KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 38


__ADS_3

  Riska terlihat sangat pucat karena baru saja mendonorkan darah nya. Menurut Riska ini tidak seberapa dg apa yg di alami teman nya. Riska masih sangat merasa bersalah atas apa yg terjadi dg Al. Riska segera keluar dari ruangan nya dan menghampiri Ares dan ibu Al .


 "Riska gimana keadaan mu nak?"


 "Ibu aku tidak apa-apa, tapi Al didalam sedang berjuang" ucap Riska dg berkaca kaca.


"Tapi kamu baru saja mendonorkan darah untuk Al , kamu terlihat sangat pucat" ucap sang ibu sambil membelai lembut rambut Al .


"Aku serius Bu tidak apa-apa, maaf kan aku tidak bisa menjaga Al , seharusnya aku segera menarik Al agar tidak tertabrak"


" Ini bukan salah kamu Riska " Riska menoleh ke sumber suara, bukan ibu nya Al yg menjawab melainkan Ares .


"Saya sudah melihat cctv di kantor, ternyata ada yg sengaja mendorong Al ke jalan, ini seperti pembunuhan berencana, tetapi rekaman cctv di restoran sudah di hilangkan, saya sedang menghubungi hacker saya, kalau kita bisa mendapatkan rekaman itu kita bisa melihat wajah pelaku" ucap Ares menahan amarah .


"Nak Ares terimakasih banyak untuk sekali lagi, entah keberapa nak Ares menolong keluarga kami, dan terimakasih nak Ares juga sangat peduli dg Al " ucap sang ibu tulus dan tak bisa membendung air mata nya. Riska yg berada di sambil ibu Al langsung merangkul dan saling menenangkan satu sama lain.


"Hmm iya kak, aku sebagai wali dari kak Al juga mengucapkan banyak terima kasih, entah bagaimana caraku membalas kebaikan kakak, jika tidak ada kak Ares, kak Al dan kak Riska aku dan ibu gak akan tau gimana nasib kita" ucap Alan dg sedih .


"Kita berdoa saja semoga Al bisa melewati ini semua " ucap sang ibu .

__ADS_1


Tak lama dokter keluar dari ruang operasi.


"Gimana dok keadaan anak saya?"


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, pasien mengalami patah tulang di tangan kirinya dan sudah kita tindak lanjuti dg operasi,dan ada beberapa jahitan di dahi, dagu dan beberapa ada jahitan di kaki, besok kita akan menindaklanjuti lagi dg meng CT scan , karena akibat benturan keras kita mengkhawatirkan terjadi kerusakan di dalam .


untuk sementara kita akan memindah kan pasien di ICU, jika sudah melewati masa kritisnya kita akan memindah kan ke kamar pasien , ada yg perlu di tanyakan lagi?"


"Apa kita bisa menjenguk dok?" tanya Ares .


"Bisa tetapi harus sesuai prosedur, dan satu per satu" ucap dokter.


"Sama sama, perbanyak lah berdoa, jika tadi terlambat di bawa ke rumah sakit mungkin nyawa sudah tak tertolong, kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter .


"Iya dok" ucap ibu Al dan Riska .


"Bu apakah ibu mau masuk duluan?" tanya Ares memastikan.


"Ibu belum sanggup menatap Al terbaring kaku di rumah sakit, kamu saja dulu atau Riska " ucap ibu Al . Karena ia merasa tubuhnya sangat tak bertulang.

__ADS_1


"Kalau begitu saya akan masuk terlebih dahulu" ucap Ares.


Ares segera masuk dan mengikuti prosedur di rumah sakit.


"Hai Al ?" ucap Ares


"Hmm aku yakin kamu kuat, kamu wanita yg sangat kuat yg pernah ku temui, apa kau bisa mendengar kata kata ku?"


"Seharusnya bisa ya hhhe" ucap Ares terkekeh.


"Apa kamu merasa enak tidur disini? Hingga tidur kamu sangat pulas "


"Cepatlah bangun, nanti kamu mau apapun akan ku belikan, dan aku .. " ucap an Ares terhenti.


"Ah tidak nanti saja akan ku katakan padamu"


"Cepatlah bangun sayang, aku kangen masakan kamu, senyum kamu" ucap Ares sambil membelai rambut Al .


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2