
"Keadaan anda semakin membaik Nyonya Zain, hari ini anda juga bisa kembali kerumah berisitrihat."
Ucap dokter Wang yang menangani Dewi.
"Terima kasih dok." Ucap Dewi dengan senyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu, jika ada apa-apa anda bisa memnggilku."
Setelah dokter itu keluar Zain, langsung memeluk dan mencium seluruh wajah istrinya.
"Zain, apa yang kau lakukan?"
Ucapnya seraya menghindari kecupan suaminya.
"Memeberikan milikmu sayang."
"Apa sih? Aku nggak minta."
khmmm suara boriton menghentikan aktifitas Zain. Dia berbalik menatap tajam orang yang berani masuk keruangan istrinya tanpa mengetuk pintu dulu.
"Prim... Kau darimana saja, tak satupun orang tahu keberadaan mu dirumah sakit ini, aku menghubungimu tidak kau angkat-angkat kau mau.."
Primus mengangkat tangannya keudara, membuat Zain menghentikan ucapannya.
"Kau... (Tunjuk primus seraya meletakkan 3 kantong besar di atas sofa) apa kau mau menagatakan padaku lagi, ingin meratakan rumah sakit ini dengan tanah atau menyuruhku mengangkat rumah sakit ini dari tanah mu ha..? Tau begini tersiksanya membangun rumah sakit diatas tanah tuan kejam sepertimu sejak awal aku menolak." Ucapnya kesal.
Zain menatap tidak percaya pada sepupunya itu.
"Kkkauuu...?"
"Apa...? Mulai hari ini aku akan menjual rumah sakit ini aku sudah tidak tahan dengan kekejaman mu Zain. Bahkan tiap kau mengeluarkan kata itu, aku harus bersikap manis didepannmu itu membuatku ingin muntah." ucapnya, Primus menarik nafasnya dalam- dalam lalu menghembuskannya menandakan dia telah bebas.
"Mulai hari ini aku akan membebaskan diriku tuan Zain silahkan ambil rumah sakit ini, aku mau ke Afrika mengasingkan diriku darimu" ucapnya tersenyum sinis
__ADS_1
Roger dan Prima yang baru saja tiba dibuat heran tingkah aneh keponakannya. Mereka berdua tetap diam disana menunggu akhir drama yang mereka lihat.
"Ok baiklah Tuan Primus Hamish jika itu kemauanmu, aku tidak masalah. Padahal aku ingin menyerahkan kepemilikan tanah ini padamu tapi sepertinya kau tidak i...."
"Zain...!" Teriaknya. "Itu bukan diriku tadi, aku serius. Aku selalu mejadi orang lain jika banyak melakukan oprasi sepanjang malam." ucapnya seraya meraih map ditangan Zain.
"Kak Prim lepaskan pelukanmu! Itu membuatku cemburu, dia milikku!" ucap dewi seraya menarik tangan Zain agar menjauh dari Primus
"See... Kalian membuatku semakin menderita.." ucap primus pasrah
"Makanya menikah Prim" Ucap roger yang tiba-tiba menghadiakan pukulan dikepala keponakannya.
"Paaaman...! Heheh bukannya aku tidak ingin menikah hanya saja menjadi bujangan belakangan ini menjadi tren. Apa paman tidak tahu?" ucap primus dengan gaya sok coolnya.
" Dimana aku pernah mendengar kata-kata itu?" Lirihnya mencoba mengingat. "Zain benda apa ini?" ucapnya menunjuk tiga kantongan besar.
"Ahh ini hadia untuk keponakan lucuku" primus mengangkat hadia yang dia bawah ke dekat Dewi..
"Apa kau sangat menyukai boneka ?" ucap zain terlihat jelas diwajahnya sedikit ada guratan kecemburuan.
"Tentu...! Lihat ini sangat lucu by" Ucap Dewi seraya memperlihatkan wajah boneka itu pada zain
"Besok aku akan membelikan segudang boneka, atau bila perlu aku akan membelika pabriknya untukmu sayang"
"Ehhei... Itu tidak perlu by" ucap dewi memeluk tubuh suaminya dia tahu jika saat pria ini sedang cemburu.
***
"Aku datang..." Ucap Alea sedikit berteriak.
"Selamat siang nyonya Dewi, maaf saya baru sempat berkunjung," Ucap Rapael dengan sopan,
__ADS_1
Perasaannya mulai tidak enak, saat ujung matanya mendapati dua pria di sebelahnya menatap tajam kearahnya, Dan satu pria tepat didepannya seakan sudah siap mencabik
"Terima kasih Rapael... Silah kan duduk, kau seperti orang yang sedang dihukum jika seperti itu." ucap dewi.
Ini lebih dari itu nyonya, suami dan kedua pria dibelakangku sepertinya sudah siap mencabik seluruh tubuhku , aku seperti masuk di kandang harimau sedang kelaparan.
"Tiiiii...Dak apa nyonya... Aku suka dengan anda" Ucapan rafael sontak membuat macan didepan rapael menajamkan matanya " Tidak Maksudku , aku suka berdiri" ucapnya menelan slivanya yang terasa lengket
"Hahahah kau lucu Rapael... ! Al Kenapa tidak ajak Rapael duduk kasian dia berdiri terus." Ucap Dewi?
"Daddy, kak Zain berhenti menebar aura peperangan dengannya! Lihat dia bahkan sudah berkeringat seperti itu" ucapnya. "Dan untuk mu kak Prim apa kau tidak bekerja?" Alea sedikit mengeraskan suaranya di akhir kalimat
"Galak amat sih Al.. Kaya ayam betina tau.." ucapnya beranjak dari tempat duduknya. "ini milikku kan Zain (dia memperlihatkan Map biru yang diangguki zain) terima kasih aku bebas sekarang HAHAAHAHA" tawanya menggegar seiring langkah kakinya.
mereka yang berada diruangan itu menatap Kepergian Primus dengan tatapan aneh.
"By...? Ada apa dengan Primus?" Tanya Dewi. Zain hanya bahunya lalu menggeleng
"Lihat..! Kalau orang kelamaan menjomblo ya seperti itu" Ucap Roger.
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
zain
__ADS_1
baby ken