
"Cepat selesaikan pemotretan di Pulau ini, aku ingin segera menemui kekasihku Heina"
"Kau jangan cerboh Alexa Bisa-bisa karir mu akan hancur, jika kau seperti ini"
"Aku tidak perduli aku hanya ingin bertemu Zain dan menikah dengannya, kau fikir kenapa aku langsung setuju dengan tawaran ini ha?" Alexa kian mempercepat langkahnya menuju mobil. Heina hanya menggelengkan kepalanya
…
*
*
*
"Izinkan aku kekantor Zain" Rengek dewi setelah memasangkan dasi suaminya, dia memeluk pinggang zain lalu kakinya dia injak mereka seperti sedang berdansa
"Tidak. Kau tetap dirumah ! Nikmati hasil kerjaku untuk siapa aku bekerja kalau bukan untukmu?"
"Tapi aku akan bosan jika dirumah terus"
Zain menangkup kedua pipi istrinya kemudian mencium seklilas bibir merah itu.
"Bagaimana kalau kalau kita punya baby, kamu tidak akan bosan lagi "
Dewi membulatkan matanya dia tidak berfikir sampai mempunyai baby memang belakangan ini Zain sangat baik padanya, dia juga sangat lembut jika melakukannya. Tapi sesuatu yang menjadi beban gadis itu saat ini, bagaimana jika dia meninggalkanku dan kembalo bersama Alexa ? Bagaimna jika dia memisahkanku dengan anakku? Aku tidak akan sanggup menghadapinya
"Kenapa diam? Apa yang kau fikirkan?" Zain membuyarkan lamuan Dewi.
Dewi tersenyum kepadanya kali ini senyumnya berat memikirkan zain menginginkan Anak darinya.
" Tidak.. "
"Apa yang tidak hem? Beritahu aku!" Zain mendekatkan wajahnya semakin dekat hingga gadis itu menahan nafasnya.
"Kau ini kenapa?" Dewi mendorong tubuh kekar itu sangat kuat hingga sedikit menjauh
"Aku hanya ingin melihatmu dari dekat sayang apa itu tidak boleh?" Zain kian mendekatkan wajahnya ingin mengecup lagi bibir istrinya, tiba-tiba Alea masuk begitu saja sontak membuat Dewi mendorong kuat tubuh Zain. pria jakung itu hampir tersungkur ke lantai
"Ups... Apa aku menganggu kalian?"Tanya Alea seraya membalikkan badanya
"Al kau bisa mengetuk pintu dulu?"
"Aku sudah menunggu dibawah selama sejam setengah kak dan kalian tidak turun-turun"
"Ayo kita turun" tanpa fikir panjang lagi Dewi menarik tangan Alea
"Sayang.. Bagiamana dengan yang tadi?" Teriak Zain menggoda istrinya, dewi melemparkan tatapan tajamnya.
__ADS_1
#
"kamu kenapa pagi-pagi kesini?" Tanya Zain yang batu saja ikut bergabung dimeja makan.
"Pertama aku ingin menculik kaka ipar lalu menyuruhnya meneraktirku. dan yang kedua mami menyuruh kak Zain ke rumah"
"Kau kan kaya alea, bukannya kamu yang sering meneraktirku? Apa sekarang kau bangkrut?"
"Apa kau tidak sadar sekarang kau lebih kaya dari aku Wii, kakakku pria kaya memiliki banyak uang dan sekarang kamu adalah istri pria kaya itu" Jelas Alea
"Ahhh..."
"Bahkan uangku tidak ada apa-apanya dibanding uangmu saat ini."
"Sayang pergilah dengan Alea ! setelah pulang kantor aku akan kerumah mami menjemputmu". Zain memotong perdebatn kedua gadis yang sering membuatnya skait kepala.
"Iya, kamu hati-hati ya!"
"Hemm..." Zain yang ingin mencium istrinya harus terhenti
" Ekhemm.. Ingat aku masih anak dibawah umur kak"
Zain memutar paksa tubuh Alea membelakanginya lalu mendaratkan ciuman mesra dibibir istrinya.
"Aku pergi ya" Zain mengusap lembut bekas ciumannya dibibir Dewi yang terlihat sedikit basah karena ulahnya. Siapa yang tidak jatuh cinta diperlakukan semanis itu?
......................
"Ini sudah empat bulan kalian menikah. Kalian tidak menundanya kan?"
"Tentu tidak mami, kami sedang dalam proses pembuatan. Ya kan sayang?" ucap zain merangkul mesra tubuh istrinya.
"Mami sudah tidak sabar menantikannya"
Hati Dewi seperti tersengat listrik mendengar keinginan Zain dia lihat wajah itu penuh harapan, namun rasa takutnya masih sangat besar terngiang kembali awal pernikahan merek. Pria itu akan menceraikannya dalam waktu setahun, pria itu juga sudah memiliki wanita yang dia cintai bagaiman jika mereka bersama kembali?
"Ini hadia dari mami dan daddy" prima memberikan tiket bulan madu untuk mereka "Kalian belum pernah bulan madu kan?" Lagi-lagi Dewi diam tidak tahu harus bagaimana.
"Mami aku sudah merencanakannya. Minggu depan aku akan membawa istriku bulan madu!"
Prima tersenyum kemudian dia mengeluarkan kotak perihiasan berwana pink bertabur tiara diatasnya, dengan pelan Prima membuka kantong kain hitam lalu menegeluarkan sebuah kalung berlian putih kemudian meletakkannya diatas kotak perhiasan itu.
"Mami ini sangat cantik" ucap dewi.
"Ini untuk mu sayang satu-satunya didunia karena mami sendiri yang mendesinnya. Coba lihat bahkan disana ada nama kamu dan zain, saat mami membuatnya mami memanjatkan lantunan doa berharap kalian bisa selamanya bersama mengarungi behtera rumah tangga, melewati badai kehidupan bersama teruslah baghagia sayang"
Dewi memeluk tubuh Prima sangat erat, rasa sayangnya pada keluarga barunya teramat besar, buliran air mata jatuh membasahi pundak mertuanya. Inikah takdir tuhan pilihkan untukku aku sangat menyayangi mereka dan pada akhirnya Pria yang saat ini aku cintai masih menyimpan nama wanita lain dihatinya akan meninggalkanku apa aku siap? aku terlanjur menyayangi mereka .
"Kenapa kamu menangis sayang? Apa mami menyinggung mu?"
__ADS_1
"Tidak mi. Aku sangat bahagia, aku seperti wanita paling beruntung didunia mendapatkan cinta kalian"
"Mami juga beruntung mendapatkan menantumu cantik sepertimu"
"Dia tidak hanya cantik mami dia juga sangat baik" Zain menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya, "Dia juga pandai berdebat mami bahka aku pernah melihat dia menyiram pria breng*ek di lobi hotel" Dewi mengertukan keingnya heran lalu mencubit perut zain "Aww.. lihat mami dia sedikit menakutkan"
Terimakasih Tuhan kau mengirim bidadari cantik yang mampu meluluhkan hati putraku.
"Ouh iya zain mami mau kasi kamu ini" prima menyodorkan sebuah jamu zain tahu hanya dri bungkusnya "Ini agar kamu tahan kalau lagi sama istrimu" Dewi sontak membulatkan matanya dia paham arah pembicaraan ini terlebih melihat pembukus jamu-jamu itu.
Dari mana mami mendapatkan benda aneh itu ? Lalu untuk apa? Beberapa kali kami melakukannya aku selalu dibuat kewalahan karena putramu mami.
Tentu ide prima ini karena kesalah pahaman via telepone kemarin.
"Mami.. ini untuk apa..? tidak ini untuk siapa" Tanya Dewi
"Ini untuk suami mu sayang, terakhir kali mami de... ahh tidak maksud mami agar suamimu lebih tahan kalau lagi itu sama kamu"
"Mami kau ini kenapa?" Zain melirik istrinya " Sayang apa durasinya kurang" Dewi menggeleng cepat dia terlihat khawatir
Kau tidak minum saja aku kewalahan bagaiman kalau minum? Remuk adek bang 🥺
Zain kemudian berdiri menarik istrinya meninghalkan Ruang keluarga
"Kalian mau kemana kok mami ditinggal sendiri?"
"Bagaimana membuatkan mamo cucu kalau menahanku disitu?" Dewi mencubit perut suaminya "Lihat bahkan istrku sudah sangat tidak sabar" goda zain kemudian mengangkat tubuh dewi ala bride stily
"Aa.. Zain turunkan aku aku benci diangkat seperti ini" Ucap dewi sedikit berbisik. tidak diperdulikan oleh Zain dia tetap menggendong istrinya.
"Dasar anak nakal" Prima, terlihat bahgia melihat sikap Zain sudah lebih hangat dari sebelumnya
"Sayang apa aku melewatkan sesuatu? Sepertinya kamu sangat bahagia" ucap roger baru saja tiba dari kantor
"Sebentr lagi kita punya cucu dari Zain sayang"
"Hmmm... Ngomong-ngomong soal cucu, bolehkan aku mendapatkannya malam ini?"
"Kamu ini tidak ingat umur"
"Sayang.. Ayolah seminggu aku sudah libur, kau tidak kasihan dengan juniorku?" Roger kini sudah berpindah disisi prima kemudian memeluk mesrah pinggang istrinya
"Roger lepaskan bagaiman jika Alea melihat ?" prima kemudian melepaskan pelukan roger dan beranjak dari duduknya roger terlihat lemas tersandar di sofa dia mengendorkna dasinya
"Kenapa diam?" seketika roger berbalik melihat istrinya "Bukannya mau?" Dengan semangat 45 pria jakung yang usianya sudah tidak mudah lagi menyusul istrinya kekamar
Bersambung....
**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰
__ADS_1
etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**