
alea tersenyum melihat hadia yang diberikan sahabatnya dia menatap dewi dengan penuh haru, dulu dia ingat ketika mereka jalan ke Mall bersama, alea hanya iseng mengatakan jika ingin kalung ini.
"aku tau kau akan memberikan ini padaku" ucap alea. dewi mengerutkan keningngnya "beberapa minggu lalu aku lewat ditoko itu, kalungnya masih ada, kemarin aku kembali ternyata sudah terjual, kata penjualnya seorang wanita muda yang sedang hamil besar baru saja sudah membelinya. dan aku langsung berfikir itu kamu" jelasnya
"maaf baru sempat membelikan mu, dulu uangku tidak pernah cukup" ucap dewi
"tapi sekarang kau bisa membeli ratusan kalung seperti ini" ucap alea membuat dewi tertawa lalu dia menarik tubuh kaka iparnya dalam pelukan " terima kasih Wii... kau berada disini menjadi keluargaku adalah kado paling luar biasa"
mereka melanjutkan acara makan-makan diseling candaan hangat.
*
rapael dibuat tegang ketika berhadapan dengan ayah dan kaka alea. Zain dan Roger menatap tajam Rapael, tubuhnya sudah sedingn Es batu namun tetap mengeluarkan keringat. wajahnya terlihat pucat, sudah dua puluh menit berlalu alea belum juga turun.
"jadi kamu rapael? mau mengajak anak gadis saya keluar?" selidik roger
"iya Om... maksudku Tuan.." ucapnya, roger kian menajamkan Tatapannya membuat Rapael semakin gugup. Dewi bergabung dengan mereka bertiga diikuti pelayan dibelakangnya membawa minuman
"silahkan diminum rapael" ucap dewi. dengan cepat rapael mengambil secangkir teh itu agar mengurangi rasa gugupnya.
"ahh... panas ucapnya" menatap kedua pria didepannya yang nasih menatapa tajam dirinya. tak lama kemudian Alea turung dengan senyumnya Rapael dibuat terkesima akan kecantikannya.
"daddy, kaka. jangan terlalu kejam kepadannya..!" ucapnya alea berdiri disisi Rapael "Ayo..!"
"Om.. Kak zain kami pergi dulu!" ucap rapael sopan.
"daddy aku jalan ya" ucap alea seraya mencium kedua pipi daddy dan kakaknya.
"Hati-hati Al" uca dewi mengantar kepergian Alea.
dimobil alea menatap Rapael wajahnya masih pucat, keringatnya pun masih terlihat jelas di jidatnya.
dengan penuh kasih alea melap keringat itu dengan tissu
__ADS_1
"terima kasih sayang" ucap rapael mencium tangan alea
"kita mau kemana Rapael? ucap alea. tiba-tiba rapael menghentikan mobilnya, ia pun menatap alea
" Bisa tidak panggil Aku sayang, baby, atau semacamnya" ucap rapael
"aku masih malu Rap..."
Cup... rapeal mencium bibir alea, mendapat serangan tiba-tiba alea mematung jatungnya berdegup kencang, sangat jelas aroma nafas kekasihnya menerpa kulit wajahnya. rapael melepaskan kecupannya lalu melap bibir alea yang sedikit basah karena ulahnya
"Kenapa malu? aku kekasihmu sekarang" ucap rapael melanjutkan laju mobilnya. alea masih mengatur detak jantungnya. ini ciuman pertamanya,
*
*
*
Diruangan Dokter marta. Zain, Roger, dan prima sangat antusias ingin melihat cucunya. dokter marta tersenyum melihat tingkah lucu kedua calon nenek itu.
"lalu jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki dok?" tanya prima
"bayinya Laki-laki Nyonya abraham" seketika membuat Roger dan Zain saling berpelukanan. prima dan menatap kedua pria dewasa itu.
"kalian kenapa?"
"akhirnya ada yang menemaniku main basket, karena sudah ada aurelia mengajakku pesta teh.." ucap roger penuh bahagia
"benar daddy... setelah main basket bersama anakku kita akan pesta teh lagi" ucap zain. membuat ketiga wanita itu menatap tidak percaya melihat tingkah konyol kedua pria itu..
setelah selesai pemeriksaan Mereka berempat melangkah meninggalkan rumah sakit. di lobi mereka bertemu dengan Primus dan devika karena menang sudah memasuki waktu istirahat.
"tante prima"
__ADS_1
prima menatap devika mencoba mengimgat gadis didepannya.
"kamu devika kan, teman Zain" ucap prima.
"iya tente, ternyata masih ingat aku." devika melirik zain dan dewi yang berada di belakang prima "habis ketemu adik bayi ya?" ucap devika yang diangguki prima. sedangkan roger sedang asik bicara dengan Primus.
"Mommy aku diluan, istriku belum makan siang" ucap zain. devika menatapnya dengan senyum.
"Iya nak. hati-hati! mommy akan menyusul."
Zain memasangkan sabuk pengaman untuk istrinya. notif banking zain berbunyi dia melihat ada sejumlah transferan uang masuk direkeningnya. lalu sebuah pesan masuk.
Daddy...
"jangan senang dulu, itu bukan untukmu Boy! itu untuk menantu dan cucuku belikan semua makanan yang diinginkan istrimu boy!"
zain tersenyum melihat pesan daddynya.
"ada apa By?"
"daddy mengirimkan mu uang Sayang, agar aku membelikan mu makanan yang banyak" ucap zain mulai melajukan mobil sport miliknya
"Ahh.. nanti aku akan berterima kasih kepada daddy"
*
*
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
__ADS_1
satu lagi jejak 👍 ❤**