
Berulang kali Bella menarik nafasnya agar sedikit rileks sebelum memasuki ballroom tempat digelar acara pernikahannya sendiri. Malam ini dia begitu memukau bak seorang princes, gaun pengantin yang sengaja di rancang salah satu desainer dunia begitu indah melekat di tubuhnya.
Seluruh tamu undangan menyambutnya dengan senyum bahagia saat Bella mulai berjalan menuju altar yang dilapisi karpet merah bersama dengan sang papi Zain Abraham yang sedang menggandeng tangannya. Didepannya ada dua anak kecil berpakaian peri menaburkan kelopak mawar putih sebelum Bella melewatinya.
"Papi kendalikan dirimu" Bisik Bella ketika suara isak Zain terdengar samar-samar di telinganya.
"Maafakan papi sayang."
Bella kembali menarik nafasnya begitu dalam, jujur dia sangat gugup malam ini. Sebuah senyum terukir diwajahnya saat melihat pria yang selama ini dia kenal mengenakan toxedo putih dia benar-benar ribuan kali lebih tampan dari sebelumnya ditambah senyum yang sangat jarang dia lihat sejak tadi bertengger di wajah tampannya.
Tidak ada akad lagi karena Bella dan Dirga seminggu yang lalu telah melakukan akad nikah di kediaman Abraham. Setelah sampai didepan Dirga, Zain melepaskan tangannyanya kemudian mengecup kening putrinya.
"Semoga bahagia sayang"
Sebelum Zain turun dia menepuk pundak menantunya itu. "Buat dia menjadi wanita yang paling bahagia didunia"
Tatapan mata Dirga menjawab segalanya.
Kedua mempelai saling berhadapan mengikrarkan janji suci di hadapan Tuhan dan kedua pihk keluarga. sejenak Dirga menarik nafas dan menatap wajah istrinya begitu dalam lalu memasangkan cincin menjadi pengikat hidup mereka. Begitupun Bella yang juga memasangkan cincin di jari manis Dirga.
Dengan lembut Dirga mengecup kening istrinya dan turun menuju bibir Bella meninggalkan kecupan diasana.
"Kali ini aku akan menahannya" Bisik Dirga
Ada senyum tertahan di wajah Bella, dia begitu malu sangat malu
Disudut ruangan Ken terus menatap adiknya yang sejak tadi tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Tuan apa ada yang menganggu anda?" Ken membalikkan badannya menatap sipemilik suara itu
"Apa pernikahan seindah itu? Lihat! Sejak tadi mereka berdua terus tersenyum dan saling berpegangan tangan seakan tidak ingin dipisahkan."
Tunjuk Ken dengan wajahnya.
Aiden ikut menatap pasangan baru itu. "Pernikahan akan mengajarkan kita tentang saling mengerti, kebersamaan dan saling menerima kelebihan maupun kekurangan Tuan. Menikah dengan seseorang yang kau cinta juga akan membuatmu bertahan dan berjuang sebisa mungkin demi kebahagaiaannya."
Ken perlahan mendekat kearah Aiden. "Kau sepertinya sangat mengerti tentang cinta dan pernikahan, lalu kenapa sampai sekarang kau masih sendiri Aiden?"
"Hem?"
"Aku bertanya, kenapa kau tidak menikah Aiden?"
"Khemm... Aaah, kenapa tenggorokanku sangat gatal?" Aiden langsung meninggalkan Ken disana.
"Aahhh sepertinya aku butuh segelas air" Ucapnya masih mengalihkan pembicaraan
"Yang kau butuhkan menjawab perntanyaanku Aiden!"
Tiba-tiba langkah kaki Aiden terhenti begitupun dengan Ken.
"Tuan, anda kenapa?" Tanyanya pada Zain
"Papi!" Seru Ken.
"Mami kenapa dengan papi?" Tanya Ken begitu khawatir.
__ADS_1
Dewi mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban.
"Ahh... Papi sedih karena Bella menikah? Jangan sedih papi aku masih disini bersama papi."
Zain mengangkat wajahnya. "Maka dari itu papi sedih, adiikmu sudah menikah dan kau memiliki kekasih saja tidak punya."
"Wah pap.."
"Kenapa? Apa papi salah?" Potongnya "Cukup Aiden dan Fredi memilih jalur sesat itu kau jangan Ken."
"Ma.. Maaf tuan jalur sesat, Ini pencemaran nama baik namanya." Sanggah Aiden
"Apa aku salah? Kalau begitu ayo, aku akan menikahkan mu malam ini juga." Mata Aiden membulat sempurna ditambah saat ini dia sudah tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman Zain.
"Maaf tuan bukannya tadi kita membahas tentang tuan Ken? Kenapa yang jadi sasarannya saya Tuan?"
"Itu karena kalian berdua sama." Hening, tak ada satupun dari kedua pria lajang itu bersuara.
"Ken, temui papi besok di kantor!"
"Siap bos!" Sorak Ken penuh semangat.
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekuranga
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1