
Dewi baru saja keluar dari bilik kamar mandi, dia tersenyum melihat suaminya tertidur memeluk dot Ken,. Sedangkan bayi kecil itu sedang asik menabur bedak putih diwajah papinya.
"Ken what are yo doing?" Ken yang sudah tahu jika namanya dipanggil melirik dengan senyum manisnya.
"Kenapa tidak tidur jagoan?" ucapnya. "Umcchh... Satu ciuman manis untuk anak mami" Ken semakin memperlihatkan senyumnya
"Ken... Gigi mu sudah mulai tumbuh?" Ucap dewi, jarinya merabah gusih Ken. "Aaaa" pekiknya membuat Zain terbangun seketika
"Kenapa sayang? Mana Ken?" Tanya Zain yang masih belum sadar saat ini Ken sudah ada dalam gendongan Dewi.
"Ken menggigitku by, dia sudah mulai tumbuh gigi"
"Serius? Mana Ken, papi mau lihat gigi mu?"
Bayi kecil itu menyembunyikan wajahnya dipundak Dewi,
merasa tidak ada pergerakan dari Ken, Dewi segera meletakkannya ke tempat tudur
Hupp... Zain memeluk tubuh kecil Dewi yang masih terlilit handuk,
"By lepas tidak! Akuu mau pakai baju" Titah Dewi namun Zain tetap memeluknya bahkan tanganan kini mulai menyusup dibalik handuk milik istrinya
"Kenapa mau pake baju sayang nanti dibuka juga kok" goda zain tangan kini mengelus lembut perut rata istrinya
"Tidak! Aku datang bulan by"
__ADS_1
"Lagi...?" Ucapnya melemas
"Kenapa? aku bahkan sudah lewat seminggu telat" ucap dewi melepaskan pelukan zain
"Memang kenapa kalau lelat?"
"He.. Ya aku hamil lah"
"Memang kenapa kalau kamu hamil sayang? kan ada suami" ucapnya kemabali memeluk istrinya
"Yaya.. Tapi tangan dikondisikan Pak Suami" ucapnya menahan tangan Zain yang sudah menggeria dibilik handuk milik istrinya..
"Apa bagian ini juga datang bulan sayang?"
*
*
*
Tiba dimana hari bersejarah dalam hidup alea, hari dimana Alea akan menyerahkan sepenuh jiwa dan raganya melayani suaminya dengan sepenuh hati. Alea terlihat sangat cantik MUA terkenal di kota ini baru saja selesai mengoleskan lipglouse agar wajah si-pengantin terlihat lebih segar, meski make up-nya yang minimalis tidak mengurangi kecantikan Alea. step terakhir WO memasangkan Mahkota kecil dipucuk kepalanya. malam ini dia bak ratu negeri dongeng.
"Ciehhh... yang udah mau jadi nyona Cristian..." Goda Dewi seraya mendekati adik iparnya yang sebentar lagi menyandang status seorang istri
"Ahh.. Wii kau membuatku tambah gugup"
__ADS_1
"Kenapa gugup? memang kamu mau pidato di depan persiden?" Ucap Dewi semakin menggoda Alea membuat Alea tertawa.
Ini kah dikatakann terpesona, Rapael menutup mulutnya ketika melihat gadis pujaannya terlihat begitu cantik dan mempesona, dengan balutan gaun tempo hari dia coba.
"Sayang.. Kau sangat cantik" Rapael mendekat, Dewi segera menggeser posisinya memberi ruang kepada sipengengantin. Mereka saling menatap seakan dunia hanya milik beruda.
"Tuan... Ini sudah waktunya, acara akan segera dimulai"
ucap salah satu panitia royal wedding ini.
Rapael mengangkat tangannya alea dengan senang hati menautkan tangannya kedua mempelai itu berjalan menuju gedung resepsi, bak raja dan ratu mereka disambut ribuan tamu , Alea sesekali menghembuskan nafasnya agar sedikit tenang.
"Sayang jangan terlalu gugup, simpan itu saat malam pertama kita" Bisik Rapael
"Sepertinya kau sudah tidak sabar sayang, bagaimana kalau kita kabur saja"
Demi Neptunus Alea ingin sekali mencekik suaminya, tunggu saja sampai acara ini selsai aku akan menghajarnya habis-habisan. kita lihat saja nanti siapa yang menghajar dan dihajar
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1