Kau Dewiku

Kau Dewiku
Alea Dan Rapael


__ADS_3

Bisa dibilang saat ini Jantung rapael Seperti sedang habis lari maraton, tapi ada yang aneh dari pakaiannya semua serba pink, itu membuatnya semakin manis dengan kulitnya yang putih susu. sekali lagi dia menarik nafasnya agar lebi rileks, membuat bagian keamanan dirumah Alea terus menatapnya aneh.


Okk rileks... hari ini semua akan berjalan lancar, demi wanitamu kau robohkan benteng ini, kau adalah pria sejati rapael.. Batinnya.


"YAAAAA.. kau bisa Rapael" suaranya yang keras mengundang perhatian segerobolan bapak-bapak yang sejak tadi menatapnya dengn aneh.


Satu dua tiga... tok..tok..tok.. akhirnya dia melakukannya setelah tiga puluh menit hanya berdiri didepan pintu, mondar mandor tidak jelas.


"Hey... kenapa lama sekali?" ucap alea yang sejak tadi menunggunya di ruang tamu.


"Aaa... Aaa...." Saking gugupnya dia tidak bisa lagi meneruskn kata-katanya.


"apa sih?" Alea menatap aneh penampilan Rapael, ini pertama kalinya dia melihat pria ini memakai pakaian berwarnah "Sayang.. Pakaian mu hari ini seperti anak SMA yang baru kena puber deh"


"Aku tidak memikirkan itu Al" ucapnya Rapael meraih tangan alea menaruhnya didadanya, Jantungnya memompa sangat cepat didalam sana


"Astaga... Rapael? Kau yakin bisa melakukannya?" Tanya Alea ragu.


"Aku sudah disini Al, hari hingga tetes darah penghabisan aku akan memperjuangkan mu"


alea benar-benar sudah tidak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


"Hahaha.. Rapael kau hanya ingin meminta restu pada orang tuaku, bukan sedang berperang di perbatasan" ucapnya.


"Sudah.. Ayo masuk, mami dan daddy didalam. kak Zain dan dewi kebetlan sedang berkunjung."


"He?"


"Ayo...!" Alea menarik tangan Rapael menuntunya.


*


disinilah rapael dihadapan Roger dan Prima, disiisi lain ada Zain memangku baby Ken yang sedang asik dengan biskuit di tangannya.


Alea ikut duduk di dekat Rapael setelah meletakkan minuman dan snack diatas meja. Sudah 15 menit berlalu hanya hening , bahkan dewi sudah hampir pingsan menahan tawanya melihat wajah Rapael yang kian memucat. Buliran keringatknya sangat jelas di keningnya,


Roger Dan Prima ikut tegang melihat wajah Rapael sangat serius.


"Tuan Roger dan Nyonya Prima., Perkenalkan saya Rapael maaf baru sempat mengenalkan diriku secara resmi pada kalian. " Ucapnya. wajahnya dia buat terlihat sangat tenang walau jantungnya sudah tak terkondisikan lagi.


"Saya mohon Tuan dan Nyony merestui saya menikahi putri kalian" semua yang ada diruangan itu melotot tidak percaya, bahkan Alea tidak menyangka jika Rapael tiba-tiba melamarnya.


"Mami meres...." Ucapnnya terhenti ketika roger mengeratkan genggamannya pada tangan kecil Prima "Aaaa.." pekiknya

__ADS_1


"Tuan, dia anak gadis kalian benar-benar membuatku hampir gila, dia terlalu cantik, baik, dan aku sangat mencintainya, mungkin mendapat restu kalian membuatku kembali waras.." Ucapnya.


"Kamu diam...! ini urusan antara pria" Tegas Roger "dan kau siapa tadi?".


"" Rapael Tuan"


"Ah... ya kamu. sebelum aku merestui kalian, sebelumnya apa pekerjaanmu? apa kau yakin bisa membahagiakan putriku?"


"Aaa..? Mungkin aku tidak sekaya Tuan, tapi saya akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan Alea. Jika anda mempertanyakan membahagiakan Alea, apa saya tidak terlihat yakin berda didepan Tuan, bukan kah ini salah satu kebahagiaan Alea saya berada disini?" ucapnya yakin, Alea melirik wajah rapael dengan mata sudah berkaca-kaca.


"Rapael.." Lirih Alea begitu pelan


"By.. rapael Keren ya.." bisik dewi, itu membuat zain mengaktifkan tatapan tajamnya "Tapi papi Ken lebih keren lagi" Rayunya,


Dewi sangat tahu pria cemburuan ini tidak suka jika wanita yang dia cintai memuji orang lain terlebih itu seorang pria.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2