Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 82


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu Jen dan Aiden sering bertemu, hingga akhirnya mereka bersama. Hati Aiden yang dingin mulai menghangat sejak mereka bersama.


"Ai... Kau harus bertanggung jawab atas diriku!"


"Apa yang ku perbuat Jen? Aku hanya keluar membelikan mu jagung rebus, aku tidak melakukan apa-apa padamu" ucapnya guugup


"Tidak melakukan apa-apa maksudmu lalu siapa yang melakukannya kalau bukan dirimu, setiap malam kau melakukannya hingga aku HAMIL". Jen menekan ucapannya yang terakhir.


" Kalau begitu maafkan aku membuatmu hamil" Aiden masih tidak menyadarinya.


"Hamil... Kamu hamil?" Tanyanya memperjelas, Jem pun mengangguk. "aku akan jadi ayah?" Lagi, Jen mengangguk "Tenang sayang aku akan bertanggung jawab akan dirimu dan anakku ." ucapnya menggendong Jeni


"Anak kita Ai."


Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, di kehamilan Jeni yang ke lima bulan klan Fox menemukan tempat persembunyian mereka. Sebuah janji yang Aiden langgar membuatnya menjadi buruan klan itu.


Aiden baru saja pulang kerja didapati rumahnya berantakan. dia melihat Jeni berjalan kearahnya dengan senyuman teduh, hingga dia jatuh kedalam pelukan Aiden. Betapa terkejut mendapati sebilah pisau menancap di punggung istrinya.


Blisss... Tebasan pedang mengenai belakannya. dia berbalik mencekik leher pria bertopeng itu hingga patah, pria bertopeng lainnya ikut menyerang, Aiden menangkisnya lalu mematahkan tulang tangan dan kaki mereka.


Dor...


suara tembakan terdengar mengenAi tepat bagian dada Aiden, membuatnya tersungkur kelantai. Dia menatap istrinya yang sedang hamil sudah tidak bernyawa .


"Kau melanggar... Katua pasti akan marah kau menggunakan senjata itu" Ucap rekan si pembunuh


"Jika tidak melumpuhkannya kau akan mati bodoh" Ucapnya membentak, sepertinya pria itu adalah ketua mereka. "Aku akan mengurus mayatnya! kalian bereskan rumah ini!" ucapnya seraya menggendong Aiden


Di jalan sepi yang dikelilingi pepohonan Pria berpakaian serba hitam itu melettakkan tubuh Aiden di pinggir jalan.


"Hanya ini yang bisa kulakukan sobat. Semoga keberuntungan masih memihakmu dikehidupan selanjutnya aku akan menebus semua kesalahnku" Ucap pria itu. meninggalkan Aiden sendiri.


***

__ADS_1


"Aiden Sadar!" Bantak Zain, melayangkan pukulan ke wajah sekertarisnya itu. Aiden belum juga sadar, dia masih mengamuk melukai dirinya mengahancurkan isi apartementnya. lagi-lagi Zain ingin melayangkan pukulan namun Ditahan oleh Aiden matanya kian penuh dendam. saat ini Aiden kembali menjadi Dirinya 8 tahun yang lalu


"Fredi lakukan sesuatu!" ucap dewi diluar apartemen milik aiden


"Tenang nyonya, Tuan pasti bisa mengatasinya" Ucap fredi.


Dewi tidak bisa menahannya lagi, betapa terkejutnya ketika Aiden mendongkan sebuah pisau kearah Zain.


"AIDEN JANGAN ku mohon!!!" Teriak Dewi membuat perhatiannya menuju wanita tengah hamil besar itu.


Aiden langsung menjatuhkan pisaunya dan terduduk lemas. Zain menghampiri istrinya lalu memeluk erat.


"Fredi hubungi Primus!" Pintanya.


"Kau tidak apa kan sayang?" Zain terlihat cemas.


"Seharusnya aku yang bertanya kamu tidak apa kan By? Apa ada sakit?"


Setelah Primus datang meneriksa keadaan Aiden Fredi membawanya kerumah Zain. Alea yang masih asik nonton dibuat kaget karea Aiden digendong


"Kita tunggu Zain menjelaskannya ya!" Pinta Dewi mengajak Alea duduk.


***


"Ada apa dengan Aiden kak..."


"Dia tidak apa Aleaa, sana tidur aku juga ingin istrihat." Zain menarik tangan istrinya menuju kamar.


Setelah membersihkan dirinya dewi menunggu suaminya diatas kasur, terlalu banyak pertanyaan yang menghantui pikirannya saat ini.


"Kenapa menatap ku seperti itu sayang?'


" Kamu hutang penjelasan padaku By?" Dewi memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Besok aku akan..."


"Tidak. aku mau sekarang By"


Zain mulai bercerita tentang masa lalu Aiden.


Malam itu Dia dan Alea ingin berlibur di vila miliknya yang jauh dari perkotaan. namun dia dikagetkan oleh seorang pria tersungkur penuh dengan darah.


"kakak awas" Teriak Alea Membuat Zain Menginjak pedal rem mobilnya. "kaka kau menebrak orang,"


"tetap dimobil akun akan turun melihatnya!"


"kaka dia masih hidup, ayo bawa kerumah sakit!" Pinta Alea.


"Mana ada rumah sakit sekitar sini? bantu kakak menggedongnya Alea" dengan sekali hentakan dia membawa Aiden ke punggungnya.


Alea menemaninya dibelakang. Zain terlihat menghubungi seseorang melalui sambungan telepon.


Sampai di vilanya disana sudah ada dokter dan beberapa perawat menunggunya. Zain kembali mengankat Aiden dan membaringkannya di kamar


"Kau membawa peralatan yang lengkap kan?"


"Iya Zain." ucapnya.


Sudah seminggu akhirnya Aiden membuka matanya. Alea menatapnya sangat intens


"Kakak pria bertato itu sudah bangun" Teriaknya berlari keluar kamar, tak lama kemudian dokter Frans datang dan memeriksa keadaannya disusul Zain dan Alea


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2