
"Sudah jangan dipikirkan By! Kau sudah melakukan yang terbaik, aku juga sangat khawatir melihat Ken seperti itu." Dewi berusaha menghibur Zain yang sejak tadi terbungkus didalam selimut.
"Aku masih memikirkan wajah Ken, dia juga memohon padaku tadi."
"Karena itu Ken sekarang hidup terlalu bebas karena kau terlalu memanjakannya. Di kasus keluarga kita bukan Ken yang salah tapi kamu By."
"Apa?" Zain sektika keluar dari tempat persembunyiannya. "Kamu menyalahakanku? Apa kau tidak menyalakan dirimu? Masih sangat jelas diingatan ku kamar ini penuh mobil-mobil kecil yang kau belikan untuk putramu setiap kali dia memintanya meski sudah ada puluhan model yang sama. Dan kerana mobil-mobil brensek itu aku hampir kehilangan mu, apa kau lupa?"
"Memang kita bicara soal mobil-mobilan? Kita bicara soal bagaimana kau memanjakan Ken."
"Iya ini aku sedang membahasanya sekarang, kita bedah dulu bagaiman kau memanjakaan Ken lalu setelah itu giliranku." Tukas Zain begitu emosi.
Ada senyum tertahan diwajah Dewi, suaminya begitu lucu jika sedang marah bercampur
denga rasa penyesalannya.
"Kenapa kau tersenyum? Apa aku melihatku sedang bercanda Nyonya?"
"Aduh..." Pekik Dewi memengan matanya.
"Kenapa? Kenapa?" Tanya Zain begitu khawatir, api yang berkobar di hati pria itu seketika padam
"Sesuatu masuk dimataku By, coba kamu lihat!"
"Sini aku lihat!"
Zain mendekat, memposisikan wajahnya tepat di depan Dewi. Semakin dekat dan... Cup!!! Dewi menggunakan kesempatan itu mengecup bibir Zain.
"Ssss... Sayang apa yang kamu lakukan?" Suaranya sedikit gugup.
__ADS_1
Dewi mengangkat kedua alisnya dan tersenyum.
"Obat supaya kamu nggak marah terus by, kan cepat tua nanti." Rayu Dewi.
"Hari ini tamunya sudah pergi, jadi aku bisa bertamu kan sayang?" Tangan Zain sudah berkela di balik baju Dewi.
Hanya ada senyum di wajah Dewi, membiarikan Zain melakukan keinginannya. Hanya cara ini yang mampu membuatnya lupa dengan semua masalahnya.
***
"Bella." Panggil Ken
"Tuan Ken, ada apa?" Tanya JB sekertaris Bella super hiphop
"Dimana Bella?"
"Ku bocah tengil, sini!" Ken menariknya untuk duduk di kursi.
"Apa kau mau menusuk kakak mu dari belakang, apa kau mengibarkan bendera perang padaku? Atau selama ini memang rencanamu menjatuhkanku?"
Bella mengerutkan kedua alisnya semakin tidak mengerti apa yang Ken bicarakan.
"Kau bicara apa? Menusuk? Berperang? Aku tidak mengerti, itu hanya aku dengar ketika suamiku bermain game Ken."
"Jangan pura-pura tidak tau Bell, papi pasti sudah membicarakannya padamu sebelumnya. Jika saat ini kau adalah CEO Sementara menggantikanku." Ucap Ken langsung pada intinya.
"Apa? Aku? Papi menunjukku? Kenapa?" Tanyanya begitu tidak percaya.
"Kau tidak tau?"
__ADS_1
"Tidak? Aku baru mengetahuinya, aku juga tidak pernah bertemu papi." Ucapnya dengan sungguh-sungguh.
Tubuh Ken tersungkur diatas sofa ruangan Bella, wajahnya begitu frustasi seluruh aset yang ada padanya juga sudah ditarik Zain.
"Kali ini papi pasti benar-benar kecewa padamu Zain, kau taukan papi dia tidak mungkin melakukan hal ini jika kau tidak melakukan kesalahan." Tutur Bella ikut prihatin melihat keadaan Zain.
"Hemmm... Papi menemukan beberapa proyek dan kerja sama yang gagal, dia juga tau ada penguranan pekerja pembangunan jembatan di kota Xx." Ken melirik Bella yanh sedng berdiri didepan meja kerjanya.
"Sekarang apa yang aku lakukan? Membujuk papi tidak semudah membalikkan telapak tangan, jika papi sudah kecewa tidak ada cela membuatnya terkesan."
"Kau benar papi memang terlihat lembut pada kita tapi sangat keras jika sudah di kecewakan. Saranku, sebaiknya kau membuktikan dirimu jika kau memang pantas di percaya. Aku yakin dia akan berubah pikiran nanti."
"Caranya?"
"Pikir sendiri! Memang ini masalahku? Seharusnya kau yang inisiatif Ken, pantas saja papi memecatmu." Geram Bella. "Jika kau sudah selesai, pergi dari sini! Aku banyak kerjaan."
"Bell!"
"Nggak!" Tegas Bella.
Ken menghelai nafasnya begitu barat, langkahnya pun begitu tertati keluar dari ruangan Bella. Semua sudah terjadi saat ini Ken harus lebih keras lagi membuktikan dirinya jika dia mampu menjalankan perusahaan ayahnya
Bersambung....
*AKU MAU BERTERIMA KASIH KE KALIAN YANG SUDAH MAMPIR DI KARYA AKU.. MAAF KALAU BANYAK KEKURANGAN..*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
SATU LAGI JEJAK 👍 ❤**
__ADS_1