Kau Dewiku

Kau Dewiku
Ekstra #8


__ADS_3

"Tumben by tidak pulang bareng Aiden" Ucap Dewi saat melihat suaminya kembali seorang diri. Semenjak Ken lahir Aiden lebih sering tinggal di paviliun belakang rumah milik Zain.


"Sebentar lagi dia pasti pulang. Oh ya sayang, malam ini suruh bibi siapin makan malam ! Adik Aiden akan datang berkunjung" Ucap Zain, seraya mendudukkan istrinya diatas pangkuannya.


"Adik Aiden? Jadi Aiden masih punya keluarga ya by? Kok aku baru tau?"


"Ceritanya panjang sayang, lain kali aku ceritain."


"Ken mana aku merindukannya"


"Hem... Kerumah mami, soalnya Alea juga nginap disana malam ini" Mendengar itu Zain tersenyum licik menatap Dewi. Tangannya mulai nakal mengelus lembut paha mulus istrinya.


"Sayang, kalau begitu kita buatkan adik untuk Ken ya! Ini udah empat hari jadi, kamu udah selesai datang bulannya kan?"


"Ihh... Giliran aku selesai datang bulan hapal. Dasar cowok mesum" Dewi, mencubit hidung suaminya.


"Mesum sama istri sendiri ngga bakal dikenakan undang-undang ko sayang" Ucap Zain, yang sudah memulai aksinya. Dewi yang sudah mulai terbawah suasana ikut bereaksi mengimbangi permainan suaminya.


......................


"Bagaima keadaan kak Jai selama ini? Setelah kejadian malam itu, aku terus dihantui rasa bersalah. Aku mengutuk diriku karena ketidak berdayaanku menyelamatkan kalian" Ucap Azzura kembali menitikkan air matanya.


"Zura, selama ini aku hidup sangat baik disini! Tuan Zain dan keluarganya memperlakukanku seperti keluarganya sendiri. Sehingga trauma dan sakit yang kualami saat kehilang Jen dan calon anakku berangsur pulih karena kehadiran mereka. Tuan Zain begitu melindungku, bahkan saat aku dalam keadaan terpuruk sekali pun" Ucap Aiden, Azzura melangkah kearah kakanya, gadis itu memeluk pundak Aiden dengan penuh kasih.

__ADS_1


"Maafkan aku kak, aku sangat terlambat menemuimu. Maafkan aku" Ucap Azzura yang sudah terisak


"Hemm..."


*


"Saya sangat berterima kasih kalian sudah menerima kak Jai dengan baik." Ucap Azzura tulus.


"Kau tidak perlu berterima kaish nona Azzura, Aiden sudah kami anggap keluarga" Tutur Prima lembut.


"Sepertinya begitu tante, dia menjadi lebih hangat dari sebelumnya" Ucap Azzura hingga membuat mereka tertawa hangat.


Disela-sela perbicangan hangat mereka, salah satu bawahan Roger masuk dengan nafas memburu.


"Ada apa?" Tanya Roger dengan wajah yang tidak bisa diartikan


Zain mengerutkan keningnya. Tanpa menunggu lagi Zain melangkah ke luar diikuti semua anggota keluargnya.


Azzura dan Aiden membulatkan matanya kala melihat Remus sudah merada di negara ini dan kini berdiri didepannya. Azzura melangkah kedepan Aide menjadikan dirinya perisa untuk kakaknya.


"Selamat malam tuan Abraham. Maaf membuat keributan dikediaman anda" Ucap Remus, seraya melangkah tertatih dengan tongkat ditangannya


"Selamat malam tuan. Sepertinya Ada sangat terburu-buru tuan." Ucap Zain yang kini juga berdiri didepan Remus.

__ADS_1


Remus menatap tajam wajah Aiden yang berdiri tak jauh dibelakang Zain. Zain ikut melirik Aiden yang sedang berdiri dibelakangnya.


Bayangan kejadian beberapa waktu silam kembali mengujam ingatan Aiden. Takkala melihat Remus ayahnya, pria itu adalah penyebab segala penderitaan Aiden selama ini. Darahnya seakan mendidik, jantungnya kian memompa, bayangan malam itu ketika dia kehilangan anak dan istrinya memicu kemarahan Aiden.


Brukkk... Aiden mendorong kuat tubuh Azzura hingga gadis cantik itu terhempas mengenai didinding rumah Zain. Dewi pernah melihat ini, dia seperti bukan Aiden yang nereka kenal. Secepat mungkin Dewi menarik tangan Prima dan Alea masuk kedalam.


Bola mata Aiden kian menggelap menatap wajah Remus bahkan, Zain juga sudah terhempas ke jalan karena dorongan Aiden.


"Lama tak bertemu Jaiden" Ucap Rimus dengan seringai liciknya.


Bukk... Aiden melayangkan tinjunya kearah perut Remus, anehnya pria tua tidak tumbang. Namu demikan dia menahan sakit yang luar biasa setelah menerima pukulan Jaiden. Adu jotos itu berlangsung beberapa menit, hingga Aiden merasa jika ayahnya sejak tadi hanya menghindar dan menerima pukulannya.


"Ada apa denganmu ha?" Teriak Aiden. Baru saja dia melayangkan tinjunya namu Seth secepat kilat menangkis pukulan sahabatnya itu.


"Hentikan tuan." Bentak Seth. Dengan sekali gerakan Seth juga dilumpuhkan. Suara itu Aiden selalu ingat, suara yang sama malam itu. Aiden gelap mata dia mencekik leher Seth, sungguh pria itu tidak berdaya . Azzura yang baru saja berlari ingin melerai mereka, taoi Remus dengan sisah tenaganya menghempas Aiden.


"Jaiden hentikan" Bentak Remus "Jika kau ingin membunuh seseorang bunuh aku Jaiden, semua terjadi karena perintahku."


Sorot mata Aiden kembali menatap tajam Remus, baru saja dia ingin melayangkan tinjunya namun Zain menahannya


"Hentikan Aiden... ! Hentikan! Semua sudah berlalu aku tahu rasa sakit dan penyesalanmu tak akan pernah sembuh hanya dengan kata-kataku. Menghajar tuan Remus sampai mati tidak akan mengubah apapun. Jen dan anakmu sudah tenang disisi Tuhan." Ucap Zain masih menahan kuat tinju Aiden. "Aku yakin tuan Remus sudah menerima hukuman yang setimpal dengan sakitmu. Cukup Aiden mari berdamai dengan keadaan ! Bukannya selama ini kau bisa mengatasinya, ini sudah kehendak alam atas dirimu dan Jen. Dan kau pernah mengatakan jika Jen tidak suka jika kau melayangkan tinjumu." Ucap Zain. Kini Aiden melemah, amarah yang tadi menguasainya hilang bersama semilir angin malam ini.


"Ah...! Jangan pernah mucul lagi dihadapan ku! Atau aku benar-benar membunuh mu Remus Alastair" Ucap Aiden seraya meninggalkan Remus yang terkulai lemas di atas tanah. Azzura hanya menatap nanar kakaknya, hatinya serasa terkoyak.

__ADS_1


'Kakak, bagaimana kau menjalani hidup mu selama ini?'


......................


__ADS_2