Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 47


__ADS_3

sepertinya sinar fajar tak akan datang pagi ini menyapa, langit masih menumpahkan rindunya kepada bumi, sejak malam tadi hujan membasahi tanah yang kupijaki menyisahkan basah dalam ingatan.


dia gadis yang telah menjadi seorang wanita seutuhnya masih terlelap dalam balutan selimut putih, sejak tadi Zain sudah siap karean hari ini mereka akan berangkat ke pulau D berbulan madu.


diatarik selimut itu mengintip sedang apa wanita yang kini namanya bertahta kokoh dihati, wanita yang berhasil mencuri seluruh cinta yang dia miliki hingga hanya dia pemilik akan pria itu.


tidak biasanya dia bangun kesiangan seprti ini dia lirik jam 08.24 menit penerbangan mereka pukul 09.00


"sayang bangun ini sudah pagi?" dia menyibak selimut yang masih setia membungkus tubuh mungil itu.


"ehmm..."


"penerbangan kita jam 09 sayang.. ayo bangun"


zain menyingkirkan rambut gadisnya seketika senyumnya hilang saat kulit tangannya menyntuh pipi mulus istrinya. badannya hangat zain dengn cepat memeriksa menyentuh dahi dan pipi dewi.


"sayang kau sakit?"


"Zain aku tidak sakit... aku hanya ingin tidur"


dengan langkah terburu-buru zain keluar kamar menurungi setiap anak tangga dengan wajah khawatir


"tuan aapa sesuatu yang buruk sedang terjadi?"


"bibi hubungi primus! nyonya sedang sakit."


"kamu Buatkan nyonya Bubur"


" kamu bawa air hangat keatas"


"dan kau keatas siapakan pakaian Nyonya!"


perintah zain kepada para pelayanan dirumahnya. ia pun kembali ke sisi Istrinya rumah dibuat hebo hanya karena demam, bahkan Dewi sakit sampai ketelinga Prima Sejak tadi Dia menghubungi zain tidak diangkat. dan pada akhirnya Aiden jadi sasaran utama Nyonya besar.


prumus tiba dengan dokter wanita disampaingnya hanya mewanti-wanti sepupunya adalah pria cemburuan jika sudah jadi miliknya dia tidk ingin siapapun memyentuhnya.


"bagaimna istriku? apa sakitnya parah? apa harus aku membawanya keluar negeri?" tampak jelas Guratan kecemasan diwajahnya


istri anda hanya demam biasa Tuan tidak sampai harus keluar negeri berobat.


"Tuan nyonya tidak apa-apa Dia hanya..."

__ADS_1


"tidak apa-apa katamu? apanya tidak apa-apa kalau dia sakit?" bentak zain


"kau apa yang kau lakukan pada tangannya?" bentak zain ke perawat yang memasang infus itu hampir stop jantung karena ulahnya


"primus kau ingin istriku tambah sakit karena ulah bawahan mu ha?"


hufttt... dasar bodoh dia hanya terlahir dengan wajah tampan dan kaya. andai tanah Rumah Sakitku bukan Milikmu mungki kau sudah kubius agar kau tidak menganggu.


"Besok angkat rumah sakitmu dari tanahku."


buset apa dia dengar?


" Zain... "


"Iya sayang aku disini, apa ini menyakitimu?"


"tidak.. kau yang menyakitiku dengan suaramu itu"


"maafkan aku sayang" zain mengenggam tangan istrinya dengan penuh kasi hatinya sakit dia tidak tahu jika istrinya sedang sakit


sejak kapan kau sakit? maafkan aku tidak mengetahuinya, maafkan aku tidak memperhatikan mu, maafkan aku lalai akan dirimu.


dokter primus memberi kode ke dokter martha agar tidak menganggunya dan mengajak mereka berdua keluar.


" demam kaka ipar sudah turun zain, ini wajar mungkin karena cuaca belakangan ini. " ucapnya. zain hanya fokus ke istrinya entah dia dengar atau tidak toh ada Aiden Yang mendengarnya


primus melangkah keluar, dia hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap zain sudah bucin 100 kuadrat kepada istrinya.


"prim aku mau bicara ikut aku!"


mau apa lagi dia? belum cukup tadi penjelasanku.. tunggu !!! apa dia benar-benar akan menyuru mengangkat rumah sakit ku.? huftt tenang primus kerahkan seluruh kekuatan merayumu agar macan gila ini tidak menggila.... dewi fortuna kali ini berpihaklah padaku hem...hem


"kau kenapa keringatan seperti itu?"


"tidak... mungkin karena aku tidak mandi sejak kemarin "


"ihhh.. dasar jorok"


"itu tidak penting, katakan! bukannya kau ingin bicara!"


sial.. aku seperti sedang dalam persidangan.. tenang jangan memprofokasi pria didepanmu wajahnya saja tampan tak berdosa tapi dia menyeramkan dan sedikit gila.

__ADS_1


"Apa Istriku tidak sedang hamil sekarang? apa benar hanya demam biasa?"


"hemm..." primus sempat tertgun


"jangan hemmm... aku bertanya jawab kau ini" zain menendang meja didepnnya membuat primus sedikit meloncat


"ekhm... tidak dia hanya demam biasa, dia tidak akan hamil"


"maksudhmu?" wajah zain berubah merah padam


tunggu apa aku salah bicara? di mana salahnya ?


"jawab, atau aku akan melenyapkanmu sekarang prim"


"oke. kau tidak sabaran sekali... istrimu mungkin mengkomsumsi semacam Pil KB, ini baru asumsiku melihat flak hitam diwajahnya dan ditangannya tapi masih asumsiku Zain bisa salah"


"apa yang kau maksud ini?" zain mempelihatkan Pil Kb ditangnya yang hanya sisa 3 butir


"pantas saja setiap malam aku melihat dia meminumnya. setiap bicara soal bayi dia gugup." Zain mengepalkan tangnnya andai saat ini istrinya tidak sakit mungkin dia benar-benar menggila. primus sukses melotot melihat urat tangan sepupuya muncul.dipermukaan kulitnya.


"Zain... tahan Emosimu, mungkin istrimu belum siap memiliki anak"


"kau diam prim.. Aiden bawa dia keluar"


"aku akan keluar tapi ingat tahan emosimu tentu istrimu memilikki alasan"


"tutup mulutmu dan keluar dari ruanganku. tau apa kau tentag wanita pacara saja tidak punya" ucapny masih bisa didengar Primus.


*sabar Prim jangan marah kau memang tidak memiliki pacar itu tidak masalah selama tanah Rumah sakitmu aman. maafkan aku Dewi karena hal ini kau mungkin akan kewalahan menghadapi Zain. semangat, mari kita berjuang bersama-sama melewati badai gila suami mu.


*


*


*


Bersambung....


**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰


etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤***

__ADS_1


__ADS_2