpp" ucap Alan.

__ADS_1


Al langsung berjalan menghampiri taksi yg dia pesan dan segera menuju ke rumahnya .


Al langsung bersih bersih dan berganti pakaian.


"ini masih jam segini, pak Ares semestinya masih di kantor"


Al langsung keluar dan menuju dimana dia bekerja.


Al berdiri di depan gedung pencakar langit yg ada di hadapan nya saat ini, tempat dimana dia bekerja beberapa hari yg lalu .


Al menghela nafas panjang, dia tidak percaya akan kembali ke gedung ini dg kemauan nya sendiri, sedangkan apa yg sudah ia lakukan, bahkan di bersikap angkuh dan menolak mentah mentah hingga menampar sang CEO.


Akan tetapi demi sang ibunya dia mengesampingkan harga dirinya. Persetan dg hal itu, bahkan Al sendiri tidak tau, masih punya harga diri atau tidak.


"idih bukan kah itu Al , kog gak tau malu" ucap karyawan.


"iya ya kemarin kemarin ngamuk gak jelas, sekarang keluar masuk kantor sesuka hatinya" ucap lainnya


"mungkin dia cari mati dg pak Ares makannya seenaknya sendiri"


"bener tuh"

__ADS_1


Mereka terus berbisik- bisik , walaupun suaranya sudah pelan tapi Al masih bisa mendengarkan nya dg jelas, dia langsung mengabaikan apa yg di lihat dan di dengar dia tidak peduli dan tidak ada urusan dg mereka. Al langsung berjalan masuk ke lift dan memencet tombol dimana ruangan Ares berada.


Cekleek!!


Al langsung masuk keruangan Ares .


"Permisi pak Ares" ucap Al dan mendapati pria itu sedang duduk di kursi kebesaran nya .


Ares langsung menatap Al dg senyum smirk seperti mengetahui akan maksut kedatangan Al ke ruangan nya.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya pria tersebut dg basa basi dan terdengar ketus tanpa melihat ke arah Al , bahkan dia saat ini sedang menandatangi beberapa berkas.


"Ee begini pak Ares " gimana Al dg gugup .


"Apakah tawaran anda masih berlaku? tanya Al


"Tawaran apa? Bahkan aku sudah tidak ingat aku pernah memberimu tawaran" jawab Ares dg sengaja mempermainkan Al .Ares dg sengaja berpura pura bodoh dan pelupa.


Al terdiam merasa kikuk, karena sebenarnya dia masih ragu untuk mengambil keputusan ini.


Ares mengangkat wajah nya kembali setelah tidak mendapatkan jawaban dari wanita di hadapannya. Dia merasa kesal Al tak kunjung bersuara.

__ADS_1


"Jika kau datang menemui hanya untuk diam maka pergilaaah!!! Aku masih banyak pekerjaan yg harus aku kerjakan . Dan aku tidak memiliki waktu untuk menunggu mu" ucap ares


__ADS_2