Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 84


__ADS_3

“kau tidak lupa kan akan membawakanku makan siang sayang?” Zain mengirim pesan melalui aplikasi dalam ponsel genggamnya.


"iya by aku sedang dalam perjalanan."


"Aku menunggu sayang emot kiss:*"


Dewi tersenyum melihat tingka suaminya yang seperti ABG, padahal sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.


"Fredi berhenti..!" Ucapnya membuat pria itu mengerem mendadak


"Nyonya kau tidak apa kan?" ucapnya melirik keadan tuannya.


"Tunggu sebentar aku akan turun. aku ingin membeli roti shand wich rol itu!" Dia menunjuk toka subway terlihat ramai akan pengunjung


"Nyo..." Ucapan Fredi terpotong melihat Dewi sudah turun terlebih dahulu.


Mungkin ini akan memkan sesikit waktu karena dewi memesan begitu banyak. Dia memilih duduk sejenak menunggu pesannya selesai.


"Kau selalu begitu Prim aku sudah lama menunggu... kenapa kau membuatku seperti ini?" Ucap wanita tepat belakang Dewi. dia sudah tahu siapa pemilik suara itu. tadinya Dewi ingin menyapa Devika dan Primus, tapi niatnya dia urungkan melihat keseriusan diwajah mereka.


"Dev... Maafkan aku"


"Kau fikir dengan kata maaf semua akan baik-baik saja? apa dengan kata maafmu bisa membuat persaanku akan berubah.. Aku mencintaimu "


Dewi dibuat kaget, terbyata Devika menyukai Primus. Tapi kenapa perhatiannya pada Zain begitu berlebihan?


"Dev aku tidak bisa membalas perasaanmu, aku mencintai wanita lain"


"apa wanita itu Dewi? Istri Zain?". Primus mentapa tajam devika.


" Aku tahu kau diam-diam menyimpan foto Dewi dilaci kerjamu. Malam itu kau terus membuang wajahmu saat Zain bersama istrinya. kenapa? karena kamu mencintainya kan?"


Primus diam seribu bahasa dia tidak menjawab lagi pertanyaan yang Devika sudah tahu jawabnnya.

__ADS_1


"Aku tau aku salah akan perasaan ini Dev. Tapi apa aku salah aku menyukainya dev? hanya waktu saja tidak tepat." ucapnya "Tentang perasaan mu padaku aku minta maaf selama ini aku hanya menganggap mu adikku"


***


"Selamat siang nyonya Dewi..!" Sapa kedua resepsionis itu begitu ramah.


"Siang..! Ini untuk kalian" ucap Dewi meletakkan satu box makanan diatas meja.


"Terima kasih nyonya"


Dewi yang baru memulai langkahnya harus terhenti saat seseorang memanggil namanya.


"Hay... Dewi, lama tidak bertemu sepertinya kau sangat sehat" ucap riko. Tangannya memperagakan perut buncit


"Seperti yang kamu lihat Rik, semoga juga kau bahagia bersama Reva. Sampaikan salamku padanya." Riko Hanya mengangguk kemudian mengurkan tangannya, dibalas oleh Dewi. Disudut sana seseorang melihatnya begitu emosi, terbakar api cemburu melihat tangan istrinya disentuh orang lain.


"Riko, aku pergi dulu. Suamiku sedang menunggu sekarang." Tutur Dewi memulai langkahnya.


Riko hanya bisa menatap punggungnya yang kini sangat jauh dia jangkau.


***


"Zain ada didalam kak?" ucapnya hanya diangguki ririn.


"Ini untuk kak Ririn." Dewi melettakkan kantong kresek diatas mejanya.


"Terima kasih Nyonya, saya akan menikmatinya."


Ceklek... Dewi melangkah masuk, matanya mengitari setiap sudut ruangan suaminya namun pemiliknya sedang tidak ada. Mungki dia di kamar mandi fikirnya. Dewi menunggu beberapa menit takkunjung keluar juga hingga dia tertidur.


Zain mengintip dibalik cela ruangan tersembunyinya, dia keluar saat melihat istrinya tertidur dia semakin kesal


"By... kenapa tida membangunkan ku?" Ucap dewi merenggangkan tubuhnya. Zain terus makan tanpa merespon

__ADS_1


Dewi mulai kesal sudah setengah jam Zain mendiaminya. .


"By kamu kenapa sih? dari tadi cuekin aku?"


"BY..." teriaknya membuat Zain tergelak kaget.


"Tidak usah teriak! Ini bukan di tngah hutan" ucapnya Kesal


"kamu kenapa sih? tadi diam sekarang nge gas kamu ada masalah?"


"Kamu membawa maslah itu, dari tadi aku menunggumu dengan perut kosong tau-taunya malah asik pegangan tangan sam laki- laki lain dibawah sana" sungutnya kesal.


Dewi melongo dibuatnya laki-laki ini sedang cemburu?


Sudah kuduga dia pasti melihat tadi aku bersalaman dengan riko. matanyakan dimana-mana.


"Jadi kamu mendiamiku sejak tadi hanya karena masalah ini? Apa tadi kau melihatku sedang ber-mesraan dengannya HA?


Kenapa jadi dia yang marah? seharusnya aku yang marah karena dia bersma laki-laki lain tadi. Kenapa malah sebliknya.


" Kenapa diam? Hey Tuan Zain Abraham Lihat Keadaanku sekarang? memang ada yang mau dengan wanita perut buncit yang sebentar lagi melagitkan sepertiku?" dia mundur selangkah agar suaminya melihat keadaannya sangat jelas "Kau aneh zain" ucapnya . dia mengambil tasnya ingin pergi


"Sayang mau kemana? Aku masih merindukan mu" ucapnya.


"Sejak tadi kamu hanya diam. sepertinya kau kena sariawan, lebih baik aku pulang." ucap Dewi meinggalkan Ruangan Zain dengan senyum tertahan.


Cara paling ampuh jika suaminya marah, ya marah balik dong heheheh.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2