
Angin sepoi menyapu wajah mulus gadis bertubuh mungil yang terus tersenyum melihat bayi mungil digendongannya, dia mendongak kala seorang pria mengulurkan tangan. Wajahnya sangat menyilaukan namun dia tahu hanya dari postur tubuh pria itu.
"Ayo kita pulang kerumah aku sejak tadi menunggumu sayang," Ucapnya.
Dewi tersenyum damai dan mengulurkan tangannya.
***
hingga pada akhirnya mata jernih itu mengerjab kala penglihatannya masih kabur. Dia berada diruangan serba putih aroma khas ethanol menyengat penciumannya.
Wajah tampan yang sangat ia cintai tersenyum penuh kasih dan haru padanya. Beberapa dokter langsung memeriksa keadaan memeriksa keadaan Dewi.
Merasa ada sesuuatu yang aneh, Dewi langsung memegang perutnya yang sudah rata. Wajahnya berubah pasih dan berusaha bangun.
"Ada apa sayang apa ada yang sakit?" Tanya Zain saat melihat wajah Dewi terlihat panik.
"By, perutku? Dimana bayi kita? Bagiamana keadaannya? dia baik-baik saja kan?" Air mata Dewi langsung jatuh membasahi kedua pipinya.
"Sayang tenang, bayi kita baik-baik saja. " Bisik zain lali menciuman di pipi istrinya begitu lembut.
__ADS_1
Untung saja para dokter itu mengerti jadi mereka memilih keluar membiarkan pasangan itu saling melepas rindu.
"Lalu dimana anak kita? Aku ingin melihatnya"
Tiga puluh menit kemudian Roger membuka pintu kamar menantunya dirawat, terlihat Prima menggendong bayi mungil dalam balutan selimut putih memasuki ruangan dimama Dewi diwarawat disusul Alea dan dokter marta.
Perlahan prima menaruh bayi itu daalam dekapan menantunya, Dewi megelus lembut pipi merah tomat anaknya.
"Dia anak kita sayang. Terima kasih telah melahirkannya kedunia ini, melindungi dengan segenap jiwamu." Tutur Zain, mengecup pucuk kepala Dewi
"Tapi, aku belum menyiapkan nama untuknya" ucap dewi menatap lekat suaminya
"Ouh ya?"
"Putra pertamaku ku beri nama Kendrick Rai Abraham artinya seorang pemimpin yang jujur. kelak dia akan menjadi seorang pemimpin jauh lebih hebat dari ayahnya, pemimpin yang selalu berlaku adil disetiap tindakannya. dia anakku Ken." ucapnya disambut bahagia oleh yang hadir diruangan.
"Hay baby Ken ini tante cantikmu Alea" Dia mengecup pipi merah keponakannnya "Hemmm... Wanginya, sekali lagi ya! cuppp..." Karena kecupan itu baby ken menangis, membuat Alea segera mundur selangkah.
Dewi tersenyum dan memberikan Asi untuk pertama kalinya pada ken.
__ADS_1
"Dia lapar Al.." Ucap Dewi dengan senyumnya. setelah yakin baby ken kenyang dan terlelap prima segera mengambil bayi mungil itu dari gendongan ibunya. satu kecupan pengantar tidur untuk mu ken. prima
"Kak Zain Baby Ken sangat mirip dengan mu! Lihat hidungnya, matanya, bibirnya semua adalah milikmu. tidak sedikit pun mirip wajahmu wii." Ucap Alea. "Padahal kamu yang mengandungnya, eh pas keluar mirip bapaknya.
"Itu karena kontribusiku lebih banyak ketika membuatnya" Tangan dewi begitu lincah memberikan cubitan mesrah pada suaminya.
Semua yang berada diruangan itu tertawa bahagia. Zain memeluk tubuh istri mungilnya penuh cinta, tak henti-hentinya iya mengucap syukur telah diberi kebahagiaan tak terhingga.
"I love you My wife" bisik Zain di sambut pelukan hangat istrinya
"Aku juga mencintaimu suamiku"
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
__ADS_1
satu lagi jejak 👍 ❤**