
Kendrick sedikit berlari menuju ruangannya, beberapa karyawan menyapa begitu ramah tapi Ken mengabaikannya. Tidak salah jika predikat pria menyebalkan bertahan pada Ken setelah Zain dan hari ini kedua pria menyebalkan itu bertemu di satu tempat.
"Aiden, diamana papi?" Tanya Ken begitu sampai di depan ruangannya.
"Didalam Tuan, sejak tadi dia sudah menunggu anda."
"Ouhh oke!"
Aiden mendorong pintu bermaterial kaca itu lalu mempersilahkan Kendrik masuk.
Tepat didepan Ken, Zain sudah duduk menyilangkan kakinya. Sepertinya ada aura gelap di ruangan ini, tidak bahkan diseluruh gedung aura itu seakan mecekik leher Ken.
"Papi, maaf aku terlambat ini karena mami tidak membangunkaku tadi." Ucap Ken mencoba mencairkan suasana.
"Papi yang memintanya."
"Ha?"
"Iya, papi yang meminta mami tidak membangunkan mu Ken. Berapa usiamu sekarang? Kau ini pemipin dari perusahaan ini, tanggung jawabmu sangat besar. Ada ribuan keluarga yang bergantung padamu Ken tapi, kau begitu tidak perduli. Kau hanya memikirkan kesenanganmu, hura-hura setiap hari. Papi dan mami tidak pernah mengajarkan mu seperti itu."
Ken menghelai nafasnya begitu berat. "Tapi selama ini kinerjaku bagus kok pi, bahkan harga saham perusahaan beberapa tahun terakhir ini naik lesat dan aku juga memenangkan kerja sama kita dengam Mr. Lupin. Apa itu belum cukup membuktikan tanggung jawabku pada perusan sama papi?"
Zain mengeraskan rahangnya, tatapannya begitu tajam menatap Ken yang terlihat santai didepannya.
__ADS_1
"Lalu apa ini?"
Zain melemparkan beberapa map didepan Ken.
"Kau bisa menjelaskannya pada papi?"
Wajah Ken tiba-tiba pucat begitu melihat tag nama setiap map itu.
"Menurutmu, apa karena ini proyek kecil dan para pekerja yang kau berhentikan tidak terlihat kau bisa mengelabui papi? Kau pikir papi juga tidak tau selama ini Aiden begitu sibuk mengurus perusahan sedangkan kau hura-hura bersama geng mobilmu diluar sana?"
Ken hanya bisa tertunduk, mendengar setiap kata-kata Zain.
"Apa kau tidak malu? Pencapaian yang kau ucapkan tadi ternyata bukan hasil kerjamu? Apa kau ingin seperti ini terus, bergantung pada Aiden?" Suara Zain melemah terlalu banyak kekecewaan di hatinya.
"Papi sudah memikirkannya, jabatanmu sebagai CEO papi cabut hari ini."
Ken yang tadinya menunduk akhirnya mengadah dan ikut berdiri.
"Apa? Papi, apa ini tidak terlalu berlebihan? Oke, aku akui aku salah tapi mencabut jabatanku... Papi, papi pasti becanda kan?"
"Tidak Ken! Papi serius, kau bisa melihat disitus web resmi kantor! Papi sudah mengumumkan siapa yang menduduki jabatan CEO sementara sebelum rapat dewan direksi diadakan."
Ken segera membuka ponselnya, benar disana bukan lagi namanya sebagai CEO grup Corps.co melaikan Bella adiknya sendiri.
__ADS_1
"Papi yakin menunjuk Bella sebagai CEO sementara menggantika aku?"
"Kenapa tidak? Apa kau tidak lihat persahaan YOUBell milik Bella berkembang pesat? Semua brand yang dia keluarkan hanya hitungan detik habis dipasaran, jejeran brand ternama ingin bekerja sama dengannya. Menurut papi itu sudah cukup membuktikan jika Bella pantas."
"Tapi pi..."
"Tidak, keputusan papi sudah bulat Ken. Entah berapa kali papi memberimu kesempatan tapi kau tidak berubah sama sekali."
"Kali ini aku akan melakukan yang terbaik, Ken janji!"
Zain tidak menggubris apapun yang Ken katakan, ancamann anaknya pun dia abaikan. Zain terus berjalan sampai dia benar-benar meninggalkan Ken dibelakangnya, ada rasa ketidak tegaan dalam hati pria paru baya itu dari dulu sampai anak-anaknya dewasa pun dia begitu lemah jika sudah mrnyangkut kedua anaknya.
*
*
*
Bersambung....
***AKU MAU BERTERIMA KASIH KE KALIAN YANG SUDAH MAMPIR DI KARYA AKU.. MAAF KALAU BANYAK KEKURANGAN..
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIHš„°*
__ADS_1
SATU LAGI JEJAKš ā¤**