
Rapael tak kuasa menahan tangisnya, dia perlahan mendekati Alea yang terkulai lemas bermandikan air keringat. Mata Alea ikut menganak sungai sungguh sakit yang dia rasakan tadi dan lelah yang dia alami semua terbayar takkala bayi mungilnya menggengam jarinya
Masih dalam dekapan Rapael, dia membisikkan lantunan doa menganggungkan sabda Tuhan di telinga putri kecilnya tak lupa dipenghujung doanya mengucapakan Aamiin.
"Terima kasih sayang" Ucap Rapael seraya mengecup kening istrinya. Dalam hati dia berjanji akan selalu membahgiakan istrinya, wanita yang sudah rela mengandung dan melahirkan putrinya, wanita yang sudah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan penerusnya kelak, "Terima kasih" Kata itu terlontar lagi deselingi buliran kristal yang sudah lolos membasahi pipinya.
......................
Dibawah sana, Aiden terburu-buru menuju ruangan bersalin Alea dia juga ikut khawatir kala melihat gadis yang sudah dia anggap adiknya sendiri dan wanita yanh dia cintai kesakitan seperti itu. Langkahnya kian di percepat, sampai tak sadar dia menabrak seorang pria memakai pakaian serbah hitam. Aiden hanya sekilas menatap wajah pria itu
"Maaf!" Ucapnya, dia kembali mengambil langkah panjang menyusuri lobi rumah sakit.
Sedangkan pria yang di tabrak tadi terus menatapnya,
dia berbalik melangkah pergi sambil membuat panggilan di telpon genggamnya.
"Aku menemukannya" Ucap pria itu, yang terus melangkah hingga memasuki mobil BMW black yang sudah menunggunya.
"Langsung ke bandara, kita terbang hari ini juga!" Perintahnya.
__ADS_1
......................
"Rapael kamu sudah menyiapkan nama untuk anakmu?" Ucap Prima yang sedang menimang cucu cantiknya
"Iya, mami ! Namanya Kyra Queensha Cristian, artinya perempuan terhormat bagaikan seorang ratu." Tutur Rapael.
Semua keluarga yang ada diruangan itu tersenyum bahagia menyambut kedatangan baby Kyra
"Nek, ni dede Ken ya?" Ucap Ken dengan cara bicara khasnya.
"Iya sayang ini adek kakak Ken, namanya adek Kyra" Ucap Prima megelus lembut rambut cucu gantengnya itu. Ken menyentuh tangan baby Kyra, bayi mungil itu mengenggam erat telunjuk Ken
"Sungguh?" Angguk Ken dengan wajah yang sangat bahagia
"Itu Artinya dia menyayangimu ken."
"Nenek, Ken uga tayang ama Kyla" Ucap Ken sunggu menggemaskan mendengar jagoan kecil itu bicara
......................
__ADS_1
Langkah tegas pria berambut panjang memasuki mansion mewah milik keluarga Remus Alastair ketua klan fox yang sangat terkenal di negara X. Didepannya kini sudah duduk seorang pria paruh baya yang sedang asik mengisap cerutu.
"Berita apa yang kau bawa Seth ? sampai-sampai kau menahanku disini menunggumu?" Ucap Remus, dia sudah tidak seperti dulu kini tubuhnya sudah rentah , tubuhnya yang kokoh mulai layu termakan usia.
"Tuan saya menemukan tuan muda Jaiden Alastair" Ucap Seth, Remus lamgsung terduduk saking shoknya anak yang dia latih sejak kecil menjadi pembunuh berdarah dingin, anak yang pikirnya telah meninggal karena ulahnya ternyata masih hidup. Remus menitkkan air mata yang sudah puluhan tahun tak kunjung jatuh, dia mengangkat wajah tua-nya menatap Seth. Baru saja pria itu bersua namun suara yang selama ini dia rindukan akhirnya terdengar lagi setelah sekian lama.
"Dimana dia? Dimana kakaku, Jaiden?" Teriak gadis bermata tejam dia adalah Azzura Alastair adik tiri Aiden.
"Azzura" Panggil Remus, namun gadis cantik itu mengabaikannya.
Sejak belasan tahun trauma yang Azzura alami masih sangat jelas diingatannya, saat kedua kakanya ditikam oleh beberapa orang bertopeng. malam itu Jeni menyembunyikan Azzura didalam lemari agar gadis kecil itu selamat.
Apalah daya Azzura hanya gadis belasan tahun pada waktu itu dia tidak bisa melakukan apa-apa. Sebelum rumah Aiden dibakar Azzura keluar, Jeni yang masih bernafas menyuruh Azzura pergi sejauh mungkin. Gadis kecil itu hanya menurut, saat akan pergi sebuah gelang tak sengaja ia injak, gadis itu langsung mengambilnya dan berlari sejauh mungkin dengan luka batin dan air mata berurai deras.
Gadis cantik itu mamasuki mobil milik Aiden, tujuannya adalah rumahnya meminta bantua pada ayahnya yait. Saat sampai disana betapa kagetnya Azzura melihat penjahat yang telah membunuh kedua kakaknya, yang lebih menyakitkan yang menyuruh mereka adalah ayahnya sendiri.
......................
Azzura
__ADS_1