Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 46


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama gadis itu sudah berada didepan kantor milik suaminya disana Fredi dengan cepat membukakan pintu mobil.


"Kak Fredi kue itu buat kakak ya" Dewi mengarahkan pandangannya ketangan Fredi yang sedang meneteng sekotak kue


"Terima kasih Nyonya !"


Tuan muda anda sangat beruntung punya istri secantik dan sebaik Nyonya Dewi.


Dewi hanya tersenyum lalu melangkahkan kakinya memasuki gedung. Kedua resepsionis menatapnya tidak suka sejak pertama dewi datang mereka sudah tidak menyukainya, ditambah dewi sekarang jadi sekertaris tuan zain mereka hanya tidak tau jika gadis itu istrinya


"Lihat kau tau rok yang dia pakai? itu seharga Hp merek I keluaran terbaru"


"Serius...? Gila, kenapa juga harus bekerja bahkan harga oufitnya melibihi gajinya atau jangan-jangan..."


Mereka berdua saling memandang sepertinya fikiran mereka searah gadis itu ingin menggoda tuan muda zain.


Dewi menuju lift yang sering digunakan Zain. satpan yang menjaga bagian lift menahannya.


"Maaf Nyonya ini khusus Tuan Muda Zain, karyawan di sebelah sana?" Dewi melirik disan sudah banyak karyawan menatapnya.


"Aku sering menggunakan lift ini pak" Langkah Dewi lagi-lagi ditahan oleh bapak satpan


"Silahkan nona menggunakan yang sebelah sana"


didalam lift dewi berdiri paling belakang disana ada Noel melihat dewi dipepet oleh karyawan didepannya dengan cepat noel berdiri tepat didepannya. dewi mendongak tersenyum kepadanya


"terimakasih Noel"


deg ada apa ini kenpa jantungku seperti ini aku kenapa? ini pertama kalinya


"tidak masalah dewi"


tinng....


lif berbunyi Ini lantai tujuan Noel. dia membiarkan karyawan turun lebih dulu noel masih dalam posisinya menatap wanita yang membuat jantungnya berdegup kencang.


"noel kau tidak turun?"


"aaa.. iya sampai jumpa dewi.."


tatapan tajam Zainn membuat noel heran ada apa dengan presedir.. ini pertemuan pertama kita kenapa tatapannya mengajak baku hantam?


atmosefer diruangan Zain seketika berubah mencekam, sudah sepuluh menit pria itu membelakangi istrinya


dewi masih diam duduk di sofa tanpa mengeluarkan kata sedikitpun

__ADS_1


ada apa sih coba jelaskan padaku jangan diam terus?


"kau benar tidak tahu apa salahmu?"


apa sekarang dia bisa mendengar ucapanku dalam hati?


"kau.. apa yang kau lakukan..."


Cup... ciuman singkat menenangkan Jiwa kecemburuan Big bos. pria itu membatu mendapat seragan tiba-tiba istriya,


tidak zain kau sedang marah jangan terpengaruh hanya karena satu ciuman melayang


"yang aku lapar" sumpah aku ingin muntah mendengar suara ku sendiri, yang penting big bos berhenti merah.


yang? dia panggil aku yang? lihat dia memanggilku dengan sebutan Yang


kalian dengarkan tadi? ahhh istriku sayang


"kenapa tidak bilang dari tadi sayang?"


bagaimana mau bilang emosimu baru saja redah.


dewi membuka Kotak bekalnya, telur gulung, daging paprika, dan soup ayam semua buatan ku sendiri hanya untuk Suamiku tersayag. zain hanya menAtap kotak bekal itu


"kenapa tidak dimakan?"


"ehei kenapa suamiku menjadi seeperti bayi?"


"bukankah setiap malam aku memang seperti bayi hem" alis zain naik turun menggoda istrinya


"ihh zain mesum"


aaaaa.... dewi mulai menyuapi suaminya entah mengapa belakangan pria ini terlalu manja dan cemburuan, dia menjadi suami posesif akut. zain makan sengat lahap sesekali dia mencubit hidung kecil istrinya


"oke sekarang minum" zain menurut seperti anak kecil. siang ini dia benar-benar kenyang seprtinya lama kelamaan roti sobekku hilang satu persatu.


"Zain lepaskan aku dulu ! ini aku mau bereskan " zain terus memeluk tubuh mungil istrinya sesekali dia menggigit telinga


"awww.. apa kau masih lapar? kenapa aku digigit?


"itu tadi makanan pokok sayang sekarang aku mau kamu"


tangan-tangan kondisikna tuan itu sudah menyelip dibawah rokku., zain meninggalkan bekas ciuman manis dileher istrinya.


"zain hentikan ini dikantor" percuma memberitahunya itu sia-sia. aku juga mulai terlena oleh ciuman dan sentuhan lembutnya, zain menyelipkan tangannya dibelakang leher dewi memperdalam ciumannya

__ADS_1


dia mulai risih merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana.


"Tuan Muda"


dewi secara spontan berdiri dari pangkuan suminya. melihat aktifitas tuan mudahnya Aiden berbalik pura-pura menelpon lalu melangkah keluar. lihat bahkan Hpnya terbalik


awas kau aiden ini yang kesekian kalinya kau jadi penganggu.


dia menatap tajam suaminya. ini sumua karena kamu tuan Zain. sedangkan yang ditatap hanya memasang wajah tak berdosa seprti tidak terjadi apa-apa


"mau kemana sayang? apa yang tidak dilanjutin? "


"kamu ini sudah ketahuan masih ada niat melanjutkan? gerutu dewi kesal


sedangkan Aiden yang diluar menyandarkan tubuh dibalik pintu


sebentar lagi tuan zain benar-benar akan menghabisiku. bagaimanjia aku bisa lupa kalau nona dewi didalam?


*


*


*


Max duduk dikursinya tampak berfikir siapa gerangan gadis bernama dewi itu? bahkan jerry yang sejak tadi berdiri dia tidak menyadari keberadaanya


" Dewi... siapa sebenarnya dia? kau sudah tau apa yang kuingnkan Jerry kali ini jangan kecewakan aku" Jerry mengangguk lalu melangkah pergi


tidak butuh waktu lama jerry datang dengan informasi ditangnnya.


" Jadi siapa dia ?"


" Dia Dewi Aristella, anak Tunggal Ibu Karmila Nasution dan Rudi Herlambang, ibunya sudah meninggal ketika dia duduk di Sekolah menengah Pertama, lalu ayahnya menikah lagi semenjak itu mereka tidak lagi berkomunikasi." Jerry menjeda ucapanya sejenak


"tiga tahun yang lalu dia diterima di toko kosmetik, baru-baru ini dia berhenti lalu dia diterima di Perusahaan Corps.Co milik tuan Zain,"


" hemmm... apa hanya itu yang kau punya Jerry? "


" maaf jika anda kurang puas dengan informasi ini tuan “


dia menyandarkan tubuhnya menatap keluar jendela. masih menyimpan teka teki siapa gerangan gadis itu?


Bersambung....


**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰

__ADS_1


etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**


__ADS_2