
" Aiden, kumpulkan semua pelayan dirumah ini ! " tanpa sepatah kata Aiden keluar mengumpulkan semua pelayan, semua tampak gugup ditambah wajah tuannya seakan sedang menahan amarahnya
"kami semua disini tuan" ucap bibi emi sebagai kepala pelayan dirumah Zain
" pindahkan nyonyamu ke kamar tamu! lalu bersihkan kamar utama cari pil ini sampai di sudut tersembunyi sekalipun. bawa dihadapanku jika kalian melewatkan satu titik dan pil itu masih aku temukan dikamarku maka kalian yang akan bertanggung jawab" ucap zain
"baik tuan" bibi emi keluar diikuti tiga pelayan lainnya
*
"kaka kau dimana ?" dari luar sana suara yang sangat tidak asing lagi meneriakinya siapa lagi kalau bukan Alea
"kau ini kenapa selalu teriak? ini bukan hutan Al!"
"dimana dew.. kaka iparku diman? bagaiman keadaannya, aku hampir gila karena mommy terus menelponku menyuruh kesini?"
"Al.. dikepalamu itu apa? apa fashion terbaru?"
alea memegang kepalanya ternyata handuk milik salon langganannya dia lupa lepas "ahh.. lihat bahkan aku lupa melepaskan ini" ucapnya kesal
"Kaka ipar mu di kamar tamu, jangan ganggu dia jika dia tidur, dia sedang sakit jangan buat dia banyak fikkran karena ocehan tidak bergunamu."
"hemmmm oke bos.... tapi tunggu kenapa kaka ipar dikamar tamu? kalian sedang marahan ya?
" jomblo kaya kamu tidak akan paham Al"
" uhhh.. jangan bawa-bawa kata itu, kau tidak jomblo karena aku menyelamtakan mu kak" ucapnya sedikit berbisik " lihat kak mommy menelpon ku lagi, kenapa juga dia tidak terbang kesini kalau khawatir, diakan punya jet pribadi"
" Al aku akan mengadukan mu ke mommy!"
"terserah... aku jengkel ini"
__ADS_1
alea melangkah kekamar tamu didekat tangga disana dewi sedang duduk seperti memikirkan sesuatu
"Wii... mommy mau bicara!" ucap alea menyerahkan handphone miliknya
"**Halo mommy"
"bagaimana keadaanmu nak? apanya sakit? apa zain tidak menjagamu dengan baik? malam ini mommy akan kembali kamu baik-baik ya nak**"
alea menutup telinganya mendengar ocehan mommynya tidak dirinya, kak Celine sekarang dewi dia benar-benar jadi wanita khawatiran itu penyakit baru yang mommy ciptakan sendiri
"**mommy aku tidak apa, aku hanya demam biasa, mungkin karena cuaca belakangan ini tidak mendukung"
"apa kau sudah diperiksa dokter nak?"
"iya mommy aku juga sudah minum obat, tidk usah khawatir lagi ya !"
" kalau begitu istirahat ya nak, jaga kesehatanmu dan suami mu nak mommy akan segera pulang... mommy sayang kalian semua!"
*
"Al.. aku mau bilang sesuatu sama kamu!" ucap dewi serius Alea yang tadinya baring kini duduk memangku bantal
"apa..? tunggu! ini bukan yang jelek-jelak kan aku tidk mau mendengarkannya. cukup pagi ini aku dihebokan karena kau sakit, itu membuat urat di wajahku tegang. aku tidak mau"
"Al.. aku jatuh cinta!"
" haa. serius?siapa? " alea sangat antusias mendengar kan sahabatnya
"biasa aja Al kau hampir menciumku"
"katakan kau jatuh cinta dengan siapa?"
__ADS_1
" aku jatuh cinta pada suamiku, kakamu" seketika alea Lemas dia fikir sahabatnya jatuh cinta padA pria lain
Diluar sana pria yang sedang berdiri dibalik pintu merasa paling bahagia ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan... dia bahagia akan cintanya berjanji segenap jiwa dan raga akan menjaga wanitanya melindungi dan membahagiakan dengan caranya. bagaimana dengan pil itu jika mencintaiku mengapa dia meminumnya? dia melangkah menjauh menuju ruang kerjanya kali ini bualan madunya harus ditunda.
"serius? itu bagus kalau kau sudah mencintainya wii, apa yang kau khawatirkan?" terlihat jelas kebahagiaan Alea dia tidak perlu diselimuti rasa bersalah lagi karena ide konyolnya menjodohkan teman dan kakanya sekarang cinta itu sudah muncul
"dia tidak mencintai ku Al.. "
"dari mana kau tahu? apa kak zain mengatakannya padmu?"
dewi hanya menggeleng pelan
"lalu?" alea menangkup kedua bahu sahabatnya " mungkin kak zain tidak mengatakan pada mu atau pada dunia jika dia mencintaimu, tapi sikapnya, kekawatirannya perlakuannya apa belum cukup membutikan dia mencintaimu. terkadang laki-laki itu tidak mengatakan tapi membutikan kalau dia sedang mencintai"
"kau taukan Al aku pernah berjuang sekuat-kuatnya untuk seseorang bahkan separuh warasku, aku abaikan. aku rela menjadi apapun asal bersamanya. waktu itu aku membutakan diri. sebuta-butanya. menjadi tuli untuk segala perkara yang melemahkan dada. tapi apa dia meninggalkan ku demi wanita lain, takutku hanya terlalu besar cintaku semakin hari menggunung aku takut jika zain tidak mencintaiku apa aku sanggup merelakan cintaku?
kau bodoh Wii tidak menyadarinya. jika kak zain tidak mencitaimu dia tidak sekawatir ini, dia bahkan melakukannya padamu itu tanda dia ingin mengikatmu bodoh.
" sudah..."
"Al. kau tidak pulang? aku ingin berdua dengan istriku!" zain mendekat kemudian dia berbaring dipangkuan istrinya. entah siapa sekarang yang sakit
"oke.. aku pulang memang aku mau disini melihat keromantisan kaliaan? yang ada jiwa kejombloanku meronta-ronta."
ini yang dibilang tidak cinta? dasar dewi begoooooooo
"kenapa diam disitu? sana pergi !" allea melangkah keluar menutup pintu kamar milik kakanya...
Bersambung....
**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰
__ADS_1
etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**