
Mereka semakin menjauh sejak tadi zain menatap sendu istrinya, semalam fikirannya kacau ketika wanita yang dicintainya pergi. Dewi menatapnya ada rasa penyesalan di hatinya, membuat pria ini khawatir, hanya semala dia pergi dari sisi pria ini wajahnya sudah berantakan. Benar apa yang dikatakan mama Jenny
Begitulah kehidupan rumah tangga, ada suka maupun dukanya, Tuhan menguji kalian dengan berbagai problema dunia. Terlalu dini jika kau mau menyerah pada perasaanmu yang masih sangat mencintainya, kau sakit hati melihatnya dengan wanita lain itu artinya kau mencintainya, kenapa tidak membusungkan badan katakan pada wanita itu jika dia milikmu? Kau tidak akan dihakimi oleh siapapun jika memang itu milikmu.. Sesulit apapun jalannya jangan pernah berfikir untuk meninggalkannya, tetap disampinya tanamkan kepercayaan karena itu kunci hubungan kalian.
Kata itu terngiang dibenak Dewi, matanya mulai berkaca-kaca menatap wajah Zain. Kau bodoh dewi tidak menyadari betapa besar cinta pria ini padamu,
"Sayang maafkan aku.. Ini tidak seperti pemikiranmu, ini hanya salah paham aku..."
Zain belum sempat menyelesaikan ucapnnya Dewi menarik tubuh kekar itu dalam dekapannya. Bohong jika aku sanggup meninggalkan dan mengiklaskannya dengan wanita lain sedangkan cintamu semakin hari semakin besar untuk pria ini? bahkan aroma tubuh ini sangat kau rindukan.
"Aku yang minta maaf By, membuatmu khawatir, aku terlalu dikuasai api cemburu hingga menggelapkan mataku melihat ketulusanmu" Dia sudah tidak bisa membendung air matanya "Maafkan aku By sudah meragukan mu.."
"Hussss..." Zain menghapus air matanya dengan lembut " Aku senang kau cemburu sayang itu karena kau
mencintaiku, tapi aku mohon jangan meninggalkan rumah, aku akan pergi jika kau tidak ingin melihatku, kau tau aku hampir gila karena tidak tahu dimana keberadaanmu" Zain kembali memeluk tubuh istrinya lalu mengecup kepalanya.
"Kau sudah makan? Ini hampir lewat waktu sarapan kau punya penyakit maag akut jadi tidak boleh tidak sarapan sayang"
__ADS_1
"Dirumah mama Jenny aku hanya menum teh dan makan satu ubi rebus By" mendengar itu Zain memerintahkan Aiden untuk sarapan terlebih dahulu
"Sayang kau kenal nyonya Jenny dan anak rambut gimbal itu?"
"Tentu, nanti aku ceritakan dirumah, aku juga akan memenuhi janjiku padanya." Zain mengangguk lalu membawa istrinya dalam pelukannya.
"Janji? Janji apa?"
"Hebas, ingin seekor kambing."
***
Diapartemen mewah di pusat kota j, tidur Alexa harus terganggu karena ponsel miliknya bergetar. Alexa meraih diatas nakas dengan kesadaran yang masih belum stabil
Lexa semua sudah berakhir. ucap orang diseberang sana
Ada apa Heina? Apanya yang berakhir?
__ADS_1
Apa kau tidak melihat berita Pagi ini?
Alexa dengan cepat mambuka Handphone milknya betapa kagetnya dia melihat foto dirinya sedang bermesraan dengan pria tua di kamar hotel.
Heina bagaimana ini??. Ucap Alexa wajahnya terlihat cemas. dia tidak sadar menggigit jari kukunya hingga patah.
Aku tidak tahu Alexa semua kontrak kerja sama kita dibatalkan, kau juga harus membayar denda 23 miliar salah satu brand X, semua sudah berakhir bahkan manajemen Kita tidak bisa menolong.
Alexa menutup teleponnya, meratapi nasibnya. sekarang tidak ada yang bisa membantunya. Kristal beningnya sudah tak terbenddung lagi, karirnya yang dia bangun selama ini kini runtuh dalam sekejab. Zain tidak mungkin membantunya,vdunia akan menghakiminya atas perbuatan yang sudah dia lakukan...
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1