
Dewi menggeliat ketika Zain menyibak tirai kamar mereka, cahaya mentari seaakan berlomba menghamburkan cahayanya hingga membuat gadis itu mengerjapkan mata indah yang selalu meluluhkan hati seorang Zain
"Selamat pagi sayangku!" Ucapnya mencium punggung tangan istrinya. Dewi masih berusaha mengumpulkan kepingan kesadarannya menjadi satu
"Pagi By! Udah mau kekantor?" ucapnya melirik jam diatas nakas. "By ini masih jam tujuh lewat" ucapnya lagi.
"Maaf sayang lupa memberi tahumu tadi malam. hari ini aku harus keluar kota," ucapnya lagi. tangannya kemudian mengambil sisir lalu mengikat rambut istrinya kian memanjang.
"Berapa hari By?" ucapnya memutar badan menghadap suaminya.
"Besok aku pulang kok sayang" ucapnya mengelus lembut pucuk kepala istrinya. "Kenapa? apa kau tidak bisa tidur tanpa ku?
" Ehhei geer sekali ya Anda..." ucapnya.
setelah drama pamitan yang terlalu dramatis yang membuat orang sakit mata, dewi melambaikan tangannya itu terhenti ketika Mobil yang ditumpangi Zain mengilang dibalik pagar rumahnya.
Dewi sedang asik membuat salad buah kesukaannya, dia dikagetkan karena Alea muncul tiba-tiba tanpa bersuara sedikit pun.
"Apa aku seperti hantu, sampaji wajahmu sekaget itu?" Alea mengambil potongan Apel di depan Dewi.
"hmmm.. ada apa? bukannya kemarin daddy dan mami sudah datang?"
"Mereka ke acara pernikahan rekan bisnis daddy..."
"Kita makan bebek goreng yuk. kamu yang teraktir" ucapnya menunjuk dewi.
"kok aku? Kamu yang ngajak juga"
"Ehei Nyonya Zain kau ini perhitungan sekali sama adik sendiri. kau ini orang kaya, masa traktir adik sendiri pake perhitungan"
" Alea aku baru sadar kau ini cerewet sekali ya. apa Rapael tau kau seperti ini?“
"tentuuuuuu.... tidak jadi jangan coba-coba memberi tahunya." ucap Alea .
"al..? aapa tidak apa kita pergi berdua? nanti Zain marah bagaiman?" ucap dewi. Setelah dia sudah siap.
__ADS_1
"Bagaimana lagi? aku sudah lapar sedangkan sih Snap (Fredi) tidak tau kemana. tenang ada aku lagi pula kita tidak jauh kok" Ucap Alea meeyakinkan.
"sebentar aku pamit dulu sama bibi"
"Aku sudah pamit tadi." ucap alea menarik tangan Dewi mereka berdua terlihat sangat bersemangat.
*
*
*
Langkah panjang terburu-buru Zain memasuki rumah mewah milik orang tuanya diikuti Aiden dibelakang. disana sudah terlihat Daddy nya dengan wajah cemas, Alea sudah berlinang air mata dipelukan Prima.. kak Daniel sedang berbicara dengan pak Han , wajah mereka rerlihat serius.
"bagaiman apa sudah ada kabar daddy?" suara boriton Zain membuat yang hadir menatapnya.
"Belum Zain... daddy sudah menyuruh orang terbaik daddy mencari keberadaan Dewi saat ini." ucap roger menghampiri zain.
lalu pandangannya menatap tajam Fredi yang sudah menunduk dengan rasa bersalah.
Bugg... Satu pukulan melayang dipipi Fredi. pukulan itu sangat keras hingga bagian bibirnya robek
Saat ini Zain benar-benar sudah dikuasi emosi l, wajahnya memerah.
"Zain tenang jangan emosi..." ucap roger menenangkan putranya
"Daddy bagaimana aku bisah tenang? mereka menculik istriku yang sedang hamil, bagaiman jika terjadi apa-apa dengan dia dan bayiku?" suaranya terdengar bergetar.
Alea segara menghamburkan dirinya dalam pelukan zain. "Maafkan aku kak... ini salahku, andai aku tidak mengajaknya keluar mungkin kak Dewi sekarang masih bersama kita. maafkan aku kak"
Zain diam menatap adiknyaa tidak ada yang bisa dia ungkapkan lagi hati dan pikirannya begitu kacau. perlahan dia melepas pelukan alea.
"Jack... Lacak dimana terakhir istriku berada.! periksa semua cctv di lokasi kejadian!" perintah Zain melalui sambungan teleponnya. "Aiden Kumpulkan semua anak buah yang kau punya, malam ini temukan istriku!" Aiden mengangguk lalu melangkah pergi
"Fredi bukannya kau sniper terbaik? Tetap siaga aku akan memberimu tugas khusus nanti."
__ADS_1
"Baik Tuan."
"Zain apa kau sudah tau siapa yang menculik istrimu" tanya Daniel.
Mata itu terlihat tenang namun mencekam sama persis ketika Alea diculik, dia berhasil menemukannya dalam waktu yang singkat.
"Tentu orang itu sudah memperhatikan kami sejak lama, dia hanya menunggu aku lengah..."
"Zain, mami mohon bawa menantu dan cucu mami kembali dengan selamat!" Ucap prima dengan suara serak dia menggenggam erat tangan anaknya.
"mami tenang saja mereka akan kembali dengan selamat. akan kupastikan itu" ucap zain mengecup pucuk kepala prima. dia melangkah pergi meninggalkan Rumah utama.
zain
dewi
alea
Aiden
fredi
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
__ADS_1
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**