Kau Dewiku

Kau Dewiku
Alea Dan Rapael #2


__ADS_3

Masih dengan ritme jantung yang memburu Rapael menyandarkan dirinya di kursi taman kota. Alea memberinya sebotol air mineral. dalam sekejab air itu habis hingga tetes terakhir.


"Sudah baikan?"


Rapael, menggeleng berusaha menenangkan dirinya.


Alea menggenggam tangan Rapael dengan lembut


"Aku disini semua akan baik-baik saja" Sentuhan Alea membuat Rapael semakin berdebar namun debaran ini begitu indah


"Sayang aku mencintaimu..."


"Aku tau sayang."


"Seterusnya.. Ucapkan kata itu!"


"Hemm..?" Angguk Alea pelan.


___dirumah utama


Roger terduduk lesu fikirannnya mengambang jauh. Waktu sangat bergulir cepat Alea gadis mungilnya kini beranjak dewasa bahkan hari ini dia sudah membawa laki-laki yang sudah menjadi pilihannya.


Prima menatap teduh suaminya, sentuhan lembut istrinya meleburkan lamuan Roger.


"Sini...!"

__ADS_1


"Kamu masih memikirkan Alea ?" Tanya Prima lembut


"Apa yang sudah kulewatkan ? Tanpa aku sadari gadis kecilku sudah tumbuh dewasa, bahkan dia ikut memohon tadi"


"Andai tau begini dulu aku hamil terus, pertama Daniel meninggalkan kita, lalu Zain dan sebentar lagi Alea akan ikut suaminya" Ucap Prima menerawang bagaiman dulu repotnya dia dulu merawat ketiga anaknya.


"Apa perlu kita membuatnya lagi sayang?"


"Isshh... Apa sih?Udah kakek-kakek nggak inget umur." Prima meninggalkan Roger seorang diri.


#


Prima sudah sibuk mengurus semua pernikahan putri bungsunya, semua sesuai impian Alea dan dirinya.


Pernikahan Alea Abraham dengan Rapael Cristian mengundang antusias awak media meliput mereka. Bagaimana tidak ? Alea diketahui anak miliader negeri ini menikah dengan pewaris tunggal grup BBS perusahaan penyiaran terbesar di kota ini.


***


"Sabar ya Rapael, ini baru permulaan " Ucap dewi menyemangati calon pengantin pria.


Rapael mengangguk pasrah dengan senyum yang dia buat sedemikian iklas.


Beberapa menit kemudian Alea keluar dengan gaun pengantin putih yang menjutai kelantai bertabur gilter hampir seluruh bagian gaun itu, dia sungguh terlihat sangat cantik. Rapael, dia sungguh terpesona akan kecantikan calon istrinya wanita yang dia cintah dengan seganp jiwa dan raganya.


Alea dibuat salah tingkah karena Rapael manatapnya terus tanpa mengucapkan sepatah kata.

__ADS_1



"Kenapa apa ini aneh?" Tanyanya memecah lamuan Rapael. Pria tidak mampu lagi berucap dia terus menikmati kecantikan wanitanya. "ya sudah aku ganti lagi"


"Sayang... Kau sangat cantik, apapun kau kenakan kau sudah cantik kau selalu membuatku jatuh cinta ,seakan melodi berdayu di gendang telingaku. Jadi pilih lah pakaian yang membuatmu nyaman aku tetap Rapael yang selalu mencintaimu" Ucap rapael, wajah Alea merona bak tomat matang, dia tak menyangka pria didepannya ini begitu mudah meluluhka hatinya.


"Ekhem.. Sabar ya cin sebentar lagi udah sah ko" Ucap Ivan memecah jarak diantara mereka,


"Iya nih ingat masih ada aku disini dan Kak Ivan, Al" Sambung Dewi menggodanya. Alea kembali kedalam ruang ganti pilihannya jatuh pada gaun ke empat.


"Rapael terima kasih sudah mencintainya begitu tulus, dia memang sedikit manja tapi dia gadis baik dan kuat, ku mohon jadilah sumber kebahagiaannya" Ucap Dewi tulus,


"Tanpa memintanya pun aku akan melakukannya kak. aku sangat mencintainya, kakak tau jika setetes saja air mata Alea jatuh mungkin aku sudah tidak berada dibawa langit ini"


"Kenapa?"


"karena ada tiga pria digaris depan yang akan menghancurkanku hingga tetes terakhir," Ucap Rapael dengan tawanya diikuti Dewi.


"Kau benar Raperl, tapi mereka tidak ada apa-apanya dibanding emak-emak +62. Jangan kan sampai tetes terakhir, sampai tulang-tulang pun aku akan menghabisimu" Ancam Dewi membuat Rapael menelan slivanya.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2