
"Ya ampun By, belum siap juga?" Runtuk Dewi melihat Zain masih memakai baju tadi pagi.
"Mau kemana sih yank?" Tanyanya tetap melihat kearah TV
"By... Kan sudah janji antar aku ke mall besok Alea ulang tahun."
"Aku udah nyiapin hadiahnya yank.. Jadi kamu tidak perlu membeli apa-apa lagi"
"Itu hadiah kamu bukan hadia aku. Ya sudah kalau kamu tidak mau antar aku, aku bisa minta Fredi mengantar ku kok"
"TIDAK... Tunggu!!! Aku ganti baju dulu ya sayang " Zain langsung berlari menuju lantai atas.
Zain memakaikan istrinya masker, kacamata, dan topi lebar ala pantai. Dewi dibuat tidak percaya dengan kelakuan aneh Zain.
"Sudah..."
"Apa ini? Kita mau ke mall, bukan pantai by"
"Aku melakukannya agar tidak ada yang melihat kecantikan mu sayang, aku tidak mau berbagi dengan mereka"
Dewi memutar matanya jengah dia tidak masalah dengan masker dan kacamata ini. tapi topi lebar ini benar-benar menganggu.
***
"Yank hati-hati, kamu sedang hamil." Pinya Zain menahan tangan Dewi agar tidak terlalu cepat berjalan.
"Ups.. Aku lupa by"
Zain dibuat lelah melihat istrinya hanya keluar masuk toko tanpa membeli aapun, dia hanya melihat lalu keluar lagi.
"Yank kenapa kau tidak membelinya?" Tanya Zain
"By... Ini lah seninya kalau kita jalan-jalan tidak semua yang kita lihat akan dibeli." ucapnya menarik tangan Zain ke toko selanjutnya, untuk membelikan Alea hadia.
__ADS_1
Dari sekian banyaknya hadia yang Dewi ingin belikan untuk Alea, dia jatuh cinta pada sebuah kalung. Seingatnya dia pernah ingin membelikannya untuk Alea, tapi karena saat itu keuangnnya terbatas Dewi belum sempat membelikannya.
"Nona tolong kalung ini" Pintanya.
"Kamu mau makan apa By?" ucap Dewi melihat menu yang ada di depannya.
"Aku tidak lapar Sayang. kamu saja yang makan" ucapnya sambil mengelus lembut pucuk kepala istrinya
"Yakin..?" Zain mengangguk mengiyakan.
"Mbaa aku pesan soto ayamnyaa satu, nasi liwet satu, sate ayam juga satu, minumnya jus jeruk sama air mineral satu" ucapnya pada pelayan itu
"Yank kamu yakin bisa habisinin itu semua?"
"Tentu, mana tau Alea tiba-tiba datang, dia itu seperti hantu makanan dia selalu datang disaat seperti ini."
"Siapa yang hantu makanan?" Ucap seorang gadis sanagat familiar ditelinga Zain.
"Apa yang kalian bisikkan?" sSelidik Alea, dia menyipitkan matanya.
"Tidak ada Al.. Kau disini bersama siapa?"
"Aku bersama..." Ucapannya terputus ketika Rapael sudah di depannya.
"Selamat sore Nyonya Dewi, tuan Zain" ucap Rapael menundukkan kepalanya, Alea menggeser dirinya memberi tempat untuk kekasihnya
"Selamat sore Rapael..." Sapa dewi.
" Apa kalian...? " Dewi menaik turunkan alisnya. membuat pipi Alea merona.
"Kapan...?" Tanya dewi lagi namun tidak sempat dijawab Alea ketika pelayan itu sudah menyiapkan makanannya. "kalian sudah pesan?" tanya dewi mulai memakan satenya
__ADS_1
"Sayang... Jangan bicara jika sedang makan!"
"Mba tambah nasi hainan ya, terus ayam geprek lefel 5, sama mi goreng pedas, minumnya es teh." Ucapnya membuat Zain dan Rapael melirik Alea dengan tatapan tidak percaya.
"Kenapa? Kamu pesan apa?".
"Aku minum saja sayang." Panggilan sayang itu membuat Dewi dn Zain saling menatap.
*
*
*
Alea Baru saja bangun dari tidurnyA, dia melirik jam tergantung dikanarnya sudah pukul tujuh lewat dua menit. sejak semalam dia menunggu kejutan ulan tahun dari orang tuanya dan kakaknya tidak kunjung datang. terlebih dari kekasihnya ucapan pun tidak ada. dengan langkah malas dia menuju kamar mandi.
"Mami... Daddy..." teriaknya ketika dia menurungi anak tangga "Kok sepi kemana semua pelayanan di rumah ini?" ucapnya heran dia menuju meja makan namun tidak ada apapun disana membuat moodnya benar-benar kacau. "Bibi Merry kenapa tidak ada sarapan?" teriaknya namun tidak ada yang menyaut. tiba-tiba lampu padam sukses membuatnya meloncat keatas Kursi alea juga takut akan kegelapan.
"SELAMAT ULANG TAHUN" lampu disemua sudut ruangan menyala... "EAAAHHH-HHH.." Terika Alea kes
" Kau kenapa Alea?" Tanya prima menghampiri anaknya
"mami jahat... kalian jahat, sejak semalam aku menunggu kejutan tapi tidak ada" Sungut Alea kesal.
"Sudah tidak perlu menangis, tiup lilinnya dulu" Ucap dewi saraya menyodorkan kue ulang tahun coklat penuh dengan lilin.
"Selamat ulang tahun sahabaatku Alea.." ucapnya memeluk tubuh Alea penuh kasih " ini untukmu! " Dewi memberikan kotak kecil ke Alea "Buka donk" dengan semangat alea membukanya.
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
__ADS_1
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**