KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 24


__ADS_3

Selesai makan Al langsung menuju ke kantor.


Saat Al sedang turun dari taksi ia melihat mobil Ares sudah berada di kantor, padahal Al berangkat lebih pagi dari pada biasanya. Tanpa berpikir panjang ia langsung berjalan menuju ruangannya. Saat sampai depan ruangan nya bertepatan dg Ares keluar dari ruangannya .


Al mencoba menghindari Ares tetapi tangannya lebih dulu di cekal.


"Kenapa kamu tidak pulang ke apartemen?"


"Maaf pak ini sedang berada di kantor, bersikap lah profesional, jangan sangkut pautkan dg masalah pribadi "


"Jangan lah terus menghindari ku Al "


"Maaf pak saya permisi, tidak enak jika di lihat yg lain" ucap Al seraya melepaskan tangannya dari Ares, tetapi ia tidak berhasil. Ares malah menarik nya masuk ke dalam ruangan dan menguncinya.


"Apa yang BPK lakukan? Lepaskan pak" ucap Al meronta ronta.


"Kamu berani melawan saya" ucap Ares yg amarahnya sudah memuncak.


ia dg kasar menghempaskan tanga Al, tangan Al yg di cengkram kuat hingga memerah.


"Aku sudah bilang dari awal Al, jangan mempermainkan ku, patuh lah padaku jangan membangkang, tapi kamu sudah berani melawanku" ucapnya dg tegas.


Al sudah tak dapat lagi membendung air mata nya, yg sudah tumpah dipipi. Entah kenapa Ares merasa sakit hatinya seperti di cubit saat melihat Al menangis, ia langsung menarik tangan Al dengan lembut dan membawa kedekapannya.


"Nyaman dan menenangkan" ucap Ares dalam hati

__ADS_1


Itu yg di rasakan Ares saat berada di pelukan Al. Amarah yg awalnya memuncak dg begitu cepat bisa turun.


"Maafkan aku Al sudah berbuat kasar, aku tak tau apa yg kurasakan tapi aku hanya ingin melindungi mu" ucap Ares seraya mengelus puncak kepala Al dan mengecup kecil kening Al.


Al menangis didalam dekapan Ares , sampai mereda Ares melepaskan pelukan nya ternyata Al sudah tertidur dalam dekapan Ares dg masih sesenggukan.


"astaga sudah molor lagi" ucap Ares yg heran


Ia segera membawa ke kamar pribadi Ares dan menidurkan nya agar nyaman, Ares tau Al kurang tidur tadi malam. Setelah itu ia mengganti bajunya dan fokus bekerja.


Drtt drtt drtt drtt


"Halo pa"


"Jangan sampai lupa res"


Ares langsung memutuskan telepon nya sepihak.


Ia segera menghubungi orang kepercayaan nya.


"Halo "


"iya ada apa bos?"


"Siapkan aku gaun yg bagus dan setelan kemeja senada dg warna gaunnya "

__ADS_1


"Baik bos 30 menit pesanan bos akan datang, ada yg lain bos?"


"Belikan 2 porsi makanan "


"Baik bos "


Ares mematikan ponselnya dan kembali berkutat dengan laptopnya. Ia mengamati beberapa laporan, entah ada yg janggal menurutnya nanti ia akan tanyakan kepada sang sekertaris.


Al sudah bangun dari tidur nya, ia merasa bingung dg tempatnya.


"Aku ada dimana ini? Perasaan tadi aku kerja" ucapnya bermonolog.


Saat hendak bangun tiba tiba pintu terbuka.


"Kamu sudah bangun?"


"Aku ada dimana ?"


"ini di ruang pribadiku"


Al merasa terkejut karena selama dia jadi sekertaris tak tahu kalau masih ada ruangan di kantor bosnya .


"Gausah terkejut emang semuanya gatau, bahkan papa yg sering disini pun tak tahu, hanya kamu dan aku yang tahu"


Al hanya mengangguk kecil sebagai jawaban .

__ADS_1


Ia segera keluar dari kamar itu karena merasa gak enak, ini waktu kerja bukan leha leha.


Bersambung. . .


__ADS_2