
dirumah sakit seorang gadis melangkah dengan anggun, tubuh tinggi semampai, gadis itu tersenyum kepada semua yang menyapa. tujuannya adalah ruangan Dr. primus,
ceklek... dia memutar Knok pintu namun pria yang dia cari tidak ada.
"kemana Dr. primus?" ucap gadis itu pada slaah seorang perawat yang kebetulan lewat.
"Beliau sedang diruang operasi mungkin sudah selesai Nona".
Dia mengangguk mengerti, lalu dia melangkah masuk ke dalam ruangan itu melihat semua penghargaan yang primus miliki, dia makin mendekat ke mejanya yang masih rapi, tangan kecil itu membuka laci meja, sesuatu menaarik perhatiannya sebuah bingkai. matanya terbelak ketika melihat foto seoarang gadis cantik tertidur diatas bangkar rumah sakit.
"Devika?" gadis itu berbalik. tersenyum kepada pemilik suara yang dia tunggu. tangannya dengan cepat menyimpan foto itu ketempatnya semula. "Dev... kapan kau kembali? aku fikir kau selama akan tinggal di negara perbatasan sana jadu relawan".
" dua hari yang lalu... Prim apa kau tidak merindukan ku . kau , Ares dan Zain tidak ada satupun yang menghubungiku selama.di negara X kalian jahat"
" bukannya aku tidak menghubungimu, apa disana ada jaringan?"
"hehe tidak ada...! apa kabarnya Zain?"
"dia baik..! bahkan dia sudah me..." kata-katanya harus terputus karena sebuah telepon
"dev aku harus pergi pasien ku menunggu... besok kau mulai kerja di UGD aku sudah merekomendasikanmu bulan lalu." kata primus.
"oke luangkan waktumu minggu depan. aku akan beritahu Ares dn zain nanti" hanya anggukan yang diterima Devika, diapun ikut meninggalkan ruangan Primus..
gadis lebih muda 3 tahun dari keempat pria dewasa itu saat ini dia menjadi dokter ahli bedah. dia anak pemilik toko roti di kota A. kala itu zain ares dan Primus mencuri disana mereka masih terlalu mudah untuk memikirkan tentang cinta, namun salah satu dari ke tiga pria itu berhasil mencuri hati devika hingga saat ini cintanya tidak terbalaskan.
"Nona tolong berikan aku dasi ini..!" ucap dewi berbarengan dengan seorang gadis di sampingnya.
dewi menatap wajah gadis itu tampa polesan make up tapi masih tetap cantik, dia hanya menggunakan baju blus coklat dipadukan celana kulot hitam
tunggu dimana aku pernah melihat wajah ini? sepertinya tidak asing diingatnku. ucap devika dalam batinnya
" maaf nona aku lebih dulu melihatnya..!" ucap devika lebih dulu
"etss mana boleh begitu aku lebih dulu!" elak dewi "nona apa hanya ini saja yang tersisa?" ucapnya lagi kepada psg toko itu
" iya nona ini yang terakhir, tapi kami masih banyak model dan warna lain" dewi mengangkat tangannya agar PSG itu berhenti , wajahnya memelas kecewa dia hanya ingin dasi itu.
" Apa kamu sangat menginginkannya?" tanya devika wajah dewi membuatnya luluh dia seperti melihat adiknya yang sedang kecewa tidak mendapat es cream
__ADS_1
" iya. aku mau kasih untuk suamiku sebagai hadiah, tapi kalau nona menginginkannya silahkan aku akan mengalah"
"kamu sudah menikah?" tanya devika takjub dia fikir gadis didepannya seorang mahasiswa tingkat pertama
"iya Non... hem siapa nama anda?"
"Devika, panggil Dev saja jangan pake nona"
" dev apa kamu juga mau memberikan hadiah itu untuk suami mu?"
devika tersenyum pacar saja dia tidak punya bagaimana mau punya suami
"tidak nona.. saya masih gadis ini cuman untuk teman lama saya, dia pria membosankan seingatku semua dasi miliknya hanya Hitam biru coklat. mungkin memberinya dasi maron ini dia bisa lebih berwarna."
"haha sepertinya teman mu itu dan suamiku memiliki kemiripan dev, miliknya hanya warna itu juga!"
" baiklah nona dasinya itu untuk nona saja sepertinya anda sangat mencintai suami anda "
" terimakasih dev. lain kali jika bertemu denganku aku akan meneraktirmu kopi. cukup panggil aku dewi.. " devika mengangguk dengan senyum. dewi berlalu menuju kasir membayar dasi itu. dia sempat kaget melihat total harganya.. hanya untuk sebuah dasi aku harus membayar delapan puluh juta .
Devika
"Kenapa,? apa ada masalah dikantor By?"
"tidak"
"lalu?"
"aku sangat merindukan mu, seharian ini aku sibuk sampai-sampai Pesan darimu tidak sempat aku balas sayang... Maafkan aku"
"aku fikir kamu kenapa? kamu pindah dulu aku siapkan air untuk kamu mandi by"
"tidak mau.. ! aku mau begini dengan istriku, apa kau tidak rindu dengan ku?"
" siapa yang bilang begitu by kalau aku tidak rindu.? aku hanya mengerti kalau kamu kerja karena aku pernah diposisi kamu By "
"uhhh istriku aku makin sayang" ucap zain mencubit pipi istrinya gemas.
__ADS_1
"yang... apa aku mendapatkannya nanti?" sesuatu yang mengganjal di bawah sana membuat dewi mengerti maksud suaminya.
"hemm.. kasi ngga ya? kamu mandi dulu by.."
"tidak..! aku mau sekarang sayang, baru itu kita mandi bersama"
dewi membulatkan matanya melihat suaminya sangat mesum.. ini masih sore kenapa juga menginginkannya sekarang.. mana aku belum mandi, zain memulai aksinya tanpa mendapat persetujuan dewi lagi.. setiap sentuhan lembut zain membuat ku terbang kedalam syahndunya mahligai awalnya aku menolak kini aku yang sangat menginginkannya.
penyatuan itu terjadi lagi. setiap kali zain selesai dia mengelus perut rataku memanjatkan doa ke sang pencipta.
"somoga secepatnya dia hadir didalam sini syaang"
ada rasa bersalah dihatiku. kenapa kemarin aku minum pil penunda kehamilan padahal suaminya sangat menginginkannya. tanpa terasa aku meneteskan air mata melihat sikap zain aku sangat menyesal
"maafkan aku by"
"tidak apa sayang.. kita masih punya banyak waktu. makanya kamu harus siap kapan pun jika aku mengajakmu. kalau boleh setiap hari setiap jam kita lakukan" goda zain agar istrinya berhenti menangis, tentu itu berhasil karena gerakan refleks istrinya memukul lengannya.
"BY."
"hahah ayo.. kita mandi lalu kerumah mommy dia merundukanmu' kebetulan ka Dan juga ada dirumah utama"
Zain mengangkat tubuh istrinya ala bride style.. mendaratkan satu kecupan dibibir istrinya..
"turun kan aku by.. aku paling benci di gendong begini " namun zain tidak menggubris istrinya dia tetap menggendongnya..
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
zain
dewi
__ADS_1