Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 64


__ADS_3

"Kenapa harus kamu?" Ucap Max memegang sebuah foto ditangannya, gadis itu tersenyum dengan balutan baju motif bunga-bunga terlihat jelas dia bahagia. "Kenapa harus kamu menjadi istri zain?" Teriak Max.


**


"Ada apasih dia?" Ucap Mona. dia melangkah kerah ruangan Max, dia sudah tidak tahan mendengar pria bujang lapuk berteriak, seingatnya dia tidak pernah lagi menyuruh Max menuruti keinginan aneh-anehnya dan beakangan ini dia juga tidak mengerjai adiknya, lalu kenapa dia?


"Max.. Kau kenapa?" Teriak Mona tangannya menggedor kuat pintu ruang kerja milik adiknya. Ceklek, wajahnya berubah seketika guratan kecemasan melihat ruangan adiknya berantakan ditambah tangan kanannya berdarah.


"Kau kenapa? Apa ada pencuri yang masuk?" Tanya Mona panik.


"Max kau kenapa?" Mona menangkup kedua bahu Max


"Apa karena wanita itu lagi HA? Kau selalu jadi seperti orang gila jika mengingatnya, dia yang meninggalkan mu, lupakan dia"


Mona meraih tubuh adiknya memeluk penuh kasih, air mata Max tumpah. Dia laki-laki namun menangis, teramat sakit jika mengingat wanita dia cintai menghianatinya tak lain dengan sahabatnya sendiri. Kebencian pada Zain kembali membucah dia tidak perduli lagi, Zain harus merasakan sakit yang dia rasakan saat ini.


*


*


*


Subuh menyapa melalui kumandan azan sangat merdu menyejukkan jiwa, Zain menutup matanya meresapi setiap lantunan. Ada rasa kesejukan dihatinya ketika mendengar setiap lafaznya.


"Tuan kita sudah sampai..." Ucap Aiden membangunkan tuannya. Zain membuka pintu mobil miliknya.


Sekarang mereka berada di kota F dikelilingi pantai, yang jauh dari perkotaan


"apa istriku benar disini Aiden?"


"Iya Tuan, dari rekaman cctv yang diberikan Jak, nyonya muda menaiki bus tetakhir menuju kota ini, setau saya ibu nyonya muda pernah tinggal disini cukup lama." ucap Aiden.


***


Dewi mulai membuka matanya dia berusaha memulihkan penglihatannya yang masih kabur. sosok anak kecil berambut gimbal tepat didepannya menatap begitu intens.


"Mama Jenny gadis kota itu sudah bangun.. Mama" teriaknya

__ADS_1


"Bas kau bisa diam, mama tidak tuli." ucap mama Jenny kesal, wanita bertubuh gumuk keluar dari balik horden membawa segelas teh dan sepiring ubi rebus.


"Jangan takut! Mama Jenny suaranya memang keras tapi dia baik." Bisik Bas.


"Nona manis siapa nama mu?" Tanya Mama Jenny seraya meletakkan nampan di tangannya


"Saya Dewi"


"Kau anak karmila? Wajahmu sangat mirip dengannya."


"Nyonya kenal ibu saya?"


"Jadi kau benar anak mila?" dewi mengangguk "Tentu mama kenal, dia gadis baik, suka menolong dan ceria. Mama tidak tau kenapa bisa menikah sama bapak mu yang pemarah, tapi itulah jodoh nak tidak ada yang tahu, tidak mengenal sifat seseorang jika Tuhan berkehendak kita bisa apa?"


"Kau kenapa bisa pingsan di dekat mercusuar itu? untung saja Bas menemukanmu sehabis pulang melaut"


"Aku tidak tahu jika ternyata aku pingsan disana, aku hanya merindukan ibu ku nyonya. Aku ingat ibu pernah bawaku kesini."


"Jangan panggil Nyonya, semua orang di desa ini memanggil ku mama Jeny."


Dewi tersenyum. "Terima kasih telah menyelamtkanku."


...***...


"MAMA... MAMA JENNY" Teriak Bas, nocah rambut gimbal itu bahkan terjatuh tepat didepan Dewi.


"Bas kau tidak apa?"


"Henbas, sudah mama katakan kau jangan berteriak! Kaya di hutan."


"diluar...Ah" dewi meraih gelas berisi teh memberikannya ke Henbas. dia meminum hanya sekali tegukan padahal itu masih sedikit panas.


"Katakan... atau mama tengelamkan kamu di lautan."


"diluar, laki-laki, bawa mobil, baju hitam " Hebas terengah-engah nafasnya masih memburu bahkan itu tidak jelas ditelinga apa yang dia ucapkan.


"Bas bicara yang jelas mama sudah emosi ini." Henbas menarik tangan mama Jenny keluar rumah.

__ADS_1


Wanita paru baya itu dibuat kaget dengan puluhan pria berjas hitam dan beberapa polisi didepan ruamahnya.


"Bas apa kau mencuri sesuatu dari mereka?" Tatapan tajam mama Jenny membuat babas menggeleng


"Nyonya Jenny, saya Aiden maaf menganggu, saya kesini mencari gadis bernama dewi" Ucap Aiden


"Lihat aku tidak mencurikan" bisik babas


"Diam !"


Zain keluar dari mobilnya lalu melangkah kearah mereka, mama jenny mengira mereka orang jahat hingga menjadikan tubuh besarnya benteng, Bas sejak tadi sudah dia sembunyikan dibelakangnya.


"Dewi?" Mama melirikkan matanya berharap Dewi tidak keluar. "Tidak ada nama Dewi disini tuan" ucapnya berbohong, sedangkan Bas menarik baju big zise milik mama jenny agar dia tidak berbohong karena setiap hari itu adalah petuah bocah itu terima.


seketika mata zain fokus ke gadis yang baru saja keluar dari rumah sederhana itu. gadis yang membuatnya khawatir sejak semalam. dia sudah tidak bisa membendung rasa lega dan rindu dihatinya dia menarik gadis itu dalam pelukannya.


"Zain... kamu disini?" ucapnya heran . begitupun dengan mama jenny


"iya sayang, aku datang menjemputmu. maafkan aku datang terlambat.." ucap zain semakin mengeratkan pelukannya.


"dewi kau kenal tuan ini?" ucap mama jenny heran


dewi melepaskann pelukan suaminya den "iya mama jenny, dia suamiku.." ucap dewi. dia mendekat ke wanita baik itu.


"terimakasih mama aku akan selalu mengingat nasihatmu," dewi memeluk tubuh gemuk itu, lalu dia menjokkok didepan Bas "terimakasih jagoan kecil sudah menyelamatkan ku, aku akan memberikan yang kau inginkan"


mama jeni meneteskan air matanya gadis didepannya benar-benar duplikat Mila,mama jenny masuk kedalam tak lama kemudian dia keluar dengan tas hitam ditangnnya


"ini amanah mila.. mama tidak tahu isinya apa, waktu itu dia datang ke mama keadaannya sudah memburuk dia mengatakan pada mama, suatu saat nanti anakku datang kesini berikan ini padanya. mama sempat khawatir tidak menemukan mu karena mama tidak tau bagaimana wajah anak Mila, tapi melihatmu mama sudah bisa menebak kalau kau anaknya" ucap mama jenny seraya memberikan tas itu ke dewi. lalu aiden mengambilnya


dewi menengok kebelakang, mama Jenny dan Bas masih melambai mengantar kepergiannya.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2