
*
"By.. kemu kenapa?" ucap dewi. dia mendekat pada suaminya, lalu berdiri tepat didepannya."Apa ada masalah diperusahaan?"
"Tidak sayang, hanya saja..." Zain menggantung ucapannya
"Hanya saja apa sih?"
"Aku dan Daddy harus keluar kota, ada pembukaan anak cabang perusahaan disana jadi aku harus mengurusnya terlebih dahulu sebelum menyerahkannya ke pihak menajemen disana."
"Lalu masalahnya apa?" Dewi, mengalungkan tangannya dileher Zain.
"Kamu sedang hamil sayang dan sekarang kamu ngidalm, bagaiman kalau kamu kenapa-napa, atau ada yang kamu inginkan aku tidak disampingmu"
"Aku fikir kenapa? Disini banyak yang menemaniku, aku juga bisa kerumah mami jadi kamu tidak perlu khawatir lagi ?"
"Kamu yakin sayang? Tidak apa-apa kalau aku pergi?"
"Drama baget sih padahal cuman mau keluar kota. Jadi kapan kamu berangkat?"
"Sekarang sayang, daddy dan kak Daniel sudah sampai disana"
"Ya sudah kamu siap-siap aku kemasi barang mu dulu!"
Zain menarik pinggang Dewi membawanya kedalam dekapannya. "Sayang..?"
"By..."
***
"Al jaga kakak iparmu, jangan biarkan dia makan sembarangan, jangan buat di kecapean, jangan ajak dia ke tempat aneh, jangang...."
"Kak aku tau, ini sudah yang ke tiga kalinga kaka ucapkan kata itu. Dia juga kaka iparku dan didalam sini ada keponakan ku jadi kau tidak perlu memintanya pun akan ku lakukan."
"Gadis pintar"
"By kalau kamu sampai hubungi aku ya...!"
"Iya syang, aku usahakan kerjaan disana cepat selesai lalu aku pulang." Satu ciuman lembut dia berikan untuk Dewi, lalu menjongkok mengelus lembut perut istrinya yang masih rata.
__ADS_1
"Jangan menyusahkan mami mu ya sayang selama papi tidak disisi kalian.!"
"Iya papi" ucapnya menirukan suara anak kecil
Dewi melambaikan tangannya kearah mobil Zain perlahan meninggalkan pekarangan rumah utama.
"Hemmm.. baru saja dia pergi aku sudah merindukannya" ucapnya lalu melangkah masuk.
***
,Semua mata memandang begitu terpesona akan ketampanan Zain, beberapa karyawana tertlihat menunduk hormat namun tidak dihiraukan. Didepan lift sudah ada Sekertaris Malika menunggunya.
"Selamat datang pak " Malika menunduk hormat , tidak di hiraukan oleh Zain. "Selama bapak disini saya akan menjadi sekertaris anda."
"Aku baru saja sampai sayang"
Tulis Zain pada pesannya.
"kau sudah makan?"
"Sudah tadi dipesawat yank, aku rapat dulu dengan daddy dan kak Daniel, aku akan menghubungimu nanti!"
"Iya Sayang, I Love You."
***
Sedangkan dirumah utama sedang heboh karena akun gosib mengunggah kebersamaan Rapael model ambasador salah satu brand sepatu terkenal sedang ber kencan dengan Aleana Abraham anak salah satu milyader negeri ini, bahkan gosib itu menggeser skandal artis G.
"Ahhhh..." Teriak Alea membuat Dewi kaget, hampir saja piring ditangannya terbang keudara
"Kau kenapa Alea?" Tanya Dewi seraya meletakkan piring ditangannya
Melihat tidak ada respon dari Alea, Dewi melihat kearah tv yang Alea tadi lihat.
"Al itu kamu ya?" Dewi menujuk kearah TV dimana Foto Alea dan Rapael berada didalam sana. "Kamu pacaran dengan Rapael?"
"TIDAK!!! Mereka hanya omong kosong"
"Lalu kenapa kalian bersama?"
__ADS_1
"Ceritanya panjang, kapan-kapan aku cerita" Alea langsung memindahkan siaran selanjutnya, lagi-lagi gosip tentang dirinya muncul.
"Seprtinya semua siaran menyiarkan tentang hubungan kalian, atau kau memang sedang kencan dengannya Al? Heeee ayo ngaku" Dewi mendekat disisi Alea niat menggoda adik iparnya
"Iiihh mana ada? Itu tidak benar Wi..." Ucapnya salah tingkah
"Ayolah mengaku saja Al, jangan malu.. Aku tidak akan bilang siapa-siapa kalau kalian kencan hemm" Dewi mendekatkan wajahnya ke arah alea membuat pipi pemiliknya merah merona
"Ahhhh... Tidak" Elaknya
"hey ada apa dengan kalian? apa mami ketinggalan sesuatu?" Ucap a baru saja keluar dari kamarnya
"Mami, Alea punya pacar" Ucap Dewi memperbaiki duduknya
"Serius Al , akhirnya ada juga yang mau sama kamu sayang"
"Wah, mami fikir aku tidak laku apa? Begini mari kita perjelas, aku tidak memiliki kekasih bukan karena tidak ada yang suka padaku, tapi... bukannya lebih baik menunggu dengan orang yang tepat dari pada menghabiskan waktu dengan orang yang salah?" Ucap Alea, Dewi dan prima saling menatap satu sama lain
"Wah mi anak ini ternyata sudah mulai dewasa."
"Sayang apa ada yang mematahkan hatimu sebelumnnya?" tanya pria dengan wajah memelas.
"tidak.. Itu hanya prinsip hidupku mami"
"Jadi Rapael orang yang tepat saat ini Al?" Tanya dewi kembali menggoda adik iparnya
"Apa sih Wii.. Tidak lah"
"mi... Menurutku mereka akan bersama"
"hmmm (angguk prima) mami juga memiliki pikiran yang sama dengamu Sayang"
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1