
Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat baby ken usianya kini memasuki tujuh bulan dia sangat lincah dan begitu aktif untung saja Tika masih setia bersama keluarga Zain, dia membantu Dewi mengurus sikecil Ken. Sudah dua hari ini dia cuti pulang ke desanya jadi, ibu muda itu sangat kerepotan mengurusnya seorang diri. Awalnya Zain ingin menyewa jasa baby siter tapi Dewi menolak keras, dia selalu parno soal baby siter yang menyiksa anak-anak di TV.
"Sayang dasiku mana?" Teriak Zain dari lantai atas.
"Di sofa sayang" Balasnya ikut beriaknya
"Sepatuku?"
Dewi memejamkan matanya apa sepatunya pun dia tidak lihat? batinnya. "Di dekat meja riasku" Ucapnya lagi.
Aaaaa.... Hap, Dewi kembali menyuapi baby Ken. "Anak mami pintar, makan yang banyak ya supaya cepet gede" Ucapnya mengundang tawa baby Ken memperlihatkan lesun pipinya yang begitu dalam "Uchhh... Manisnya anak mami"
"Selamat pagi nyonya muda..!" Suara boriton itu membuat baby Ken segera beralih melihatnya. Bayi kecil itu merentangkan tangannya ingin diambil oleh Aiden.
"Ya mami ditinggal..." Ucap Dewi mampelihatkan wajah memelasnya. Tapi itu tidak mempan , Ken lebih anteng di gendongan Aiden "Aku titip Ken sebentar ya Aiden"
"Baik Nyonya."
...***...
Dewi menggeleng saat melihat Zain masih acak-acakan, mengomel pun tidak ada gunanya.
Dewi mulai beraksi, tangan mungilnya sudah sangat lincah memasakan dasi itu dileher kokoh Zain, lalu beralih ke kemejanya dia merapikan kera bajun dan turun kebagian celana. Zain langsung mengalihkan perhatiannya pada gadis bertubuh mungil dihadapannya.
"Say..." Ucapannya tertahan takkala Dewi menajamkan matanya. Tanpa sepatah kata Dewi menyusupkan tangannya ke dalam celana, sedikit ada sentuhan disana membuat junior milik Zain mulai menegang.
"Selesai..." Serunya seraya menepuk-mepuk tangannya. Zain menarik pinggang Dewi yang hendak pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Apanya yang selesai sayang? Pemanasan saja belum" Godanya.
"Apa sih by..? Aku hanya merapikan bajumu, lihat kan sudah rapi"
"Tapi kau mem...."
"Hussstt...! Tidak ada tapi-tapian ini sudah siang papi Ken, bukannya kamu mau bertu infestor dari Jepang?"
"Aku bisa menundanya yank... Aku mau itu...." Ucapnya menusuk-nusuk dada istrinya yang sudah terlihat lebih besar.
Dewi memutar bola matanya jengan, lagi-lagi suaminya memancing dunia persilatan dipagi hari.
"TIDAK...! Turrun sekarang! Atau aku tidak akan memberikannya padamu sama sekali, Hmmm... Mungkin sebulan sudah cu...." Kata-kata Dewi terhenti takkala Zain sudah lebih dulu meninggalkannya.
Dewi menggeleng melihat tingkah Zain
#
Saking asiknya bergelut dengan pekerjaannya Zain tidak sadar ini sudah waktu makan siang, hingga perutnya berulang kali demo didalam sana untuk siberi makan.
"Kenapa..? Wajahmu seperti tertangkap basah sedang selingkuh by" Tutur Dewi saat melihat suaminya yang baru saja ingin keluar.
"Tidak sayang... Bukan itu? Hanya saja kau datang tanpa memberi tahuku ?
" Hmm... (angguknya) kita maka yuk, aku lapar."
"Tentu sayang.. Aku juga baru mau keluar mencari makan." ucapnya " sayang, dimana Ken siapa yang menjaganya jika kau disini?" Ucap Zain seiring dengan itu langkahnya ikut terhenti.
__ADS_1
"Tenang by, tadi mami dan Alea datang menjemputnya." Dewi, kembali menuntun suaminya.
"Hmm.. Mereka ingin kita pacaran ya?"
"Sepertinya.. Dia mengungkit adik untuk Ken"
"Kalau untuk itu aku tidak ingin sayang... Untuk saat ini aku ingin memfokuskan kasih sayang kita kepada Ken. Tapi , kalau soal kencan Saat ini aku mau..."
Zain merangkul Pundak istrinya
" Kamu yang teraktir ya!"
"Kenapa? Apa sekarang kamu jatuh miskin tuan Abraham?"
"Iya aku miskin saat ini. Semua uangku sudah jadi milikmu nyonya" Ucapnya dengan wajah menyedihkan. Dewi tertawa melihat wajah suaminya yang dia buat terlihat menyedihkan, itu sangat tidak cocok
Sepanjang koridor Zain tak hentinya menjaili istrinya, memeluk mesrah pundaknya. mereka yang melihat kamesraan itu hanya bisa merasa iri, dan membayangkan jika itu dirinya. Beberapa karyawan menyapa mereka. tentu hanya dewi yang membalas sapaan itu.
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1