Kau Dewiku

Kau Dewiku
BAB 58


__ADS_3

wajah imut itu terlihat sedang serius menatap kedepan. sesekali dia menutup mata, tangannya sibuk mengambil kripik dimangkuk. tika ikut hanyut dalam drama Korea yang dilhatnya padahal awalnya dia hanya mengantarkan cemilan untuk tuannya.


"tik.. sini duduk!" dengan senang hati tika mengiyakan ajakan dewi namun diluar dugaan tika malah memilih melantai


"kenapa disitu, sini duduk dikursi sam aku!"


"tidak apa nyonya saya lebih nyaman duduk disini" ucap tika dia kembali fokus ke layar LCD memperlihatkan Drama yang sedang buming belakangan ini sweet home. dengan sekali hentakan Dewi ikut duduk dilantai bersama tika.


"Nyonya apa yang anda lakukan?"


"Huss.." Hanya dengan kata itu tika bungkam. Dewi terlihat serius menyaksikan tayangan di tvnya, ketegangan dan ketakutan menjadi satu mereka berdua terlihat sangat hanyut hingga menteskan air mata


" Sayang kamu kenapa?" Suara khas yang sangat dewi hafal membuatnya menoleh, Tika sontak berdiri dan tertunduk takut. "Apa ada yang sakit?" ucapnya khawati.


"Apa sih by ? Aku hanya nonton dan filmnya sedih..." Zain menoleh ke arah TV bertepatan si pemeran utamanya berubah jadi monster


"Mana ada sedihnya sayang, itu ma bikin mual yank.." Ucap Zain mengangkat tubuh istrinya duduk diatas kursi.


"Kenapa pulang secepat ini By?"


"aku mau jemput kamu sayang, hari ini kita ke rumah sakit ya! ketemu dokter kandungan"


"By aku takut, bagaimana jika ada masalah karena aku sudah minum pil penunda kehamilan?"


"Jangan berfikir sesuatu yang belum terjadi sayang..! jangan khawatirkan apapun, aku akan selalu disamping mu hem" Ucap Zain mengelus lembut pipi istrinya.


*


Dokter Marta ahli kandungan


memeriksa dengan teliti rahim Dewi. Zain duduk menyilangkan kaki menunggu istrinya selesai diperiksa, wajahnya terlihat tegang sampai-sampai dia tidak sadar jika sudah menghabiskan dua botol air mineral dan ini yang ketiga. Primus dan Aiden saling melepar pandangan tidak mengerti


"Santai sedikit Zain, kaka ipar hanya diperiksa tidak sedang berjuang di perbatasan." Ucap Primus. niat ingin membuat sepupunya lebih rileks malah tatapan tajam yang dia terima..


"Diam Prim kau belum menikah, jadi kau tidak tau apa-apa."


Dewi keluar dari ruangan yang hanya dibatasi tirai disusul Dokter marta. sontak membuat zain menghampiri istrinya.


"Jadi bagaimana? Apa ada masalah dengan kandungan istri saya dok?" ucapnya antusias. Dokter Marta dibuat tersenyum geli melihat seorang zain seperti ini.

__ADS_1


"Semua normal pak, rahim Nyonya muda tidak ada masalah" Ucap Dokter Marta dia menyerahkan hasil USG ke Zain


"Lihat semua baik-baik saja kan. kita hanya perlu berusaha lebih keras lagi sayang!" ucapnya, membuat wajah dewi merona. dokter marta menyembunyikan senyumnya ternyata tuan zain sangat berbeda jika bersama istrinya.


"apa benar tidak ada kelainan dok? kemarin saya minum pil kontrasepsi." ucap dewi polos. maklum dia sangat awam soal beginian.


"itu tidak masalah nyonya ini biasa terjadi. saya akan meresepkan vitamin penyubur kandungan untuk anda. semua baik-baik saja" dewi mengangguk mengerti.


setelah selesai mereka berdua pamit, zain dengan penuh perhatian menggandeng tangan istrinya.


"By aku mau ke toilet dulu."


"aku ikut"


"By.. itu tidak perlu aku hanya ingin ketoilet, tunggu aku sebentar" ucap dewi meninggalkan zain. aiden tetap mengawasi nyonya nya dari jauh


Zain sedang fokus ke telepon genggamnya hingga dia tidak sadar sedang diperhatikan


"Zain...!" panggil gadis itu, membuat dia menengok mencari asal suara itu. dia adalah gadis sudah lama tidak dia jumpai. "aku, benar kau zain" ucap devika bahagia. matanya melihat dasi yang kemarin hampir dia dapatkan untuknya sebagai hadiah. mungkin cuman mirip saja, secara zain kan orang terkaya dinegeri ini apapun bisa dia dapatkan dengan mudah.


"Hay dev, kapan kau disini? seingatku kau jadi relawan di negara yang sedang ada konflik"


"Bukan begitu aku sangat sibuk jadi aku tidak tahu kau sudah dinegara ini, sepertinya Primus jadi bos mu sekarang"


"begitulah, itu enaknya kalau punya teman kaya dimanfaatin sedikit tidak apa kan." ucapan devika mengundang tawa mereka berdua.


zain sadar istrinya sudah lama ke toilet belum kembali.


"kau kenapa? oh iya apa yang kau lakukan di bagian kandungan apa ada masalah dengan mu zain?" ucap devika heran


"haha tidak, bukan aku tapi istriku?"


deg.... devika kaget bukan main zain sudah menikah dia tidak tahu, wajahnya seketika berubah penuh tanya, apa dia menikahi Alexa?


"Zain kau menikah dengan Ale.." katanya terhenti ketika handphone zain berbunyi


"Maaf Dev lain kali kita bicara lagi, istriku memanggil" ucap Zain meninggalkan Devika. gadis itu hanya menatap punggung zain kian menjauh.


*

__ADS_1


*


*


Sejak sepuluh menit yang lalu Alea sudah tiba di kedai ayam A namun Rapael tak kunjung datang. Menelpon dia pun sia-sia nomor teleponnya tidak ada, alea berinisiatif membuka sosial media mengetik nama rapael tentu saja profilnya langsung muncul.


Rapael cristian, pengikutnya 3m, waw siapa dia? alea makin semangat memeriksa setiap foto. Tunggu... Cristian? Rapael Cristian, aku ingat sekarang dia anak dari perusahaan penyiaran terbesar di negeri ini ternyata di juga seorang ambassador brand Adi*as


"Tok..Tok.." Rapael sejak tadi didepan alea namun gadis itu tidak menyadarinya. "apa yang kau lihat sampai aku disini kau tidak menyadarinya?"


"bukan apa-apa" ucap alea dia heran melihat pakaian rafael dari ujung rambut sampai kakinya serba hitam "rapael apa kau sedang berkabung?"


rapael mengerutkan dahinya tidak mengerti "lihat... kau memakai pakaian serba hitam"


"tidak. aku memakaai sesuatu yang berwarna merah, kau mu lihat?" rafael kemudian menunduk tangannya aktif dibawah sana,


"apa yang sedang kau lakukan?"


"apa lagi?"


"tidak perlu. kau gila ini ditempat umum, lagi pula aku juga tidak ingin melihanya" ucap alea sedikit gugup, sebenarya rapael ingin memperlihatkan kaos kakinya


beberapa menit kemudian ada 4 piring ayam goreng disajikan dengan rasa berbeda. alea begitu bahagia sepertinya sudah sangat lama sekali dia sudah tidak makan ayam sebanyak ini.


dalam sekejab sepiring, dua piring alea memakannya sangat lahap, rapael dibuat tidak berkedip


"Nona Alea sepertinya Anda sangat menikmatinya."


"tentu... ini sangat enak, kenapa, kau tidak suka? bukannya kau ingin makan ayam, kenapa makannya sedikit?"


"aku suka sangat suka" ucapnya dengam senyum, alea kembali mengambil sepotong ayam goreng dipiring ke tiga


tentu aku sangat suka melihatmu makan seperti ini, soal ayam urusan kedua. yang terpenting sekarang melihatmu. rapael


Bersambung....


***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*


*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*

__ADS_1


satu lagi jejak 👍 ❤**


__ADS_2