
"Zain turunkan aku" rengek dewi.
zain mendudukkan istrinya ditepi ranjang, dia berjongkok kemudian mengenggam tagan dewi sangat lembut. dia mendongak menatap senduh wajah mungil itu pucuk hidungnya memerah habis menangis
"jangan menangis seprti itu aku tidak suka melihatnya" ucap zain dia menunduk entah kenapa dia jadi sentimen begini didepan istrinya
"aku menangis karena bahagia bisa hadir dikeluarga mu zain" ucapnya menangkup kedua pipi suaminya.
"apapun alasannya jangan seperti itu, kau hanya boleh menangis didepanku."
Dewi menarik tubuh suaminya yang masih jongkok membawanya kedalam dekapan hangat, perasaan indah saat memeluknya seperti ini seperti sebuah kuas make up dalam genggamanku saat memeganngnya aku bahagia itu sebelum aku mengenal mu, sekarang aku lebih bahagia dari siapapun didunia ini.
"Berjanji padaku, jangan seperti itu lagi" ucap zain masih dalam dekapan istrinya
*
*
*
digedung Corps.Co zain turun dengan anggunnya dia disambut jejeran petinggi perusahaann, semua yang berpapasan dengannya menunduk hormat seperti biasa tidak dihiraukan oleh Zain, langkahnya trus menyusuri koridor perusahaan diikuti Aiden
" Apa istri tuan Zain masih bisa bernafas setiap pagi melihat wajah tampan itu?"
"hemm... (mengangguk) lihat walau dia tidak tersenyum tapi kenapa makin ganteng sih?
Ucap para karyawan wanita
"Uchh santan kali kental, Tuan Zain sudah menikah jadi berhnti mengaguminya, lihat aku Tidak kalah ganteng juga kok" ucap Jali pria berkacamata tebal kira-kira dia mines 5
Kedua wanita menatapnya tak suka mereka lebih memilih meninggalkan pria aneh itu bahkan mereka tidak tahu dia dari devisi mana.
Didalam lift Xw senyum sendiri menatap wajah istrinya, ditelepon genggam gadis itu sedang berpose lucu dikamar mandi
"Itu milik aurelia sayang dimana kau mendapakannya?" Zain
"kau belum menjawabnya aku cantik tidak?" Dewi
__ADS_1
"kau selalu cantik sayang. ingat nanti bawakan aku makan siang !" Zain
"Kau mau cake?" Dewi
"Terserah kamu saja yang..."
"Oke tunggu aku tuan Muda Zain"
"sepertinya kau ingin dihukum Nyonya Abraham?"
"😜"
Aiden menatapnya datar tapi jauh dilubuk hatinya dia bersorak gembira tuannya bisa seperrti ini sekarang
Sepertinya rapat kali ini akan berjalan dengan aman dan tentram, terimakasih nona Dewi membuat saya lebih rileks belakangan ini. Aiden
ting... Zain keluar dari Lift VVIP kantornya. disana Sudah ada Ririn menunggu dengan tablet ditangannya.
"Selamat pagi tuan"
Zain hanya mengangguk. melangkah menuju ruangannya diikuti Sekertaris Ririn
"Kau sudah mengatur jadwalku ? lusa aku akan bulan madu dengan istriku !"
"tidak aku ingin cepat pulang menemui istriku"
wahh pesona mu sungguh luar biasa nona dewi kau mampu meluluhkan pria seperti tuan zain yang terkenal kejam dan arogan.
#
Fredi mengehentikan mobilnya didepan toko kue salah satu artis terkenal ibu kota. dewi sudah menjadi langganan tetap kue ini karena memang enak.
dewi turun dari mobil diikuti fredi pria ceria dan tampan yang tiba-tiba menjadi seperti mayat hidup didepan Nyonya nya ini karena peraturan aneh tuan Zain siapa yang berani menentang perintah tuan muda itu?
"Tolong rasa kejunya Nona"
"Nona dewi?" sapa pria dengan stile kemeja hitam senada dengan bawahannya.
Dewi mengingat kembali siapa gerangan pria ini, itulah kelemahannya gampang lupa padahal umurnya masih sangat muda. dewi menyerah dia tidak ingat
__ADS_1
"Saya Max saudara Monalisa bukannya minggu lalu kita bertemu di pusat perbelanjaan?"
"Aku ingat sekarang. Maaf tuan Max aku sedikit pelupa" .
"Tidak apa nona lain waktu nona bertemu denganku harus mengingat wajah ini!"
Dewi mengngguk dengan senyumnya " Tuan panggil Dewi saja. jangan peke nona ..."
" Dewi cukup panggil Max.!"
"Oke.. Max ! Sepertinya tuan juga menyukai kue disini?"
"ini pertamakalinya aku kesini. ini semua karena mona, dia selalu merepotkanku dengan keinginan anehnya"
"hahah sabar Ya ibu hamil mungkin memang seerti itu!"
melihat pedsanannya di Bungkus dewi melangkah menuju kasir diikuti oleh Max juga ingin membaya miliknya.
"totalnya 170rb nona" ucap kasir itu dia melirik max kemudin tersenyum. "pacarnya mba ganteng" dewi sontak kaget diamelirik Max yang jugasudah salah tingkah
"Dia bukan kekasih ku mba" ucap dewi mengeluarkan dua lembar uang pecahan 100
"Biar aku yang bayar" Max menyodorkan Atm miliknya ke kasir itu
"Tidak perlu. Aku punya uang kok"
kasir itu menyodorkan kembali Atm Max beserta Struk belanjaannya.
"Tidak apa. kau kan teman Mona pasti dia senang nanti" itu hanya alasan max saja dia memang ingin membayarkan untuknya
mereka berdua melangkah keluar di luar Fredi melihat nyonya langsung menghampiri. di ingat peraturan kesekian Tuannya 'jangan biarkan nyonyamu bersama pria atau wanita disaat aku tidak bersamanya' sektika wajah zain terbesit di depannya membutnya berdegik ngeri
"Mari nyonya" ucap fredi sopan
"salam sama kak mona ya max" ucapnya hanya diangguku Max. gadis itu melangkah diikuti Fredi menuju mobil mewah miliknya.
max menatapnya heran bukannya mona mengatakan jika dia pegawai toko kosmetik langganannya? pakaiannya memang sederhana tapi tidak semua orang mampu membeli brand itu., mobil ya pun hanya ada beberapa di negera ini. mungkin milik kakasihnya, tapi tidak mungkin pria itu lebih terlihat seperti bodyguardnya lihat saja dia bahkan menjaga jarak, membukakan kan pintu bagian belakang jika kekasihnya mereka aka duduk bersama di depan. siapa sebenarnya gadis itu?
Bersambung....
__ADS_1
**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰
etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**