Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 90


__ADS_3

"Lalu bagaimana denganku HA...? kau merebut elisa dariku. bahkan malam itu kalian keluar dari hotel milikmu"


ucap max sudah berurai air mata dia pria namun menangis itu bukti sakit yang selama ini dia pendam.


"awalnya aku tidak terlalu memikirkan malam itu, mungkin kalian tidak sengaja bertemu karena hotel itu milikmu. paginya Elisa datang menemuiku, dia ingin membatalkan pernikahan kami yang tinggal beberapa hari lagi. aku masih menerimanya mungkin dia masih belum siap menikah diusianya kala itu masih muda. tapi saat dia mengatakan jika dia mencintaimu, saat itu juga aku kecewa denganmu aku marah padamu, pada kalian yang menghianatiku" ucap max dengan emosi membuncah. bertahun-tahun akhirnya luka itu kembali dia buka.


trown back 5 tahun yang lalu


Dihotel milik Zain, Elisa begitu serius dengan apa yang pria paruh baya dengan kacamata Bulat di matanya katakan. Sesekali Elisa menghembuskan nafasnya berat , wajahnya terlihat begitu pucat.


"Elisa, baiknya kamu ikut dengan ku ke korea, alat disana akan membantumu lebih baik" ucap pria itu


"Tapi tidak menyembuhkan ku kan Mr. Park? ini kangker stadium akhir bahkan sudah menjalar ke organ dalam ku. biarkan aku disini"


"Elisa... kau sangat keras kepala"


"elisa kau sakit?" suar boriton itu membuat kedua orang beda usia menatapnya


"Zain..." wajah Elisa kian memucat dengan kehadiran Zain disitu. Zain lalu duduk menatap elisa dan Mr. park "Zain kumohon jangan bertahu max apapun tentang ini. dia akan cemas, kumohon! aku tidak ingin dia terluka" ucap Elisa yang sudah berurai Air mata.


"Kalau begitu saya pamit Elisa, Tuan Zain. Untukmu Elisa kau harus segera dirawat, hubungi aku secepatnya aku akan mempersiapkan segalanya." ucapnya. menunduk hormat sembari meninggalkan mereka berdua.


"Elisa. Max harus tahu keadaan mu kalian akan menikah"


"tidak Zain... aku takut dia akan terluka, kumohon jangan bicara apapun padanya"

__ADS_1


"Elisa.."


"Zain... baik! aku sendiri akan memberitahunya..."


"oke.. tapi kau harus janji Memberitahunya Elisa, bagaimanapun dia calon suamimu dan sangat mencintaimu." ucap zain seraya pergi, elisa pun ikut meninggalkan lobby itu, namun kepalanya sangat sakit dan hampir ambruk. Zain langsunh memegang kedua bahunya.


"Kau tidak apa?"


"Iya.. antar aku kemobilku, supirku menunggu disana.!" Ucap Elisa. Zain menuntun Elisa ke mobil tanpa ia sadari max tidak sengaja melihat mereka.


Tanpa sepengetahuan Zain, elisa mengatakan pada max jika dia mencintai zain. membuat max dendap padanya tanpa tahu kebenarannya.


*


*


*


Zaim berbalik kearah istrinya yang sudah berurai air mata menatapnya, gelengan kecil mengisaratkan jangan membunuhnya kumohon


"Berterima kasih kepada istriku max berkat dirinya kau selamat malam ini." ucap zain melempar senjata ditangannya.


"Satu hal lagi yang perlu kau tahu max. Elisa tidak pernah menghianatimu dia sangat mencintaimu, bahkan disaat-saat terakhirnya dia masih mencarimu max." ucap zain menatap wajah max terlihat menyedihkan


"Apa maksudmu Zain, kau pasti berbohong"

__ADS_1


"MAX... aku tidak se-gila itu harus berbohong padamu. aku tidak menyangka Elisa mengatakan padamu jika dia mencintaiku awalnya aku tidak setuju, tapi saat itu keadaannya kritis." zain menahan nafasanya pada akhirnya dia melemparkan pedang itu kejantung max. Max mematung mendengar pengutaraan zain


"kau ingat dia menghubungimu ratusan kali tapi kau menolaknya. pada hari dimana kau meninggalkan negara ini, Elisa Sudah tidak bernyawa lagi max, dia menunggumu datang menemuinya." ucap zain. "dia terus menunggu, memanggil namamu tapi kau meninggalkannya max. dan ketidak berayaanku tidak bisa memenuhi permintaan terakhirnya memabawamu padanya" Suara Zain bergetar tak hentinya menyalahkan dirinya.


"ku harap ini terakhir kalinya aku berurusan dengan mu max." ucap zain seraya meninggalkan Max yang masih mematung


Max mennatap punggung Zain tidak percaya pada kenyataan , dunianya seakan runtuh mengetahui semuanya , dia menolak kebenrann ini tapi hatinya tak dusta. ini menyakitkan tapi bukan luka, dia kecewa tapi bukan tentang kepercayaan, air matanya menetes melupakan jati dirinya dia pria. Malam pun ikut membisu akan pedih yang menggejolak di hatinya.


"Elisa... maafkan aku, aku mencintaimu maafkan aku" beribu kata maaf pun tidak berguna saat ini, gadisnya telah pergi kemahliga abadi yang tak pernah bisa ia gapai lagi.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*


satu lagi jejak 👍 ❤**


Elisa



max


__ADS_1


__ADS_2