Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 73


__ADS_3

ini pertama kalinya aku tidur tanpa suamiku, entah mengapa aku sangat merindukannya, sebagai obat rindu aku memeluk bajunya seperti aroma tubuhnya masih melekat disan meski pakaiannya sudah dicuci, mungkin karena pengaruh kehamilanku, aku seperti ini


ini sudah pukul satu, dia sedang apa? jika aku menelponnya apa tidak mengganggu.?


Dewi mencoba melakukan panggilan Vidio call... Betapa kagetnya saat panggilannya langsung terjawab


"Sayang" Terlihat jelas dia masih terjaga di ruangan kerjanya. Dewi menatap lekat wajah yang baru beberapaa jam tidak dia lihat.


"Kau baik-baik saja kan?" ucapnya sedikit khawatir


"Tentu by, apa kamu masih dikantor?"


"Iya Sayang... Kamu kenapa tidak tidur? ibu hamil itu tidak boleh begadan"


"aku merindukanmu"


"Ahh serius? Sepertinya Nyonya Abraham menyuruhku segera pulang."


"Tentu seharian aku memikirkan mu. selesaikan pekerjaan itu lalu kembali padaki!


"Wahh nyonya kau sudah pandai merayu ya. " ucapnya gemas ingin rasanya dia menggigit pipi istrinya yaang mulai chaby "Tunggu aku ya sayang, tentu aku juga sangat merindukan kalian" ucap zain menatap nanar wajah istrinya. dia sungguh merindukannnya



"By kamu tidur ya!!! ini sudah larut malam... bagaiman jika kamu sakit? aku tidak disitu merawat mu"


"Iya sayang.. Aku akn tidur setelah melihat mu tidur juga, jangan matikan telphonenya. aku ingin melihat mu"


beberapa menit kemudian dewi terlihat mulai terpejam Zain terus menatapnya.


"Selamat tidur sayang" Zain mematikan teleponnya.


Zain merapikan dokumen didepannya, dia melirik jam di depannya sudah hampir pukul dua dini hari. Entah kepalanya sedikit pusing mungkin terlalu lama didepan leptop.


didepan ruangnnya malika membawa secangkir kopi, hampir saja mereka bertabrakan saat Zain membuka pintu ruangannya


"Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


"Sss... Saya mau memberikan bapak kopi ini." Ucap Malika dengan suara terbata-bata.


"Aku tidak minum kopi..." ucapnya lagi,


entah mengapa sakit kepala Zain bertambah parah mencium bau parfum yang malika gunakan, perutnya seakan diaduk. Uwwwek dia sudah tidak bisa menahan rasa mualnya,


Malika yang merasa khwatir ingin menepuk punggung Zain namun Aiden mencengkram pergelangan tangannya.


"Jaga sukapmu nona Malika, jangan pernah berani menyentuh tubuh tuan Zain." Ucapnya pelan namun menusuk sukma


"apa aku bau? padahal aku tadi sudah mandi.. bahka farfum puluhan juta ini aku cicil demi buat dia terkesan" gerutunya saat kedua pria itu meninggalkannya


Dimobil lagi-lagi rasa mual zain kembali muncul dia menepuk punggung aiden agar berhenti, Zain segera keluar menumpahkan semua isi perutnya untung saja ini sudah dini hari jadi tidak banyak pengendara lewat.


"Tuan anda baik-baik saja? Apa kita kerumah sakit?"


"tidak perlu kau cukup singkirkan pewangi mobil itu aku tidak suka." Pintanya segera di lakukan Aiden "Kau pakai parfum apa? Baunya sangat uwwwekkk..."


Aiden mencium bau badannya perasaan semua baik-baik saja, dia juga tidak mengganti parfumnya.


Dengan langkah panjangnya dia segera mengambil minuman bersoda, sekali tegukan dia mengahabiskannya, mengambil beberapa perment mint, dan pengharum mobil aroma Lily. Dia teringat aroma tubuh istrinya yang menenangkan jiwanya.


***


Keesokan paginya Zain kembali kekantor dia berpapasan dengan Daniel. lagi-lagi rasa mual mengoyak perutnya uweeeekkk.. Leguh itu keluar membuat Daniel dan Aiden keheranan


"Parfum apa yang kau pake Dan? sangat menyengat."


Daniel mencium seluruh tubuhnya parfum ini sudah dia pake puluhan tahun kenapa baru sekarang dia protes


"Aku tidak mengganti parfumku, kaunya saja yang aneh" ucapnya.


drrrrtt...


hp zain bergetar, dengan cepat dia mengangkat panggilan vidio wanita yang bertatahta dalam hatinya.


" Pagi By, kenapa tidak menghubungiku?"

__ADS_1


" Pagi sayang, maaf aku sedang tidak enak badan"


" Kau sakit by? Wajahmu sangat pucat"


"tidak sayang.. aku tidak apa-apa mungkin karena kelelahan sejak kemarin aku selalu mual, karena oroma aneh di sekitarku."


"Apa aku kesitu menyusulmu?"


"Ehei... Kau ini bicara apa? ingat ada Anak kita didalam perutmu, kau tidak boleh kecapean.! Aku akan usahakan pekerjaanku selesai hari ini agar cepat pulang aku sudah tidak bisa menahan rinduku"


"Hahaha masih sempatnya kau merayuku... Semangat By, ummchhhh kami mencintaimu Papi"


"Aku lebih mencintai kalian sayang" ucapnya. seraya menutup telponnya dengan senyum , saking asiknya menelpon dengan Dewi dia sampai tidak sadar saat ini Malika dan manajemen perusahaannya sudah sejak tadi berada diruangan itu.


***


"Ada apa dengan Zain? apa dia sakit?"


"Sejak kemarin katanya dia mual mi, mungkin karena kecapean"


"Mual? haaha.. segitu cintanya Zain padamu sayang sampai dia merasakan yang kamu rasakan sekarang"


"maksudnya mami?"


"dia sedang mengalami kehamilan simpatik, ini biasa terjadi dirasakan oleh seorang suami jika istrinya sedang hamil karena ikatan batin yang sangat kuat antara kalian, dia ikut ngidam kaya kamu"


"Memang ada seperti itu mami?"


"Iya itu yang dialami suami mu sekarang!!! Mami tidak menyangka Zain akan mengalaminya," ucap prima tersenyum.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*


satu lagi jejak 👍 ❤**

__ADS_1


__ADS_2