Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 54


__ADS_3

"kamu mau kemana By? ucap dewi melihat zain terburu-buru keluar dari rumah


" mau cari kamu sayang! " zain kemudian memeluk istrinya. membuat bibi emi tika fredi tersenyum malu namun tidak dengam aiden.


"By.. kamu lebay banget sih. malu tau!"


"siapa suruh kamu pergi tidak bilang-bilang suami masih tidur, lagi pula ini masih sangat pagi sayang" dewi melonggarkan pelukannya lalu menuntun suaminya masuk kerumah diikuti bibi emi aiden fredi dan tika.


" kalau aku pergi siang, ikan segarnya akan habis...! " ucap dewi, dia mendudukkan suaminya di kursi meja makan. dengan semangat 45 dia membuka semua macam kue yang dia dapatkan pagi ini. zain membulatkan matanya hanya satu jam istrinya pergi dia bisa mendapat makanan sebanyak ini bagaiman jika sehari dia meninggalka rumah?


"Tika, kamu kasi ini ke Fredi dan Aiden Buatkan juga mereka Teh!"


"bibi bisa kasi ini ke pak reno di depan? juga untuk beberapa pengawal..!"


"nyonya biar aku bawa untuk abang reno boleh?" dewi membulatkan matanya tidak biasanya tika seperti ini.. untung dia pekaan orangnya


"ahh.. pergilah, besok-besok aku dandani kamu ya tik.." tika tersenyum merona mendengar ucapan nyonya nya


"Sayang buatku mana?"


"aku hampir lupa..! maafkan aku By" dewi kemudian membuka bungkus gado-gado meletakkannya di piring "ini spesial untuk sumiku!" zain bersemu hanya karena kata 'spesial'


"sayang ini apa? kenapa banyak sekali?"


"coba lah..! aku akan membantumu menghabiskannya" dewi berlalu membuatkan suaminya secangkir teh, zain suka dengan air yang di didihkan dengan api bukan melalui dispenser


hanya dengan satu suapan zain takjub dengan rasanya ini pertama kalinya dia memakan seperti ini, ditambah dengan krupuk rasanya Mantap...


"by...! kemana perginya gado-gado itu?" dewi meletakkan cangkir teh lalu duduk lalu di samping suaminya.


"maafkan aku sayang.. aku tidak sadar memakannya semua, setiap hari jika kau memberiku seperti ini aku akan gemuk"


"aku akan tetap mencintai mu by.."


"jangan berkata seperti itu sayang"


"kenapa?"


"aku akan semakin malas berolahraga nanti" zain kemudian menangkup pipi istrinya niat ingin mendaratkan ciuman namun Suara yang sangat dia kenal menggalkannya.


"khemmm.. ini di ruang makan kak! apa semalam kalian tidak tidur bersama?" sontak membuat dewi memukul lengan suaminya.


"kau.. kenapa selalu sepagi ini datang kesini?


" aku mau sarapan disini, mommy dan daddy keluar kota kemarin.. aku benci makan sendiri" alea duduk. matanya terbelak ketika banyak macam kue di meja makan


"wah kau paling terbaik kaka ipar" ucap alea mengacungkan jempolnya. dewi melangkah kearah dapur "kamu mau apa alea Teh, jus atau susu?" dewi sedikit berteriak.


"teh...!"

__ADS_1


"Kamu tolong berikan nona Alea teh aku mau menyusul suamiku!" ucap dewi pada pelayan satunya.


"iya nyonya...!"


dikamar dewi medengar suara gemercik air dari arah kamar mandi. dia pasti sedang mandi pikirnya.. dia mulai sibuk membereskan seprai kasurnya. meski ada pelayanan dirumah mereka soal kamar dewi sendiri merapikannya. lalu dia menyiapkan baju kantor untuk suaminya.


zain menatap istrinya penuh cinta, yang masih sibuk dengan dasinya. dewi selalu begitu menilai apa yang kurang dari penampilan suaminy.


"oke selesai"


dewi mendongak melihaat wajah tampan itu, zain kemudian menariknya kedalam pelukannya.


"apa mereka menyakitimu?"


"siapa?"


"istri ayah mu?" dewi melepas pelukannya menatap manik abu suaminya penuh selidik


" apa Fredi bicara sesuatu?"


zain kembali menarik tubuh istrinya kedalam pelukan dia pun memberikan ciuman di pucuk kepala istrinya


"sayang... meski fredi tidak bilang apapun padaku aku akan tahu juga, aku selalu mengawasimu setiap kau jauh dari sisiku!"


"pantasan setiap aku jalan seperti ada yang mengawasiku"


"iya.. ! memang aku pernah bohong sama kamu by? perasaan tidak pernah" ucap dewi ekspresinya sangat menggemaskan, zain mencubit pipi istrinya lalu mengacak rambut hitamnya..


" jadi apa yang mereka lakukan padamu?"


" tidak ada...! lagi pula tadi aku sudah membayar lunas perkataannya, TAk....! aku menang"


" wow melihatmu seperti ini pasti kau memang menang..!"


"tentu..." dewi melirik jam di atas nakas "ayo by ini hampir jam delapan, bos itu harus tepat waktu jadi contoh untuk bawahannya kan" dewi sedikit mendorong tubuh suaminya lalu zain menarik tubuh itu dalam rangkulannya


"ingaat ..! kalau mau keluar kabari aku, suruh fredi mengantar mu" belakangan ini kalimat itu jadi pengantar zain sebelum kekantor.


*


*


*


ditepi danau tidak jauh dari kota, alea dibuat terkejut melihat seseorang yang hampir jatuh badannya condong kearah danau pagar besi yang menjadi pembatas masih menahan tubuhnya. alea dengan cepat menarik baju orang itu agar tidak terjatuh. hingga tubuh alea berada diatas pria itu. dia masih ingat wajah didepannya dia rapael pria tempo hari memanggilnya tante.



"Apa yang kau lakukan?" ucap rapael wajahnya. masih kaget dengan perlakuan alea.

__ADS_1


" kamu harusnya berterima kasih padaku..!malah membentakku. sedikit saja aku terlambat datang kau sudah jatuh ke air" ucap alea jantungnya memburu karena posisi nereka. sebisa mungkin dia kendalikan.


rapael berdiri lalu kembali dengan posisinya yang tadi, matanya mencari benda yang tersangkut di besi pagar itu sudah tidak ada.


"Sudah hilang" gumannya dia menatap alea sangat tajam " lihat ini karena kamu kupon gratisku makan ayam hilang"


" ha? jadi tadi kau mau ambil kupon bukan mau bunuh diri?"


" siapa yang ingin bunuh diri dicuaca indah seperti ini, lagi pula aku belum menikah kenapa aku mau akhiri hidupku?" ucap rapael masih dengan wajah kesal bercampur sedih


" hei itu hanya kupon, aku akan meneraktirmu seember ayam"


" nona aku mampu membelinya, hanya saja lebih nikmat jika aku dapatkan secara gratis"


"kan sama saja aku menggantinya dengan uangku... bukanka itu juga gratis?"


"apa sekarang kau mengajakku kencan nona alea?" rapael menaik turungkan alianya dia mulai menggoda alea.


" eheiiii.... aku hanya ingin ganti rugi karena kupon mu itu... "


" oke besok jam 4 sore di kedai ayam A " alea mengerutkan alisnya dia tidak paham maksd rapael " bukannya mau mengganti kuponku?"


"oh...!" alea melangkah pergi meninggalkan rapael sebenarnya dia sangat malu karena salah sangka dia makin mempercelat langkahnya agar menjauh dari rapael.


Rapael


" yes.. yess.. yes.." rapael meloncat kegirangan membuat beberapa pejalan kaki yang melihatnya sedikit heran.


"lihat mama bilang apa disini banyak orang gila" ucap salah satu pejalan kaki yang melihat kelakuan rapael. namun rapael acuh yang penting dia sudah ada jalan mendekati gadis pujaannya.


Alea


"kamu bodoh alea, bukannya menyelamatkan orang mala malu-maluin diri mu sendiri... aku mau tenggelam di laut mati saja saking malunya, dady tolong aku!"


Rapael



Aleana



Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*


satu lagi jejak 👍 ❤**

__ADS_1


__ADS_2