
*
Zain terkejut melihat Dewi sedang menyipakan sarapan pagi, dia dengan cepat meraih piring ditangan istrinya lalu meletakkannya di meja.
"Kenapa yang menyiapkannya sayang? Kemana bibi dan pelayan rumah ini?"
"By.. aku hanya menyiapkannya, bibi yang memasakkannya kok. belakangan ini aku tidak menjadi istri yang baik melayani suamiku."
"Siap yang mengatakan itu?"
"Aku lah siapa lagi?"
"Kamu melayaniku sangat baik sayang (sekali hentakan zain mengangkat tubuh istrinya diatas meja) terutama di ranjang"
"Iiihh dasar mesum!" Ucap dewi. "Turungkan aku!"
"Tidak! Aku ingin sarapanku"
"Hei Tuan Abraham sarapan mu dimeja makan"
Cup... Zain mencium bibir Dewi , dia menekan tekuk memperdalam ciuamnnya. Lama-kelamaan gadis itu ikut hanyut membalas setiap ******* suaminya.
"Ahhhh... Apa Yang kalian lakukan? " Pekik Alea yang. seketika membuat mereka menghentikan aktifitasnya. "Apa kalian tida bisa melakukannya dikamar" Sungut Alea
"Ini semua karena kamu" ucap dewi berbisik
"Tapi kau menikmatinya sayang" Balas Zain juga ikut berbisik
"Kau adik nakal kenapa pagi-pagi kesini?"
"Hehe... Aku mau sarapan disini, entah kenapa makanan dirumah kaka sangat enak, aku bosan masakan Bibi Merri" ucap Alea mulai menyendokkan nasi goreng ke piringnya
"apa mami dan daddy tidak dirumah lagi? kau kesini jika mereka tidak dirumah!"
__ADS_1
"Hmm.. mereka ke Spayol katanya jangan diganggu! jadi aku akan menginap disini!"
**
"sayang.. kamu dimana aku mau kekantor" zain menaiki anak tangga menuju lantai atas.
"sudah mau kekantor By?" ucapnya baru keluar dari kamar mandi, dia terlihat seksi hanya terlilit handuk. Zain menelan slivanya terasa kental
"Sayang... Aku ingin mengatakan sesuatu, ada sesuatu yang mengganjalku saat ini, aku ingin meminta bantuan mu sayang, hanya kamu yang bisa membantuku" ucap zain sambil melangkah menuju istrinya, dewi mulai memundurkan dirinya hingga dia trrbentur pada dinding kamarnya
"Aaapaaa yang ingin kau lakukan Zain" zain menelan slivanya melihat leher jenjang istrinya, ingin sekali dia menghiasi leher itu dengan bekas kecupannya.
"By ini sudah jam delapan lewat, bukannya kau akan kelokasi proyekmu by?"
"aku bisa menunda itu sayang, namun ini tidk bisa, kau terlebih dahulu menggodaku nyonya" ucap zain menidurkan tubuh istrinya diatas kasur. zain mulai mendaratkan ciumannya makin dalam tubuh mereka menggeliat, perlahan bibir zain sudah turun keleher dan bagian dada istrinya dia benar-benar melakukan itu memberi bekas Kecupan
"aaaa... kenapa menggigitku By?"
*
Dibawah sana Alea melihat Aiden begitu gelisa sesekali dia melihat ke lantai atas, alea pun mengikuti gerakan Aiden.
"Sepertinya hari ini tidak akan berjalan sesuai dengan rencana mu Aiden!" ucap alea tiba-tiba membuat Aiden kaget
"Nona Alea. selamat pagi?" ucapnya menunduk hormat
"pagi Aiden.. daripada kau seperti setrikaan mondar-mandir tidak jelas lebih baik kau pergi sarapan, ini pasti akan memakan waktu yang lama. seharusnya kau mengerti, bukannya kamu juga pernah menikah!" Ucap Alea seraya pergi.
Ucapan Alea membuat Aiden menatap tajam gadis itu. tangan kekarnya menarik tangan alea membuatnya berbalik, tatapan mereka saling baradu
"Bagaiman anda mengetahuinya nona alea."
"hemm.. tunggu" Titah alea meninggalkan Aiden
__ADS_1
Tak lama setalh itu dia kembali membawa sebuah foto " ini milikmu kan? Aku menemukannya dirumahku saat kau menginap."
"Dia sangat cantik memakai gaun pengantin itu."
*
*
*
disalah satu apartement elit di negara ini aiden dengan langkah tertatih memasuki apartemennya, malam ini langit nenumpahkan hujan sangat deras tanpa dia rasa Buliran bening keluar dari kelopak matanya menatap senyum difoto itu.
Delapan tahun lalu
Aiden adalah salah satu pembunuh berdarah dingin di Klan FOX di negara X, jika memiliki target dia tidak mengenal kata Ampun dan kata Maaf itu telah di tanamkan mendarah daging di dalam fikirannya.
suatu ketika di tengah malam hujan lebat Aiden sedang menjalan kan tugasnya, mengawasi salah satu target disebuah Bar, namun seorang gadis muda melihatnya dengan wajah menantang.
"Kau sejak tadi menatap ku... ada apa? kau pasti orang jahat, atau kau mau memalakku? itu adalah prilaku buruk mengambil hak orang lain" gadis itu terus berbicara aiden menatapnya mata itu sejernih air sungai, membuat yang menatapnya ikut terhanyut.
"sepertinya kau terluka" ucap gadis itu. dia mengambil plaster lalu memasangkannya pada telunjuk Aiden " jangan sampai terluka kau tidak akan bekerja nanti!"
"Jen... meja nomor 12" teriak barista membuat Jeni berbalik
"oke" balasnya "nikmati minuman anda tuan " ucapnya seraya pergi. Aiden terus menatap Jeni melayani pelanggan di bar itu. Tidak ada satupun yang berani menyentuhnya, dia terkenal galak dan suka mematahkan tulang rusuk jika beruurusan dengan wanita gila itu
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1