
"Bagaimana keadaannya Frans?" Zain mendekati Aiden yang masih terbaring.
"Keadaannya sudah stabil Zain, tapi siapa dia? luka-lukanya semua hanya tebasan dan ini lukan tembakan, sepertinya orangnya sangat lihai dia tidak mengenai diafragmanya."
"Kau boleh pergi. aku akan menghubungi mu lagi"
Hari-hari berlalu, Aiden semakin membaik namun dia masih belum bisa diajak komunikasi, Zain hanya menunggu pria itu pergi lalu dia kembali ke kota.
Alea mendengungus kasar melihat sarapan Aiden belum juga tersentuh ini sudah tiga hari dia seperti ini
"Ya sudah kalau tidak mau makan!" Bentaknya membuat Aiden mentapnya datar "Sepertinya kak Zain telah salah menyelamatkan orang nyatanya dia menyelamatakan orang yang ingin mati." ucapnya.
"Daripada dilaknat Tuhan karena membuang makanan, aku akan memberikannya pada burung di luar sana" Sungut Alea kesal.
"Tunggu..!" ucapnya pelan alea membalikkan badannya. "Aku akan memakannya" ucapnya lagi. Alea meletakkan makanan itu lagi lalu duduk di kursi.
Aiden perlahan menyendok makanan makanan itu. ceklek... kedua pasang mata itu menatap kearah pintu, zain terlihat fokus kearah piring Aiden yang sudah kosong.
"Kau menghabiskannya? Sungguh?" Tanya Zain membuat Alea menatapnya heran
"kenapa kak? apa didapur sudah habis? Aku akan membuatkannya lagi!"
__ADS_1
"TIDAK... diam disitu Alea! Tolong jangan masuk dapur lagi, kau membuat semua pengawal sakit perut karena makananmu?" Ucap Zain "rasanya benar-benar aneh"
Alea menatap aiden yang masih memasang wajah datar.
"Jadi kau tidak memakannya karena rasa masakanku aneh? bukan karena ingin bunuh diri?" Aiden masih diam sejujurnya dia sedang menaham dirinya karena masakan gadis ini benar-benar aneh
"Muntahkan. nanti kau mati jika perutmu mencernanya" Ucap Alea memukul belakang Aiden hingga membuatnya batuk
"Nona aku benar-benar baik-baik saja." ucapnya membuat Alea dan Zain saling berpandangan mereka bedua menghembuskan nafas legah.
"Lihat aku membuatnya bicarakan dia tidak bisu. ingat hadia untukku jika kita pulang"
"Dia memang licik. Kuharap kau tidak berurusan dengannya" Ucap Zain
***.
"Lalu bagaimana kau Tahu By Jika tadi Aiden dalam keadaan benar-benar down?" tanya nya lagi
"Mungkin karena aku sudah lama bersamanya jadi aku tahu, bagaiman pun keadaanya atau gentingnya situasi dia akan menjawab panggilanku sayang... Tapi kali ini dia tidak mengangkat teleponku jadi aku tau dia seperti ini lagi." Dewi tidak percaya jika suaminya dan Aiden saling mengerti satu sama lain.
"Ini sudah malam ayo kita tidur" ucapnya membaringkan tubuh istrinya hati-hati. tidak lupa dia mengecup perut Dewi, meninggalkan sepenggal doa disana.
__ADS_1
"Selamat malam sayang... Aku mencintaimu"
*
*
*
"Bagimana kau sudah menyusun rancana?" ucap max pada jerry yang berdiri didepannya. pria itu hanya mengangguk.
"Bagimana dengan Bisnis gelap Zain, kau sudah menemukan sesuatu?"
"Tidak tuan, sepertinya dia membentenginya sangat kuat. bahkan mata-mata handal dan ahli Hacker terbaik pun tidak bisa membobol servernya." ucapnya.
Max mengepalkan tangannya hingga tulang jemarinya terlihat jelas.
Zain aku akan merebut semua milik mu dan cintamu. aku akan menghancurkan mu seperti yang kau lakukan padaku waktu itu.
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik.kedepannya*
__ADS_1
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**