KAU CANDUKU

KAU CANDUKU
BAB 40


__ADS_3

 Ares menarik kursi dan mendekat kan ke ranjang Al . Ia duduk dg menatap lekat wajah Al. Tanpa Ares sadari ia menatap kekaguman yg dimiliki Al, Al memanglah sangat cantik dan pintar, Ares memang terjerat oleh pesonanya. Ares membelai kepala Al , ia melihat banyak perban yg membalut beberapa luka nya, ia melihat sang istri hanya bisa berbaring dan belum sadarkan diri membuat hatinya sakit seperti tercubit, andai bisa di tukar biarlah Ares yg menderita asalkan istrinya tidak.


Ares menyadari ia sangat mencintai wanita yg di depannya. Ares tertidur,dg posisi duduk dan tangan Al sebagai bantalan. Saat Al siuman ia menyadari tangan nya berat. Ia melihat ternyata ada Ares disampingnya dan tangannya sebagai bantalan.


"Apa yg terjadi padaku?" ucap Al yg belum mengingat apa yg terjadi.


"Kamu sudah siuman?" tanya Ares yg terbangun akibat merasakan pergerakan.


"Apa aku bermimpi?" ucap Ares .


"Aku sudah siuman mas"


"Sebentar " ucap Ares segera menekan tombol yg ada di sampingnya, tak lama perawat datang dan memeriksa kondisi Al.


"Gimana dok kondisi nya?"


"Sejauh ini bagus akan tetapi nanti tetap kita periksa secara lebih detail lagi" ucap dokter


"Terimakasih dok" dokter hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian Ares kembali masuk .


"Apa yg sebenarnya terjadi mas?"


"Kamu belum mengingat nya?"


"Belum" ucap Al yg merasa bingung ia mengingat ingat lagi kejadian yg menimpa dirinya, ia ingat saat itu makan siang bersama Riska .

__ADS_1


"Kamu kecelakaan saat akan kembali ke kantor, coba kamu ingat" ucap Ares .


"Oh iya aku ingat mas, tapi aku merasa ada yg menyenggol atau mendorong ku hingga aku kehilangan keseimbangannya ku dan aku terpeleset ke jalan raya" ucap Al dg mengingat kejadian tersebut.


"Setelah itu aku gatau apa yg terjadi, semua terlihat gelap" tambah Al dg suara lesu.


"Jangan terulang lagi ya, jangan tinggalin aku, saat mendapatkan kabar kamu kecelakaan serasa separuh ragaku hilang" ucap Ares dg menggenggam tangan Al .


"Akan ku usahakan" ucap Al .


"Apakah kalian pacaran?" ucap ibu Al yg mendengar percakapan Ares barusan.


"Haa ii. . Ibu?" ucap Al


"Sudah Bu, hanya saja badanku masih terasa sakit" ucap Al


"Istirahat lah nak, apakah kamu menjalin hubungan dg nak Ares? " tanya ibu Al sekali lagi.


"Ah itu Bu. . ee" ucap Al , lidahnya terasa Kelu untuk menjawab pertanyaan sang ibu.


"Iya Bu saya sudah berpacaran dg Al" ucap Ares tegas .


"Sejak kpn? Kenapa kamu gak cerita ibu nak?"


"Ee.. Al takut Bu, nanti ibu memarahi Al kalau Al pacaran " ucap Al yg berbohong.

__ADS_1


"Maafkan aku Bu harus berbohong lagi dan lagi" ucap Al dalam hati.


"Jangan takut Al, cerita lah jika ada sesuatu, jika kamu bahagia ibu akan mendukung mu" ucap sang ibu.


"Terimakasih Bu"


"sama sama "


"Nak ini makan lah, ibu tau kamu belum makan, tadi ibu masak dan ini untukmu" ucap ibu Al .


"Makasih Bu, seharusnya ibu gausah repot repot, saya bisa beli makan di kantin"


"Gapapa ibu gak repot, malah ibu yg selalu merepotkan mu"


"Gapapa bu, saya ikhlas " ucap Ares dg tersenyum.


Al hanya melihat pemandangan tersebut. Ia melihat betapa ganteng nya Ares ketika tersenyum.


"Mas aku mau makan sendiri aja, yg sakit kan tanganku kiri, jadi tangan kananku bisa untuk makan" ucap Al


"Tidak , kamu nurut aja ayo buka mulutnya" ucap Ares , pemandangan itu tak luput dari penglihatan sang ibu .


"Semoga kamu selalu bahagia nak, walaupun ibu ragu apakah kamu akan mendapatkan restu dari orang tua Ares, karena kita hanya orang dg kalangan bisa bukan konglomerat" ucap sang ibu dalam hati .


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2