Kau Dewiku

Kau Dewiku
Ekstra #4


__ADS_3

Sesekali Dewi menatap suaminya yang masik kesal dia sangat serius menatap jalan didepannya. Lagi pula tadi pagi Dewi hanya mengatakan jika aktor Deng L**ung sangat ganteng dan keren. Kenapa dia marah? Lalu apa ini ? Memaksaku keluar bersamanya bukannya dia ngambek?


"Suami ku sayang, kamu masih marah hem? Dia hanya artis sayang, toh mustahil juga aku menyukainya kan hatiku hanya untuk mu pak suami yang paling aku sayang." Rayu Dewi, namun pria didekatnya tidak menggubris rayuan itu matanya tetap fokus ke jalan.


Seakan ada asap yang keluar dari telinga mama muda itu, dia memilih memalingkan wajahnya ke arah jendela. Melihat istrinya ngambek Zain menahan senyumnya sejujurnya dia tidak bisa lama-lama marah pada istrinya itu.


Dewi merasa heran saat mobil suaminya berhenti tepat di depan ruko yang sangat tidak asing lagi baginya, Ya itu adalah tempat dimana dulu dia bekerja, Zain dengan penuh perhatiaan membukakan pintu mobil didepan sana puluhan orang sudah menyambutnya.


"By...?" Ucap Dewi menatap tajam suaminya. Zain terus menuntunnya, Dewi mengikutinya wajahnya masih penuh tanya. "By... Jawab dulu!"


"Selamat datang nyonya muda" Ucap serempak karyawan di toko tempatnya dulu bekerja. Bahkan pak Surya dan Bu Anna menunduk hormat padanya.


"Ini sekarang menjadi milikmu sayang" Bisik Zain. Dewi menatapnya meminta penjelasan "Iya sekarang kamu adalah pemilik semua ruko disini. dan ini Beuty Net juga sekarang milikmu sayang"


Mata Dewi berkaca-kaca, apa ini mimpi dia yang dulu bersama Alea ingin memiiki toko kosmetik seperti ini sekarang jadi kenyataan. Dewi takkuasa menahan rasa bahagianya dia memeluk suaminya tanpa memperdulikan lagi orang sekitarnya.


"By, makasih. Aku tidak tahu mau bilang apa lagi, satu persatu impian ku kamu wujudkan" Ucap Dewi.


"Selama kamu bahagia aku akan melakukan apapun itu sayang." Ucap Zain seraya memeluk istrinya.


Waktu terus bergulir tak terasa Ken usianya kini menginjak tiga tahun, sedangkan Alea usia kandungannya sudah menginjak 9 bulan, niatnya ingin cepat memiliki anak, tapi Tuhan baru memberinya sekarang, Rapael jadi suami sangat siaga, bahkan pria itu rela mengikuti kelas ibu hamil jika istrinya sedang asik di salon dengan iparnya, siapa lagi kalau bukan Dewi ? Hobi mereka berdua sudah mendarah daging.


"Wii, kamu tidak lupakan hari ini ulang tahun mami?" Ucap Alea mendekati iparny,. perutnya sudah semakin membesar, namun Alea semakin bersemangat jika menyangkut alat make up.

__ADS_1


"Tentu saja, aku sudah menyiapkan hadiah untuknya. Al ! Kapan kamu melahirkan? apa dokter sudah tentukan jadwalnya?" Ucap Dewi sembari menyodorkan segelas susu untuk Alea.


"Hemm.. Kata dokternya minggu depan aku lahiran" Ucap Alea, Dewi membungkuk mengelus lembut perut buncit adik iparnya


"Hey sayang, kamu cepat keluar ya jangan buat mami Alea menderita" Ucap Dewi


*


*


*


Dihalaman belakang rumah milik Prima dan Roger sudah didekor sedemikian rupa, meja panjang sudah dipenuhi berbagai makanan dan tidak lupa kue ulang tahun tingkat dua diatasnya sudah ada puluhan lilin yang menghiasi. Hari ini semua sudah berkumpul kecuali keluarga kak Daniel,


"Al, kamu mau melahirkan?" Ucap Dewi, sontak membuat semua yang hadir disitu terlihat panik, Rapael yang baru saja dari kamar mandi melihat istrinya dikerumuni mulai panik


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" Ucap Rapael, Alea hanya menggeleng sungguh bagian pinggulnya serasa ingin lepas saking sakitnya.


Rapael mengangkat istrinya menuju mobil, diikuti Roger dan Prima. Sedangkan Dewi masuk kerumah mertuanya diikuti Zain dan Ken. kebetulan Aiden yang baru saja tiba di kediaman Abraham, dibuat terkejut karena Rapael langsung menerobos masuk dimobilnya.


"Aiden Rumah sakit" hanya kata itu yang Rapael bisa ucapkan, sedangkan Aiden hanya mengikuti perintah, pria bertato itu menancap gas mobilnya dengan sangat laju.


"Akhhh..." Teriak Alea dia mencengkram kuat tangang suaminya.

__ADS_1


"Aiden bisa lebih cepat lagi ?" Titah Rapael. Tanpa menjawab Aiden menacap gasnya lebih cepat lagi, ini yang kesekian kalinya pria botak itu melanggar rambu lalu lintas.


"Sayang, sebentar lagi kita sampai" Ucap Rapael sungguh dia tak kuasa melihat istrinya kesakitan begini. Alea sudah banjir keringat ditambah kontraksi hebat yang dia rasakan.


Aiden segera menginjak rem mobilnya saat dia sudah berada di pintu utama Rumah sakit, disana sudah ada Primus dan beberapa dokter ahli kandungan menunggunya.


Rapael kembali menggendong istrinya untuk dibaringkan diatas tempat tidur dorong rumah sakit. Para perawat segera mendorong Alea ke ruang bersalin, dan tak tanggung-tanggung satu lorong lantai 3 Roger kosongkan demi kelancaran persalinan putrinya.


Rapael ikut berlari mengikuti istrinya, tak lama kemudian Primus dan Roger sudah berada dibelakangnya ikut berlari.


"Suami dari nona Alea silahkan mendampingi istrinya didalam!" Ucap lembut salah seorang perwat. Tanpa memanggil yang kedua kalinya Rapael menerobos masuk.


Rapael terus menggenggam tangan Alea, lagi-lagi Alea menerkam tangan suaminya kala dia mulai kontraksi lagi, Sungguh hati Rapael meringis melihat Alea terus merintih kesakitan, Dokter Marta terus memberikan aba-aba agar Alea tetap tenang


"Nona Alea pembukaannya sudah lengkap jika saya bilang mengedam nona Alea mengedam!" Ucapnya yang diangguki Alea. Beberapa bidan pembantun sudah pada posisi masing-masing. Dokter Marta memberi intruksi pada Alea, calon ibu itu menurut satu kali tarikan nafas Alea mengedam, teruss mendorong agar bayinya keluar dan weak... weak... weak... Suara tangisan bayi menggelegar nyaring mengisi ruangan itu, bahkan diluar Roger, Prima Zain dan Dewi mendengar tangisan bayi mungil itu.


"Selamat pak Rapael bayi anda perempuan" Ucap dokter Marta seraya menyerakan bayi yang masih merah itu kepelukan sang ayah


...----------------...


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2