Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 55


__ADS_3

Di cafe terbesar di pusat kota, Max duduk menyilangkan kaki sesekali dia melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah dua puluh menit berlalu namun orang yang dia tunggu takkunjung juga datang.


baru saja dia ingin meninggalkan kafe itu, seorang wanita dengan langkah tegas namun tetap anggun menuju kearahnya.


"Apa aku membuatmu menunggu sangat lama Max?" ucap Alexa, seraya melepas kacamata hitam brand Gu**i


"Tidak perlu basa basi Lexa, aku tidak ada waktu untuk itu!"


"Max, apa kamu tidak merindukan ku?"


Max tersenyum sinis "Alexa aku sudah tidak tertarik lagi padamu ! Bukannya tempo hari sudah ku katakan? Aku hanya memanfaatkan mu untuk menghancurkan Zain."


Sialan kau max. Gara-gara aku percaya padamu aku kehilangan Zain.


"Kalau begitu ayo hancurkan Zain..!" Max mengerutkan Dahinya " Kau hancurkan Zain sehancur-hancurnya... Lalu aku akan jadi penyelamatkannya dan dia kembali padaku."


"aku akan membantumu mencari identitas istrinya.. kata Aiden Zain sangat mencintai istrinya, kau bisa menggunakan itu untuk menghancurkannya kan. Lalu aku mengambil kembali milikku"


"Aku tidak butuh batuanmu Alexa.."


"Hahaha jangan bohong Max selama ini kau masih ditempatmu duduk menyaksikan kebahagiaan Zain bersama istrinya sedangkan dia sudah menghancurkan cintamu kan"


Ada amarah dimata Max medengar ucapan Alexa barusan, bagaimana dia tahu hubungnnya dengan zain.?


"Aku tahu Zain membawa kabur calon istrimu."


"ALEXA..! janga ucapanmu"


Dengan santainya mengambil kembali kacaamatanya kemudian beridiri... "Pikirkan baik-baik Max.. Kau masih menyimpan nomorku kan?" Alexa meninggalkan Max. amarahnya kian membuncah hingga gelas didepannya menjadi pelampiasan.


...----------------...


Karena bosan dirumah dewi memutuskan jalan-jalan ke mall, meski harus berdebat hebat dengan Zain dan pada akhirnya kemenangan ada ditangannnya.

__ADS_1


"Erika" Teriak Dewi, dengan langkah sedikit tergesa dia menghampiri Erika " Aku kangen, kamu apa kabar?"


" Dew ah tidak... Nyonya Muda Abraham saya baik-baik saja"


"Ishh.. Kamu ini, jangan berlebihan deh"


"Hahah, ngomong-ngomong disini sudah ada tuan Zain junior belum? Erika menyentuh dan mengelus perut Dewi


" Masih nyicil Rik doain saja" Dewi melirik kesna kemari seperti mencari sesuatu " Kamu sendiri?"


"Iya mau sama siapa lagi? Kamu sendiri sama siapa kesini?"


"Ada kok tapi sama teman suamiku. Heheh hebatkan aku jalan sama teman suamiku" Yang dimakaud dewi adalah si-Fredi


"Rik ikit aku yuk...!" Tanpa menunggu persetujuan Erika, Dewi menriknya ke salah satu outlet brand terkenal


"Ngapain kita kesini Wi?" Erika heran ini pertama kalinya dia


Dewi menunjuk beberapa heilss dan pantoupel yang kira-kira cocok untuk Erika..


"Kamu coba ya Rik"


"WII disini mahal-mahal, aku akan terima apapun yang kau berikan tapi tidak dengan ini Wi, kita ke bagian yang diskon saja ya!"


"Ushh... Diem nggak! Mba bantu teman saya ya mencobanya!"


"Wii.."


Beberapa separtu dan heilss Erika coba, dia jatuh hati pada heilss hitam brand D**r. ada ragu dihatinya apa boleh dia seperti ini? Mata Erika terbelak melihat tag harga sendal itu


"Mba tolong ya bungkus semua yang mba ini coba.!"


" Tidak perlu Wii.. Kamu apaan sih? Erika memutar lehernya melirik PSG sexi di belakangnya. "Nggak usah mba, temen saya ini suka aneh-aneh"

__ADS_1


"Cukup yang ini, aku tidak suka yang lain. aku hanya ingin ini."


"oke-oke, mba yang ini ya" kemudian dia juga menunjuk sebuah tas yang tidak terlalu besar untuk di pack "sama yang itu tolong ya"


"ini totalnya Nona" ucap kasir itu memperlihatkan jumlah tagihan dewi menghampiri tiga ratus juta.


"wii tidak usah ya kita beli yang lain saja ini terlalu mahal, ini mah bisa buat rumah wiii"


"kau mau aku belikan rumah?"


"bukan begitu.. maksudku belanjaan kita seharga rumah di kompleks A"


dewi menyodorkan kartu Black card milik suaminya, itu membuat erika terdiam


"kalau punya teman kaya dimanfaatin Rik" ucapnya sedikit tertawa " ini tidak seberapa dibanding waktu aku hidup susah, kamu ingat kan waktu pertama kerja di toko kamu paling baik sama aku, terus malam itu aku kelaparan kamu datang ke kos ku bawain nasi goreng, aku sakit kamu datang bawain obat, ini tidak seberapa rik dibanding waktu itu, andai waktu itu kita tidak kenal aku tidak tahu aku bagaimana sekarang. aku selalu berjanji dalam hidupku jika aku diberi kesempatan aku akan membalas kebaikan mu.. anggap saja sekarang aku membalas semuanya.."


erika lalu memeluk dewi tanpa dia sadari butiran bening di matanya lolos begitu saja. bukan hanya mereka berdua merasakan haru, nona kasir pun ikut meneteskan air mata. melihat pertemanan merka berdua..


"jadi suatu saat kamu kesusahan hubungi aku.. mungkin aku tidak bisa membantumu seutuhnya tapi aku bisa meringankannya," erika masih menunduk air matanya masih menetes


"sudah jangan menangis, ayo selesaikan ini aku juga ingin membelikan suamiku hadia!"


setelah semua selesai Erika dan dewi berpisah. karena sekarang waktu sif erika di toko beuty net. langkah gadis itu terhenti ketika dia melihat dasi yang menurutnya sangat cocok di Zain


"Nona tolong berikan aku dasi ini..!" ucap dewi berbarengan dengan seorang gadis di sampingnya.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*


satu lagi jejak 👍 ❤**

__ADS_1


__ADS_2