Kau Dewiku

Kau Dewiku
Ekstra #7


__ADS_3

Disinilah Azzura berdiri didepan perusahaan corps.co, rasa haru dan bahagia menyelimuti relung hatinya sebentar lagi dia akan bertemu dengan Jaiden kakanya, yang selama ini dia rindukan.


Langkah anggunnya mulai memasuki lobi perusahaan, diikuti Hans sekertarisnya. Beberapa mata memandang berdecak kagum, gadis itu terlihat cantik meski hanya memakai makeup tipis.


Dari arah berlawan Zain berjalan keluar , kebetulan siang ini dia akan menghadiri rapat diluar kantor. Langkah pria itu terhenti kala Azzura memblokir jalannya.


"Selamat siang tuan Zain Abraham" Ucap Azzura,


Zain menatap Azzura karena wanita didepannya ini menyapa dirinya menggunakan bahasa Rusia.


"Siang!" Ucap Zain datar.


"Perkenalkan saya Azzura Alastair" Ucap Azzura.


Melihat ekspresi Zain, dia sudah tahu siapa gadis yang menyadang nama Alastair berdiri dihadapannya ini.

__ADS_1


Zain langsung berbalik ke belakang, disana sudah ada Aiden melangkah menyusulnya.


Azzura menatap senduh wajah yang selama ini dia rindukan, pria yang pikirnya telah meninggalq. Perlahan Azzura melangkah mendekati Jaiden, bersamaan dengan itu buliran kristal jatuh membasahi kedua pipinya.


Langkah Aiden terhenti saat Azzura berada tepat didepannya. Pria botak itu menatap wajah Azzura yang sudah berlinang air mata, dia masih belum sadar jika gadis didepannya ini adalah adik kecilnya.


Masih menatap kakaknya, Azzura terus menyadarkan dirinya takut ini hanya mimpi. Aiden merasa heran adapa dengan gadis ini? Tiba-tiba menangis dihadapannya.


Zain bos pengertian sejak tadi sudah memerintahkan seluruh karyawan kembali ke ruangan masing-masing tidak ada yang boleh keluar sebelum ada perintah darinya.


"Nona jangan seperti ini! " Ucap Aiden, masih berusaha melepaskan pelukan Azzura,


Gila gadis ini gila. Dia makan apa sampai-sampai kekuatannya sekuat ini? Batin Aiden


Azzura mulai tenang dia melepaskna pelukannya namun masih berurai air mata..

__ADS_1


"Uahhhh..." Tangis Azzura kian pecah, Aiden mundur selangkah sungguh dia tidak berbuat jahat pada gadis didepannya, bahkan gadis itu yang menyerang Aiden terllebih dahulu. Aiden makin heran saat Azzura duduk dilantai bak anak kecil yang ingin sesuatu, ditambah tangisannya kian kencang.


Aduh bagaiman cara menghentikan tangisnya? Dimana orang tua gadis ini? Apa dia tersesat? Batin Aiden.


Aduh apa yang kamu pikirkan Aiden bagaiman bisa gadis sebesar itu tersesat. Aiden melihat sekelilingnya sepi, lalu tatapannya mngarah ke Zain namun pria itu sedang asik minum teh dan membaca koran di kursi.


"Kak Jai kau sungguh keterlaluan, bagaimana bisa melupakanku?" Sungut Azzura seraya berdiri. Lain halnya Aiden, saat gadis aneh ini memanggilnya 'Jai' dipikirannya terlintas satu nama, Zura sang adik. Aiden terdiam manatap Azzura meminta pengulangan.


"Kak Jai ini aku Zu..." Ucapan gadis itu terhenti kala Aiden menarik kembali tubuh adiknya, dia memeluknya erat. Tidak salah lagi gadis ini adalah adik kecilnya yang selalu mengikuti Aiden kemana pun. Saking eratnya pelukan Aiden Azzura kehabisan nafas. Gadis cantik itu menepuk pundak Aiden agar melonggarkan pelukannnya.


"Uhukkk... Kak Jai apa kau ingin membunuhku? Padahal aku sangat senang saat mengetahui kau masih hidup. Sepertinya datang kesini melihatmu bukan keputusan yang baik."


"Zura, kau kenapa secerewet ini?" Ucap Aiden heran. Azzura hanya menaikkan kedua pundaknya. "Dan kenapa kau jadi sekurus ini? Apa ayah tidak memberimu makan?"


"Kaka kau masih memanggilnya ayah setelah apa yang terjadi? Dia sudah membunuh kak Jen dan calon anak kak Jai." Ucap Azzura, Aiden mambulatkan matanya. Bagaimna bisa adiknya tahu apa Remus yang memberi tahunya?

__ADS_1


......................


__ADS_2