Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 66


__ADS_3

Zain menuntun istrinya memasuki rumah utama, disana sudah ada kedua orang tuanya dan Alea.


"Sayang kau baik-baik saja kan?"


"Iya ma, maafin aku ya buat kalian semua khawatir."


"Daddy akan membuat perhitungan kepada Zain jika membuatmu terluka lagi nak."


"Aku hampir menjadi orang paling jahat. Maafkan aku Wii. kau tidak perlu khawatir, jika kak Zain melukaimu aku akan memberinya pelajaran.!" Tutur Alea menatap tajam kearah Zain.


***


"Yank..." Ucapnya.


"Hemmm... Apa By," Jawabnya tampa beerpaling, .


Perlahan Zain mendekatinya lalu memeluk tubuh mungil itu dari belakang.


"By, badan mu masih basah,.. lihat ini !Air dikepalamu juga menetes" Ucapanya kesal


Zai membaringkan tubuh Dewi dalam satu hentakan.


Mata Dewi membulat kaget mendapat serangan tiba-tiba dari suaminya, ini sering terjdi tapi Dewi masih segugup ini, sentuhan lembut tangannya menyentuh kulit wajah dan mengitari bibir keciknya dengan telunjuk.


"Kenapa kau semakin cantik?". Suaranya terdengar begitu berat seprti menahan sesuatu, Jantungnya mulai bedetak tidak karuan menerima sentuhannya yang sudah menjelajah dileher.


"Itu karena aku milikmu Tuan Abraham.."


"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi sayang"


Zain mendaratkan ciuman lembut lama kelamaan menjadi ******* yang menuntut, Zain mengenggam tangannya mengisi sela jari Dewi yang kosong, deru nafasnya kian memburu, Dewi mulai terbuai Zain sangat pandai membangkitkan gairah gadis itu.


Tetesan peluh mengalir dikulit mulus Zain dia megang kendali atas tubuhnya, Dewi hanya bisa pasrah dibawah kukungannya, apa lagi ? Bukan kah ini haknya dan kewajiban seorang istri melayani dengan segenap jiwa.


Kepalanya mendongak keatas bersamaan dengan matanya tertutup takkala pelepasan itu seakan menenggelamkan sukmanya.

__ADS_1


Zain berbaring disamping istrinya memeluk penuh kasih, dia merasakan deru nafas istrinya mulai teratur Dewi tertidur etelah perlukatan


panas itu terjadi.


dari luar sana terdengar ketokan pintu, zain bangkit memungut handuknya dia lingkarkan dipingganya..


"Dadd, ada apa?"


"kau sudah selesai?" ucap roger dengan senyum tertahan. "Ajak istrimu makan malam, mami sejak tadi sudah menunggu." zain mengangguk lalu dia kembali kedalam kamar memakai pakaian lengkapnya.


" Dimana Istrimu Zain? Kenapa kamu turun sendiri?" Tanya Prima saat melihat Zain turun seorang diri.


"Dewi sudah tidur mi, dia kelelahan"


" Kamu yang buat dia kelelahan zain" Ledek Roger. Prima menyenggol lengan suaminya agar berhenti menggoda anaknya.


"Aku pulang" Teriak Alea baru saja tiba. "kemana kaka iparku? jangan bilang kakak membuatnya bersedih lagi, atau mengusirnya, atau jangan-jangan..."


platak zain menyentil kuat kening aleaa "Awwww... sakit kak Zain" Rengek Alea mengelus keningnya yang sakit. "Mami apa benar kak zain ini saudara kandungku? Dia terlihat seperti kaka tiri."


"Kalian ini, tidak baik berkelahi didepan makanan... Alea kamu duduk" Ucap Prima sedikit meninggikan suaranya. Alea melangkah menuju kulkas mengambil sekotak salad buah lalu duduk didekat Prima


"By..." ucap dewi


dia terlihat cantik dengan wajah khas bangun tidurnya.


"Kau sudah bangun sayang" ucap zain tersenyum melihat Dewi melangkah kearahnya hanya memakai baju kaos miliknya yamg agak kebesaran di tubuh itu.


Tanpa bertanya Ke Zain, Dewi naik ke pangkuan suaminya yang masih memegang buku ditangannya. mereka saling berhadapan.



"Kamu Lapar? Hemmm?" Ucap Zain, tangannya menyelipkan anak rambut istrinya dibelakang telinga.


Dewi menggeleng, lalu dia tenggelamkan tubuhnya ke dada bidang zain. dia sangat menyukai aroma tubuh suaminya.

__ADS_1


"Ayo kita makan, kau harus makan sayang.!"


"Tapi aku tidak lapar By.." ucap dewi. dia makin mengeratkan pelukannya.


Dalam satu hentakan Zain berdiri dia menggedong dewi, gadis itu mengalungkan tangannya di leheer suaminya..


"Kita mau kemana?"


"Makan...! Kamu punya penyakit maag akut sayang, meski tidak ingin, kamu harus makan sedikit ." ucap zain penuh kelembutan.


"kalau begitu turunkan aku!"


"kenapa? aku mau menggendongmu sayang"


"aku tidak mau. bagaimana jika orang dirumah melihat kita?"


zain tidak mendengar ucapan istrinya dia tetap menggendongnya hingga mereka berada didapur.


Zain mengambilkan nasi dan ayam kecap kesukan Dewi, dia sengaja tidak membangunkan bibi merri karena dia ingin memanjakan istrinya..


"Silahkan Nyonya" ucapnya.


"by.. aku tidak ingin makan ayam! aku mau makan sate by!"


"sayang bukannya ini makanan kesukaan mu? lagi pula bibi merri tidak membuat menu sate tadi"


"kalau begitu aku tidak makan, besok saja setelah ada sate.!"


"sayang sedikit saja ya, nanti penyakit maag mu kambu." zain menyendokkan sesendok nasi kemulut dewi belum juga nasi itu sampai gadis itu mual tidak tahan dengan bau rempah sangat menyegat.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**



__ADS_2