KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
62


__ADS_3

 "Buu aku bukan anak kecil aku sudah SMA aku sudah tau mana yg benar dan mana yg salah "


"Pergi kalian semua dari kamar ibu" ucap sang ibu dg amarah yg masih meletup letup.


"Kak ayo kita keluar dulu, biarkan ibu tenang, besok kita bicarakan lagi" ucap Alan yg tega Kaka nya.


Ia menatap iba sang kakak, ia akan membuka lembaran baru, menikah dg orang yg ia cintai, Alan yakin kakak nya kelak akan bahagia menikah dg Ares , tetapi entah mengapa cobaan Al datang silih berganti. Alan yg melihat saja tak tega dg sang kakak.


Mereka duduk di ruang tamu Ares pun belum pulang, ia menenang kan Al yg masih menangis meraung Raung. Ares terus memeluk Al dan menenangkan nya .


"Sayaang jangan menangis terus menerus, ini ujian untuk kita berdua aku yakin kita bisa melewati ini semua, sudah ya nangis nya"


"Mas ibu mas , aku tidak sanggup meninggalkan ibu, tapi aku juga tidak meninggalkan kamu" ucapnya sambil sesenggukan, Al merasa sakit hati melihat kekasih nya menangis pilu.


"Kamu tenang yaa, mas akan berusaha untukmu agar tidak memilih dan kita bisa bersatu, jangan menangis yaa" ucap nya dg terus memeluk sang kekasih.

__ADS_1


Makin lama suara tangis Al mereda dan berganti dg dengkuran halus, ia tau kekasihnya tertidur di pelukan nya karena kecapean menangis.


Ares segera menggendong Al dan menidurkan di kamar nya, ia juga tidak lupa mengkompres pipi Al yg tertampar secara perlahan agar tidak menggangu tidur sang kekasih.


Ares menatap sendu sang kekasih, ia tau perjuangan Al menjadi tulang punggung, dg berat hati ia meninggal kan Al yg sudah tertidur nyenyak.


"Alan kakak pulang ya, tolong jaga kakakmu, kakak takut kalau ia bangun akan menangis seperti tadi, besok pagi kakak akan kemari"


"Hati hati dijalan ya kak, maafkan ibu jika tadi ada kata yg menyakiti hati kakak" ucap Alan yg merasa tidak enak akan situasi ini, walaupun Ares seperti itu akan tetapi jika tidak ada Ares tidak tau mereka akan seperti apa .


Ares melajukan mobil dg kecepatan tinggi melampiaskan semua kekesalan nya di jalan nan.


"Cepat cari tau siapa yg memberi informasi ini kepada ibu Al, dalam waktu satu kali duapuluh empat jam kamu harus sudah menemukan nya "


Tut

__ADS_1


Ares mematikan telepon sepihak tanpa menunggu jawaban orang kepercayaan nya .


Ia memikirkan ia juga tidak akan sanggup jika harus meninggalkan Al


Aaaaaaaaaakhhhhhhh


Teriak Ares yg merasa frustasi, ia sudah membayangkan hal hal indah yg akan mereka lalui bersama . Ares segera masuk ke dalam apartemen dan ia memilih membersihkan diri, sekalian berendam di bathtub agar pikiran nya menjadi rileks kembali.


Disisi lain


Ara merasa sangat senang, melihat video orang suruhan nya, ia melihat dari ekspresi ibu Al bisa menebak jika wanita tersebut sudah termakan omongan anak buah nya Al .


"Plan A berjalan dg lancar, tetapi plan b akan tetap aku laksanakan, Ares lihatlah aku, aku lebih cantik dan seksi daripada wanita yg kamu pilih itu" racaau Ara .


"Lihat saja Ares aku akan menjadikan kamu lelaki, tidak ada yg boleh memiliki mu selain aku" ucap nya tersenyum smirk.

__ADS_1


Ara menyeringai, rencana nya belum berhasil sempurna saja sudah membuatnya tertawa penuh kemenangan.


Bersambung. .


__ADS_2