
Ares telah sampai di apartemen yg di tempat i Ara, tanpa berpikir panjang ia langsung masuk lift dan menuju ke apartemen yg di tempat i Ara .
Tak lama Ares sampai. Ia segera memencet bel pintu.
Ceklek.
"Kak Ares " pekik Ara " tumben kesini" ucap nya dg senyum merekah.
"Waah kayak nya kak Ares sudah sadar jika aku yg pantas bersanding dg nya" ucap Ara dalam hati
"Aku gak di suruh masuk?" tanya Ares dg wajah datarnya menahan emosi yang ingin meledak, melihat wajah Ara ingin sekali langsung menendang tapi ia ingin bermain main dulu.
"Eh iya kak silahkan masuk dan silahkan duduk"
"Hem"
"Kakak mau minum apa?" tanya nya masih dg senyum yg belum luntur.
"Terserah" ucap Ares yg mulai jengkel.
Tak lama Ara kembali ke ruang tamu dg nampan berisi segelas jus jeruk.
"Silahkan diminum kak"
"Btw ini gak kamu kasih racun kan?" tanya Ares
"Enggaklah mana ada aku tega meracun i kakak"
"Berarti meracuni orang lain gpp ?"
__ADS_1
"Ya.. Eng -enggaklah mana berani aku "
"Ini gak ada pemanis buatan nya kan? Aku alergi "
"Enggak lah kak mana berani aku, itukan berbahaya "
"Itu tau berbahaya tapi kenapa masih kamu kasih orang lain?"
Deg!
"Maksud kakak apa?" ucap Ara dg wajah pucat.
"Aku cuma bercanda kanapa gemetaran gitu"
"Ah itu badan aku gak enak"
"Kamu tau kalau Tunangan kakak sakit?"
"Kog kamu tau kalau sempat di nyatakan meninggal? Gak ada yg tau masalah itu" ucap Ares dg senyum smirk.
Deg!
"Duh goblok banget ni mulut, malah nyrocos aja" ucap Ara dalam hati.
"Ee.. Itu- kak anu" ucap nya semakin pucat disertai dg gugup.
Prank..
Ares membanting gelas berisi jus ke lantai membuat pecahan kaca berserakan di mana mana.
__ADS_1
"Lihat gelas itu Ara lihatlah, gelas itu sudah pecah jika di gabung biar gelas nya utuh bisa tapi tetap gak bisa seperti semula, itu sama dg rasa sayang dan kepercayaan aku dg kamu, aku selama ini menganggap kamu adik, tapi ternyata kamu malah menusuk ku dari belakang" ucap Ares yg tak bisa menahan emosinya.
"Kenapa kamu tega Ara? Jangan anggap selama ini aku diam tapi aku tidak tau, aku tau semua nya, bahkan aku tau selama ini kamu memata matai Al yg terbaring lemah di rumah sakit"
"Aku kira kasih sayang sebagai kakak selama ini cukup untukmu tetapi kamu salah gunakan" teriak Ares
Ara sudah menangis tersedu sedu.
"KENAPA KAMU MELAKUKAN INI HAH?" teriak Ares .
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Ara , Ares sudah geram dg nya.
"Gadis kecil yg aku lindungi ternyata menjadi gadis licik dan bejat"
"Kakak tega nampar aku hiks" ucap Ara dg terisak.
"Ini belum seberapa dg apa yang kamu lakukan kepada aku Ara, kamu tahu Al adalah hidup aku, kamu tahu bagaimana selama ini aku melindungi nya tapi kamu sebagai orang lain tega melukainya, aku menjaga nya seperti berlian dg mudah nya kamu membuat nya terbaring di rumah sakit, kamu menyakiti nya sama saja kamu menyakiti aku"
plak!
Plak!
Dua tamparan mendarat di pipi Ara lagi .
"AKU CINTA SAMA KAKAK, AKU GAMAU KAKAK DI MILIKI ORANG LAIN" teriak Ara .
"Heh! itu bukan cinta itu obsesi, kamu hanya terobsesi dengan ku"
__ADS_1
" sayang juga aku tidak suka bekas orang lain apa lagi di pakai beberapa kali" bisik Ares di telinga Ara . Membuat pertahanan Ara runtuh.
"ini peringatan terakhir untuk mu Ara, jika kamu berani menampakkan wajahmu di hadapan aku atau Al dan berani berbuat macam macam lagi , aku tak akan kasih ampun, andai papa tidak memperingatkan ku mungkin kamu sudah koma di rumah sakit" ucap ares dan pergi begitu saja dari apartemen Ara.