
dewi baru saja turun dari lantai atas, dia melihat suaminya sedang asik dengan layar tv LCD didepannya entah apa yang menarik dari siaran itu? padahal hanya menampilkan grafik saham yang snaagat membosankam. Dia hanya mendengar jika saham Group Corps.co semakin memimpin.
"By, kamu mau teh atau kopi?"
"Teh sayang...!"
Tidak butuh waktu lama teh untuk suamiku tersayang telah jadi jadi, tidak lupa juga potongan buah dan beberapa cookies kering keju.
Dewi ikut duduk disamping Zain membuat pria itu menyandarkan tubuhnya pada gadis mungil itu. Aroma shampo mint dari rambutnya adalah aroma yang selalu membuatnya rindu.
"By kita kencan yuk..! Aku ingin seperti pasangan yang lain! Mereka pergi nonton, pengangan tangan, kaya didrama-drama yang aku lihat di TV"
"Kurangi nonton drama. Itu semua sudah diatur oleh sutradara sedimikian rupa dan beberapakali teg. itu tidak akan sama di realita"
"Ya apapun itu aku mau kencan, boleh ya By hemm, katanya sayang baru diajak kencan muka sudah masem kaya mangga muda" ucapnya kesal. Dewi memilih meninggalka Zain sendiri disana.
"Yank... Aku belum menolak loh, kok marah? teriak zain, membuat langkah kaki dewi terhenti
" Memang tidak menolak tapi ekspresi anda sangat jelas jika tidak mau Tuan Zain" dewi, melanjutkan langkahnya.
"Sebanarnya ada apa ini? Aku salah apa? Dimana salahku? ada yang bisa jelaskannya?" Zain, segera dia menyusul istrinya. namun tidak mendapatinya di kamar, maupun di kamar mandi
"kamu lihat nyonya?" tanya zain kepada salah satu pelayan dirumahnya, gadis itu hanya menggeleng.
"Sayang kamu kemana?" gumannya. dia coba mencari di balkon, matanya membulat melihat tubuh dewi condong dan hampir terjatuh, zain pun menarik tubuhnya lalu menenggelamkan tubuh kecil itu dalam pelukan
"Maafkan aku sayang jika aku punya salah, oke ! ayo kita kencan kamu mau kemana hem? Paris, Inggris, Yunani, Dubai, Korea kamu pilih kita pergi sekarang!" ucapnya suara itu terdengar bergetar
"kamu kenapa sih By?"
"kamu masih bertanya aku kenapa? lihat kau mau bunuh diri hanya karena hal sepele, kau mau aku gila karena kehilangan mu HA?
__ADS_1
" By, siapa yang mau bunuh diri sih? ponselku jatuh, aku berusaha mengambilnya, tadi aku hampir menggapainya tapi kau menarikku"
"KAU...! Apa hanya karena ponsel kau membahayakan dirimu? Bagaiman kalau kau jatuh? Bagaiman jika aku tidak datang tadi? Aku bisa mendapatkan ribuan Handphone bahkan aku bisa membeli pabriknya, tapi kamu, aku hanya punya satu Dewi dan Dewi itu hampir jatuh hanya karena benda yang bisa dengan mudah aku dapatkan. apa itu masuk akal?"
Cup... satu kecupan mendarat dibibir Zain, itu salah satu cara mengatasi kekawatiran berlebih dari suaminya.
"Apa yang kamu lakukan yank?"
"Kamu tidak lihat? ummch," satu kecupan lagi untuk suamiku "Itu untuk menutup mulut ini agar tidak terlalu cerewet" Ucap Dewi mengusap bibir suaminya yang sedikit basah
Zain memeluknya sangat erat, dia hanya takut jika wanita yang dicintai nya kenapa-naapa.
"Aku takut jika kau jatuh, aku tidak mau kau terluka, apa lagi aku kehilangan mu, memikirkannya saja hatiku sakit. ku mohon jangan lakukan sesuatu yang membahayakan dirimu mu sayang..!" dewi mengangguk dalan pelukAn suaminya..
*
*
*
disana sudah ada Ares yang sedang asik memanggang daging dan beberap sosis. primus datang dengan kantong plastik besar, di kedua tangannya
"apa yang kau bawa prim?" tanya ares heran, karena dia tidak bawa apapun saat kerumah dev.
" hadiah pidah rumah baru... jangan bilang kau tidak bawa apa-apa" ucap primus meletakkan kresek itu di atas meja.
"hey kenapa harus repot-repot? kalian hadir pun aku senang." ucap devika, tangannya sibuk menyusun minuman dan beberapa snack di atas meja
"Apa zain belum datang?" primus.
"dia sedang diperjalanan, aku juga menyuruh dia mengajak istrinya." ucap ares, membuat Devika dan primus memandangnya.
"apa kalian tidak penasaran siapa wanita yang meluluhkan hati pria arogan itu?"
__ADS_1
jadi zain tidak menikahi alexa lalu siapa? dia bukan tipe pria yang mudah jatuh hati ke semua wanita guman devika.
"aku sudah sering bertemu dengan istrinya" ucap primus.
"bagaimana apa dia secantik alexa?" ares mendekatkan dirinya pada primus
"hemm lihat saja nanti, bukannya dia akan datang?"
devika hanya menggelangkan kepalanya, melihat kelakuan kedua pria itu..
zain menghentikan mobilnya di pekarangan rumah milik devika. disana sudah ada dua mobil sport milik primus dan ares.
"sayang..."
"iya sayang, aku akan tetap disampingmu menggenggam tangan ini. sepanjang jalan kau mengulang kata yang sama" lagi-lagi zain membatalkan niatnya turun dari mobil membuat dewi menatap heran.
"sayang apa lagi? aku sudah mengingat semua yang kau ucapkan tadi" jujur aku mulai kesal melihat tingkahnya, tapi juga terlihat lucu
"apa sih yank, aku cuman mau tanya kenapa malam ini kamu sangat cantik?"
dewi memutar bola matanya jengah,suaminya mulai lagi.
"BY... aku akan marah jika kau seprti ini lagi"
"oke nyonya maafkan aku," ucap zain mengelus pipi putih milik istrinya.
nasib punya istri cantik, selalu merasa was-was, meski hanya menggunakan rok tutu hitam dan baju kaos biasa dewi masih terlihat sangat cantik rambutnya dia biarkan terurai, peraturan baru zain jangan mengikat rambutmu jika diluar rumah. aku tidak tahu alasannya apa? mengikuti keinginanya jalan ninjaku agar tidak terjadi perang mahabrata antara aku dan dia.
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
__ADS_1
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**