
"Aku datang" teriak alea memasuki rumah zain, kedua tangannya penuh dengan tetengan kresek dewi menghampirinya dengan semangat 45.
perutnya seakan diaduk didalam sana, kepalanya mulai pusing mencium aroma bawaan Alea. dia sudah tidak bisa menahannya lagi. dewi berlari menuju wastafel dapur menumpahkan isi perutnya. alea dengan langkah seribunya menyusul kaka iparnya, bahkan zain dari lantai atas tergesa-gesa menuruni anak tangga menuju istrinya
zain memberikan pijitan lembut di leher istrinya, cukup lama dewi muntah, seluruh tenaganya seakan terkuras habis. melihat istrinya sudah selesai dia mengangkat ke sofa di depan tv.
"al.. ambilkan air putih," perintah zain. alea meraih gelas lalu mengisinya dengan air hangat
"sayang kau tidak apakaan? ayo kita ke rumah sakit.!" ucap zain penuh kekawatiran. dewi hanya menggeleng lemas,
"ini kak airnya"
"sayang kau minum dulu!" ucap zain. dia membantu istrinya minum "lagi yank...! agar perasaan agak baikan" dewi hanya menggeleng
"al telpon primus agar dia kesini "
"by tidak usah ini sudah malam.. aku tidak apa, entah apa yang alea bawa di kantongan itu baunya sangat tidak enak". alea menatap heran pasalnya dia membawa semua makanan yang sering mereka makan. zain menatap tajam adiknya
" aku hanya bawa makanan yang sering kita makan wi.. bakso, Ceker ayaml pedas martabak, peng cake durian, aku juga bawa kesukaan mu mie ayam kang aris langganan kita"
"aku tidak mau al.. aku tidk tahan baunya." dewi beranjak meninggalkan alea dan suaminya. kedua saudara itu saling menatap keanehan dewi.
langkahnya terhenti karena mencium aroma buah nangka.
"By kau mencium bau itu?"
"bau apa sayang?" zain mencium aroma tubuhnya diikuti dengan aleA
"bauh buah nangka By..." dewi melangkah keluar namun zain menghentikannya
" biar aku yang cari sayang, kamu didalam saja!" namun dewi tidak menghiraukan ucapan suaminnya. hingga akhirnya mereka tiba didepan gerbang Zain setia mengikut istrinya bahkan alea dan beberapa satpaman dan keamanan mengikuti langkah dewi.
tepat didepan gerbang rumah zain rapael lewat langkahnya terhenti mendapati banyak pasang mata menatapnya bahkan wajah yang dia rindukan juga ikut menatapnya
"ssselaaamat malam tuan dan nyonya, saya hanya lewat lalu kalian ke...." ucap rapael sedikit gugup. ucapannya terhenti ketika dewi mengambil kresek ditangan rapael,
__ADS_1
wajahnya tersenyum bahagia mencium aroma buah nangka itu.
"ssiiilahkan nyonya jika anda menyukainya" ucap rapael masih gugup secara ini pertama kalinya melihat tuan zain abraham itupun dalam keadaan seperti ini.
"aku akan membayar buah itu" ucap zain
"tidak perlu tuan zain, anggap itu sebagai hadia dari tetangga baru anda."
zain hanya mengangguk lalu menarik istrinya "terimakasih paman untuk buah nangkanya" ucap dewi melangkah meninggalkan rapael matahnya membulat saat dewi memanggilnya dengan sebutan paman. disana hanya menyisahkan Alea yang sudah tidak bisah menahan tawanya
"hahahha paman? lihat kaka ku memanggimu paman" ucap aelaaaa tawanya benar puas akhirnya dewi membalas rapael bukannya waktu itu rapael memanggilnya dengan sebutan tante "sepertinya kau memang sudah tua rapael"
"eiii.... jangan selah paham mungkin nyonya itu tidak melihat ketampananku karena memang sedikit gelap" ucapnya. "apa dia istri tuan Zain?"
"iya.. memang kenapa?"
"tidak akuapa aroma buah nangka itu sangat kuat ya sampai kalian menciumnya sampai didalam rumah?"
"tidak. hanya dia saja yang mencium aromanya sampai menemukanmu didepan gerbang dengan buah itu"
"ngidam?"
"biasanya seperti itu penciuman ibu hamil 10 kali lebih tajam dari penciuman orang biasa, dia juga benci dengan aroma tertentu. ketika kakak sepupuku hamil dia seperti itu." ucapnya. alea kembali mengingat kejadian tadi ketika membawa makan kesukaan kaka iparnya.
"ouh aku pikir itu pengalaman pribadi mu" ucap alea. rapael menatap Alea penuh tanya. Karena salah tingkah dia ditatap begitu intens, alea bernjak ingin pergi namun langkahnya terhenti kala Rapael menahan pergelangan tangannya.
"mau kemana?"
"masuk lah! kemana lagi?" ucapnya. rapael menariknya agar lebih dekat membuat jantung alea berdetak kencang, wajahnya seketika memerah.
"kenapa tidak mengbungiku nona Alea? aku menunggu pesanmu!" ucap rapael menatap lebih dalam kedua bola mata alea..
"aaaakku sibukkk "
" hubungi aku nona alea, atau aku sendiri yang akan datang padamu!" bisik rapael, lalu melepas tangan alea. dia masih mengatur datak jantungnya yang hampir meloncat keluar lalu segara berlari meninggalkan Rapael,
__ADS_1
Dewi memakan buah nangka itu dengan lahap, zain hanya menatap istrnya. dalam batin tak sekalipun doa harapan tak henti terucap semoga firasatnya benar jika istrinya tengah hamil.
"kaka.. bantu aku " teriak alea dari arah luar. zain dengan segera menuju arah suara adiknya
"ada apa al.. kau terluka?" ucapnya. alea dengan segera menarik tangan zain
"apa kak dewi sedang hamil?"
"aku belum memastikannya al.. belakangan ini dia terlihat aneh, dia selalu mutah jika mencium aroa tubuhku jika sudah mandi."
"mungkin benar dia sedang ngidam kak. aku akan menanyakannya sendiri" baru saja alea melAngkah Zain menarik kerah baju Alea..
"etsss biar kaka yang tanya dia."
"kalau begitu hentikan kak dewi memakan terlalu banyak buah nangka itu tidak boleh kalau sedang hamil muda kak zain" ucap alea. zain benar-benar ingin menjitak kepala alea
"kenapa tidak bilang dari tadi al?" ucap zain. dia berlari menuju tempat istrinya berada, namun tidak mendapatinya lagi disana.
"kemana nyonya?" tanya zain pada tika yang kebetulan sedang membersihkan buah nangka itu.
"nyonya keatas tuan."
dengan langkah panjangnya dia menuju istrinya hingga dia tidak sadar melangkahi dua anak tangga sekaligus. langkahnya terhenti ketika mendapati istrinya sudah tidur
zain mendekat lalu duduk disisi kasur, menatap lekat wajah yang dia cintai. satu ciuman penghantar tidur dia berikan di keningnya. perlahan dia turun ke perut dewi yang masih rata
"sayang apa kau sudah ada di dalam sana?" bisiknya, lalu mencium perut istrinya dengan lembut agar tidak mengganggu tidurnya..
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1