Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 57


__ADS_3

Sejak tadi zain sudah Tiba dirumah utama bersama istrinya. saking Lelahnya dia tertidur. manik abunya melihat jam diatas nakas pukul delapan malam lewat, zain terduduk ditengah kasur berusaha mengumpulkan kesadarannya. deg jantung berdegup kencang ketika tidak mendapati dewi dikamarnya. itu kebiasaan dewi meninggalkannya sendiri dikamar membuat zain kesal


dia berlari menuju lantai bawah seketika perasaan lega melihat dewi sedang asik mendandani Aurelia.. mommy dan daddy nya terlihat bahagia


"By kau sudah bangun?" zain hanya mengangguk kemudian dia menarik dewi duduk disampingnya " kamu ini tidak malu apa? disini bukan hanya kita berdua By" bisik dewi


"Oma lihat Uncle zain dia ambil tante dewi , padahal tante bikin Aulel cantik kaya pinces" ucap alea lidah cadelnya membuat semua gemes


"dia milikku aurel.." ucap Zain mengeratkan pelukannya dipinggang dewi


"uhhh dulu aja belum ada tente dewi uncle juga bilang kalau aulel milik uncle, jangan pelcaya tante"


"ouhh gitu ya by.. nanti siapa lagi jadi milik mu ?" dewi ikut-ikutan drama aurel. seisi ruangan itu tertawa


" Zain... sebentar lagi ulang tahun perusahaan mommy mau umum kan secara resmi kalau dewi menantu keluaraga D abraham bagaimana menurutmu sayang? " ucap prima


" aku setuju mommy... bagaimana sayang kamu tidak keberatan kan?"


"aku serahkan semuanya padamu by.. aku ikut saja"


"selamat malam semua apa akuu terlamabat?" ucap alea yang baru saja tiba dia mencium pipi kedua orang tuanya. niatnya ingin mencium Zain tapi kakanya menghindar


"kak kenapaa?" ada guratan kecewa di wajahnya selama ini baru pertama kali zain menghidari ciumannya.


"aku sudah menikah jadi kau tidak boleh menciumku lagi nanti istriku cemburu" ucap zain


alea menatap dewi, namun gadis itu hanya menggeleng


"kalau begitu aku cium kaka iparku saja....! ummcchhh" satu ciuman mendarat dipipi dewi


"Al.. kau ini jangan cium sembarang istriku" zain lalu melap pipi dewi dengannya " ini hanya milikku Al"


" ihh mommy lihat anak mu cemburuan sekali, sama adeknya saja cemburu. dia mirip siapa sih mom?


" mirip daddymu sayang" ucap prima cepat


" hemmm aku percaya.. jika kau benar-benar anak daddy..."


" hey aku orang tidak bersalah disini..." ucap roger mengelak seisi ruangan itu tertawa Kak daniel dan Celine ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


*


meski prima menahan mereka untuk menginap malam ini tapi zain menolak, dia tetap ingin kembali kerumah mereka. semenjek sudah menikah zain paling susah diajak menginap dirumah utama. jika aku bertanya kenapa tidak menginap alasannya selalu sama. tempat ternyamaan adalah rumah sendiri. padahal dulu dia juga tinggal disana


mereka melewati tepi danau yang sangat ramai mungkin karena malam minggu, dewi menampakkan wajah puppy ayes


" okey nyonya abraham" ucapnya. zain menepikan mobil sport merah miliknya dari kejauhan Aiden dan beberapa pengawal mengawasi tuannya.


"By...!"


"iya sayang aku disini" zain memeluk tubuh istrinya dari belakang. "kenapa ? ada yang kamu inginkan?"


"sejak kapan kamu mencintaiku?" dewi memutar badannya menatap wajah tampan suaminya


"sejak pertama melihatmu mungkin aku sudah jatuh cinta. tapi aku belum menyadarinya."


"ohhh.." dewi kembali memutar tubuhnya lalu meraih tangan zain agar memeluknya kembali


"memang kamu tahu kapan aku melihatmu?"


" tentu.. aku ingat sekali ketika kamu hampir menabrakku kan waktu itu kamu arogan sekali. sampai-sampai aku tidak ingin bertemu kamu yang kedua kaliny"


"haaaa.. maafkan aku sayang, itu sudah berlalu. tapi itu pertemuan pertama kita, pertama kali aku melihatmu di kota B, waktu itu kamu menyiram kekasih yang selingkuh kan?"


"kamu ada disitu by?" ucapnya. zain hanya mengangguk senyum


"ouh pantas saja kamu selalu kamu selalu berkata seperti ini, Ekhem (dewi memperaktekkan wajah dan suara zain) apa kau sangat sakit hati karena pacarmu selingkuh? sampai-sampai kau ingin menghancurkan tubuh mu?"


"tunggu apa wajahku sejelek itu yang?"


"lebih malah" uca dewi. zain menatap lekat wajah istrinya.


" sepertinya aku harus berterimakasih pada pria itu, dia sudah melepaskan seorang bidadari dan aku diberi kesempatan untuk memiikinya dan kini dia sudah dalam pelukannku.." zain memegang kedua pipi istrinya "aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu. sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu sayang., bahkan ketika kau bosan atau berhenti mencintaiku aku tetap tidak melepas mu memenjarakan mu selamanya di hatiku."


Cup.. satu kecupan manis mendarat di bibir Zain. lalu dia kembali memeluk tubuh istrinya dari belakang, bersama semilir angin mereka berdua saling membalas Kata cinta, hingga malam semakin larut dewi tertidur dalam pelukan suaminya. sekali hentakan Zain menggendong tubuh mungil itu, beberapa mata yang melihatnya terpesona akan ketampanan Zain.


*


pagi menyapa dengan gemericik gerimis pagi ini mendung, matahari tak menampakkan cahaya seperti hari biasanya. dewi baru saja selesai dengan ritual mandinya. lagi-lagi dia terpesona melihat Zain meski hanya punggungnya saja yang terlihat sukses membuat dia menelan slivanya

__ADS_1


kendalikan dirimu dewi, jangan membangunkan jiwa liarnya atau kau akan kewalahan sendiri nanti!



perlahan dewi mendekat mengelus lembut punggung suaminya


"By bangun yuk! ini hampir jam delapan by." ucapnya dengan lembut


" hemm.. sepuluh menit lagi sayang" zain memindahkan kepalnya dipangkuan dewi lalu menenggelamkan wajah itu di perut ratanya. menurut dia itu tempat persembunyian paling nyaman .



Zain baru saja selesai memakai jas, sepertinya aku punya bakat jadi ahli stylis atau memang karena suamiku yang ganteng jadi apapun dia pakai tetap cocok?


"sayang ini apa?" ucapnya memperlihatkan sebuah kotak berwarna biru


"ouh. kemarikan by" dewi mengambil kotak itu lalu membuka isinya. itu dasi yang sempat dia beli tempo hari "hadiah untuk suamiku" dewi memasang dasi itu sangat rapi zain hanya asik memandang wajah cantik istrinya yang sedang tersenyum


"sudah.!"


"sepertinya aku salah membeli kali ini" ucapnya. dengan wajah sedih


"kenapa? apa kelihatan aneh? tapi menurutku bagus kok"


" bukan begitu By, kamunya tambah ganteng, bagaiman kalau ada yang mengambil mu dari ku?" ucap dewi memanyungka bibirnya.


" kamu ya buat aku senam jantung.. aku fikir kenapa." ucapnya, lalu zain menarik tubuh istrinya dalam dekapan


"dengar baik-baik. bagaimana bisa aku diambil orang jika kau sudah mencuri semua milikku. bahkan namamu sudah bertahta dalam hatiku, dan aku sudah berjanji dalam setiap lantunan doaku, aku akan tetap disisimu sampai kapan pun."


"terimakasih sudah memilih dan mencitaiku By... aku adalah wanita paling bahagia didunia ini"


"kalau begitu aku pria paling beruntung bisa membuatmu bahagia yang". ucap zain, dewi hanya tersenyum dalam dekapan hangat suaminya



Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*

__ADS_1


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2