Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 43


__ADS_3

Apa sesuatu yang buruk trlah terjadi?" Zain, kembali menggeleng. Seiring dengan itu Zain mengecup lembut bibir mungil Dewi. Tatapan mereka saling beradu, suasana hening membuat nafas mereka sangat jelas terdengar, Zain kembali mendaratkan ciuman kali ini dia ******* mesra bibir istrinya.


"wi... Aku menginkanmu" Ucap Zain suaranya serak, sangat jelas dia sudah tidak bisa menahan hasratnya. Sesungguhnya jauh dalam hatinya gadis itu juga sangat mengingkan prianya.


Dewi tersenyum teduh sebagai jawaban, Zain kembali menyatukan bibir mereka mendekap gadisnya penuh cinta. Seprtinya malam ini akan sangat panjang mereka lewati. Dari balik jedela sinar rembulan bahkan takut menganggu aktifitas panas mereka. Entah sejak kapan cinta Zain tumbuh untuk wanitanya, mungkin sejak awal pertemuannya atau setalah pernikahannya? Entah dia tidak tahu, yang terpenting saat ini besok ataupun lusa dia teramat mencintai Dewinya. Sekali dua kali Zain belum berhasil membobol dinding selaput milik istrinya, butuh perjuangan mendapatkannya hingga sebuah cairan merah hangat mengalir bersamaan dengan tetesan bening jatuh dari kelopak matanya


"Maaf kan aku sayang...!" bisik Zain menghapus tetesan bening itu, Dia mengecup mesrah kening istrinya. Miliknya masih terbenam dalam disana, perlahan Zain mulai menghentakkan sangat lembut hingga gadis itu terbuai dalam surga dunia yang baru pertamakali dia rasakan. Hanya deru nafas dan erangan dua anak manusia saling memadu kasih. Tetesan kringat Zain terus menetes padahal suhu AC kamarnyasudah sangat rendah.


"Zain... Ah" Rintih Dewi hingga membuat pria Dewas itu semakin bergelora.


"Tunggu sayang sedikit lagi ahhh..."


"Ahhh.." Dewi mencengkaram kuat punggung suaminya hingga bekas kukunya memerah disana dan saat itu juga Zain menyemburkan benihnya berharap tumbuh menjadi janin memjadi pelengkap krluarag kecilnya.


Zain menyelimuti tubuh polos gadisnya yang sudah sah dia miliki seutuhnya, mengecup penuh cinta kening istrinya. Perlahan mata gadis itu mulai tertutup, menjelajah dalam tidurnya Zain masih menatapnya dengan senyum.


"Terimaksih sudah memilih ku" Zain menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya, rasa bahagia dan bangga menjadi pegantar tidurnya malam ini.


#


"Zain aku lelah.." Rengek Dewi, entah sejak kapan Zain seudah menindihnya, menenggelamkan kepuanyaannyabdi temoat yang seharusnya.


"Ahh... Tidurlah sayang biar aku yang bekerja" . Erangnya sambil menghentakkan tubuhnya sangat lembut


Tadinya Dewi hanya diam tapi, lama kelamaan dia terbuai dengan permainan suaminya. Zain sangat pandai melakukannya hingga saat ini dia lebih menginginkan prianl ini lebih dari apapun. Dewi kembali mencengkram punggung Zain ketika dia memasukkan miliknya sangat dalam. Desahan itu terdengar merdu membela kesunyian malam, tubuh gadisnya benar-benar candu baginya. Pada akhirnya bagian tubuh nya mulai melamah setelah mengeluarkan benih cinta untuk kesekian kalinya. Dengan penuh kasih zain membersihkan hasil percintannya, terbesit senyum diwajahnya ketika melihat bercak darah diatas seprei putih. Dialah satu-satunya pemilik atsa gadis ini..


Dewi menggeliat cahaya mentari sangat menyilaukan, tubuh serasa remuk bergerak pun tidak ada tenaga. Mata meraka saling mengadu Zain tersenyum kepadanya


"Kau sudah bangun?"


"Sekarng jam berapa?"


"12.30 sayang"


"Apa?" Sontak gadis itu duduk dia tidak sadar saat ini tubuhnya masih polos, sangat jelas tanda kecupan Zain merah merona menodai kulit mulusnya.


"Perasaan aku baru tidur sebentar... Ini semua karena kamu" Dewi memukul lengan zain


"Tapi sepertinya saat ini kau sedang menggodaku sayang"


"Ahh.. Kau mesum Zain" dewi menyilangkan tangannyan dia malu sangat malu


"Hei apa yang kau tutupi hem... Aku sudah melihatnya bahkan aku sudah merasakannya"

__ADS_1


Sembunyikan aku...


"Zain ini kenapa?" dewi tanpa sengaja melihat leher suaminya merah kebiruan.


"Kamu yang melakukannya!" Bahkann dewi tidak sadar jika seluruh tubuhnya penuh dengan kecupannya.


"Ini pasti sakit, ayo ke rumah sakit jangan sampai kamu kenapa-napa Zain"


baru saja dewi ingin beranjak dari kasur area Intimnya serasa ngilu pedis sakit bercampur jadi satu. gadis itu meringis.


"sakit?" dewi hanya mengangguk. zain beranjak memakai boxer hitam memamerkan perut sixpeknya sangat menggoda iman kaum hawa.


"kau mau apa?" tanpa menjawab zain mengangkat tubuh mungilnya "aapa yang kau lakukan? Zain aku berat turunkan aku ! " zain mendudukkan istrinya diatas closet kemudian mengisi bathup air hangat,


"kenapa masih disini?"


"aku akan menunggumu sampai selesai!"


"tidak aku tidak mau..."


"kenapa?"


dewi menajamkan tatapannya seakan ingin menelan hudup-hidup suaminya.


"Oke aku keluar.... tapi boong"


sekitar 15 menit dewi selesai dengan ritual mandinya... zain masuk kekamar mandi membersihkan dirinya baru saja dia keluar dewi berteriak...


"aaaaa..." teriaknya.. ketika melihat dirinya dipantulan cermin tubuhnya' penuh kismark terlihat seperti orang penyakit kulit. zain berlari kearah ruang ganti


"kau kenapa.." zain memegang kedua Bahu istrinya memeriksa seluruh tubuhnya.


"kau bilang kenapa? lihat ini " dewi memperlihatkan leher dan perutnya.


"kau ini bikin khawatir saja. . aku fikir kamu kenapa. ayo pakai baju mu lalu turun makan aku lapar."


dewi mendengus kesal menatap tajam prianya yang sudah berpakaian lengkap.


kenapa dia tidak malu memperluhatkan tubuhnya didepanku?


dibawah zain dibuat kaget dimeja makan sudah ada daddy mommy dan alea. sedang menatapnya dia terus berjalan tanpa ada ekspresi diwajahnya


" sejak kapan mommy dan daddy disini?" tanya zain dengan santainya memetik sebuah anggur dimeja makan

__ADS_1


"sejak tadi malam kak zain, kaka bahkan melwatkan sarapan tadi pagi"


"kamu tidak mampir kerumah, jadi mommy kesini, mana menantu kesayangan Mommy?"


baru saja ditanyakan dewi menurungi anak tangga dengan senyumnya. alea terbelak melihat leher sahabatnya itu sangat jelas karena dewi mencepok rambutnya... bukan hanya alea prima dan roger ikut kaget mereka bertiga saling tatap ada rona merah diwajah ketiganya. membuat Zain berbalik melihat istrinya.


sontak Zain menariknya menuju kamar, dia sama sekali tidak malu hanya saja memikirkan perasaan istrinya.


"kenapa... membawaku kesini? ada mommy sam daddy dibawa zain"


"sayang kamu sedang mengumkan jika kita habis bercita tadi malam, kalau aku sih tidak masalah malah aku bahagia" dewi paham maksud Suaminya sukses membuatnya malu


"aaaaa,.. Zain aku malu bagaimana ini?" zain hanya tersenyum melihat gadisnya salah tingkah


"ini semua karena kamu..."


"apa salahku?"


"aaaaa.... aku malu, zain tenggelamkan aku tidakkkk bunuh saja aku" tanpa sadar dewi sudah dipelukan zain menenggelamkan wajah di dada bidangnya...


"panggil aku sayang !" dewi mendongak


"ini bukan waktunya untuk itu Zain, mommy daddy dan alea pastiii..."


Cup... zaiin mendaratkan ciuamnya seketik dewi terdiam merasakan jantungya sudah ingin keluar


"aku akan seperti ini kalau kau masih memanggil namaku, didepan daddy, mommy, bahkan didepan dunia aku lakukan"


"Apaan Sih Zain "


Cup lagi- lagi zain mengecup bibirnya


"ih.. za..."


Cup.. ciuman singkat itu kembali dia dartkan


"oke... sa..yaaaang" zain mencubit gemas Pipi istrinya


manisnya wanitaku....


*


Bersambung....

__ADS_1


**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰


etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**


__ADS_2