Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 62


__ADS_3

Zain terlihat gelisah dengan pertemuan ini, untung saja Ada Aiden. Jadi dia dapat menghendel semuanya, pada akhirnya kedua pria beda generasi itu, mencapai kata sepakat. Mereka makan malam setelah selasai membahas tentang proyek mereka.


"Ada apa dengan Datuk Zain? adakah awak mempunyai janji segera?" Ucap Tuan Maher meletakkan cangkir teh ditangannya.


" Saya ada janji dengan istri saya tuan Maher, hari ini dia berulang tahun"


"Oh .. saye minta maaf Datuk Zain. Saye tak tau ada hari jadi isteri Datuk hari ni, jadi saya tak bawe hadieh"


"Tidak apa tuan Maher... Kalau begitu saya permisi dulu, terima kasih atas kesepakatan kita, maaf saya tidak menemani anda makan malam."


" Tak ape Datuk Zain, buat isteri anda senang malam ni! Selamat hari jadi tuk isteri datuk."


Zain hanya mengangguk dia segera melangkah keluar restoran khas indonesia itu, sepertinya malam ini akan turun hujan. Tak ada cahaya bintang maupun bulan, angin berhembus Lumayan kencang membuat dahan dan dedaunan bergoyang diatas sana. Zain melirik Jam ditangnnya sudah jam 07.45 menit..


"Aiden kau bisa lebih cepat sedikit, pasti istriku disana sudah menunggu.!"


"Ini sudah kecepatan diatas rata-rataku tuan... Harus secepat apa lagi saya mengemudi? ini hanya memakan waktu 15 menit kita akan sampai"


"Cihh.... Ternyata hanya sampai disini kemampuan mengemudimu?"


Tuan fikir saya Sebastian Vettel si juara dunia balap mobil F1 itu. *Bagaimana jika tuan saja yang bawa mobil i*ni?.


Zain menendang kursi Aiden sangat kuat "Aku tau kau menyumpahiku Aiden."

__ADS_1


Bahkan sekarang tuan Zain mampu mendengar ucapanku di dalam hati. Lebih baik kau diam Aiden.!


Sekitar 15 menit yang lalu Dewi sudah tiba direstoran tempat mereka janjian, fredi dengan setia menemani nyonya yang masih menunggu. Namun, panggilan alam membuatnya harus berurusan dengan toilet.


Malam ini tidak ada bintang maupun cahaya rembulan memecah pekatnya malam, Dewi menatap keluar jendela menyaksikan bangunan tinggi dengan lampu penenrang. Malam ini dia terlihat cantik kulit yang putih sangat salaras dengan gaun bercorak bunga-bunga keluaran brand Gu**i melekat di tubuhnya.


Rambutnya dia biarkan terjuntai kebawah, bibir mungil itu diberi lip secerah mawar merah. Beberapa pengunjung yang melihatnya terlihat kagum akan kecantikannya mereka saling berbisik satu sama lain, awalnya Zain ingin memboking semua restoran itu tapi Dewi melarangnya dia ingin menikmati kencan ini seperti orang lain.



Zain baru saja tiba, ini adalah lima belas menit terlama baginya, dengan balutan jas hitam senada dengan bawahnnya zain memasuki lobi resto mewah itu.


"Zain..." Langkahnya harus terhenti ketika seseorang menarik tangannya. Wajah itu tidak asing, wanita yang pernah singgah dihatinya. Alexa, dia ada sesi wawancara hari ini, membuat para wartawan menyorotkan kamera kepada mereka.


Terlalu banyak presepsi media, ini akan menjadi trending dunia


'Apakah Alexa Young adalah istri tuan Zain yang disembunyikan dari media.?'


Dalam waktu sekejab stasiun TV hanya menyiarkan berita tentang mereka malam ini, media sosial pun dibuat heboh.


"Apa yang kau lakukan Alexa?" ucap zain melepas tangan Alexa


"Jaga sikapmu Zain, kita sedang disorot media kau tidak ingin nama baikmu tercoreng, bersikap lah seperti biasa baby!" Bisik Alexa.

__ADS_1


"Aku tidak perduli" Zain melangkah pergi namun Alexa kembali menariknya hingga gadis itu jatuh kepelukannya. Media semakin heboh mengabadikan moment langkah ini dia dengan kasar melepaskan pelukan Alexa.


Dibelakang sana tidak jauh dari tempat Zain Dan Alexa berdiri, Dewi melihat suaminya.


Dewi menjauh dari kerumunan itu, membawa sejuta sakit dalam hatinya. Baru saja tadi pagi dia merasakan bahagia yang teramat, dan malam ini dia tidak bisa mengungkapkan hati dan fikirannya. Semua berantakan bahkan bisa dibilang dititik ini dia ingin menghilang bagai buih di tengah lautan. Semesta seakan mempermainkannya, menghadirkan kebahagiaan dan mengmbilnya tanpa permisi.


Dewi terus melangkah menjauh, memecah ganasnya malam di atas sana langit saling memburu suara gemuru guntur dan sesekali kilatan menyambar, angin kian kuat berhebus sekaan tubuh kecilnya ingin terbang. Dewi menghapus cairan bening yang keluar dari kelopak matanya.


*


Direstorant, Fredi baru saja dari kamar kecil dipanik bukan main, mendapati kursi Nyonyanya kosong, .


"Pelayan, dimana pemilik meja ini?" Tanya Fredi pada salah seorang pelayan yang sejak tadi berdiri di dekat meja Dewi.


"Dia tadi berlari setelah membuka ponselnya tuan." Fredi langsung mengambil ponsel dewi.


Selang beberaapa menit Zain diikuti Aiden tiba di meja istrinya nafasnya masih memburu,


"Dimana Istriku Fredi?" Tanya Zain wajahnya mulai panik, fredi hanya diam "KATAKAN DIMANA ISTRIKU?" Bug satu pukulan melayang dipipi Fredi.


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*

__ADS_1


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2