
Disinilah Dewi gedung corps.co, dia turun dari mobil mewah yang baru saja zain belikan untuknya. Pada akhirnya pilihannya jatuh ke Fredi sebagai bodyguard sekaligus supirnya.
Banyak hal yang tidak boleh dilakukan pria itu, mulai dari mangajak bicara nyonya muda, tidak boleh ada kontak langsung bahkan Fredi dilarang memakai kecamata hitam. Zain tidak ingin jika pria lain melihat istrinya dengan leluasa dibalik kacamata itu. Sungguh aneh bukan.
Semua yang berada diparkiran menatap heran siapa gerangan gadis mungil yang baru saja turun dari mobil mewah yang hanya ada beberapa saja dinegeri ini. Kebetulan hari ini ada pengrekrutan pegawai baru, tapi tidak mungkin gadis itu ikut wawancara hari ini. Jika dilihat dari pakaiannya dari Atas sampai bawa semua outfit yang diganakan mencapai ratusan juta.
"Nona ikut tes Wawancara juga hari ini?" Tanya Noel, pria tampan berwajah baby Face yang juga ikut wawancara hari ini.
"Iya"
"Saya pikir anda salah satu anak dari manager perusahaan ini?"
"Kenapa?"
"Anda tidak seperti pelamar seperti kami" Sela Rumi, gadis itu juga salah satu calon karyawan wanita disini
"Aku juga sama dengan kalian."
"Mudah-mudah kita bertiga, bisa diterima. Katanya gajinya sangat besar" Ucap Noel penuh semangat.
"Jika gajinya besar pasti beban kerjanya juga besar Noel." Sanggah Rumi.
"Itu tidak masalah, bukan kah kita disini memang ingin berkerja?"
"Hemm betul juga yang nona katakan. A.. Nama Nona siapa?" Tanya Noel karena hanya Dewi yang tidak memakai kartu tes disini.
"Dewi ! panggil saja Dewi jangan pakai Nona!"
Noel Dan Rumi mengangguk mengerti
Dua jam berlalu Dewi masih menunggu namanya di panggil , tapi sampai kapan pun tidak dipanggil karena dia tidak memiliki resume disana. Ini hanya akal-akalan Zain agar selalu dekat dengan istrinya.
Rumi sudah lebih dulu selesai tes wawancara, kini tinggal Noel dan Dewi mereka berdua duduk berdampingan sesekali bercanda mengusir kebosanan menunggu.
Zain baru masuk ke gedung perusahaannya diikuti Aiden, semua kariawan menatap kagum. Langkah Zain terhenti saat matanya menangkap potret wanita sedang tertawa dengan seorang pria. Saking asiknya mengobrol gadis itu tidak menyadari ada pria yang sedang menahan Kecemburuannya tepat didepannga.
Zain melirik tajam Aiden, ingin rasanya Zain menghujam tubuh sekertarisnya dengan ratusan pisau , ini kesalahan keduanya hari ini. Gara-gara laki-laki gindrong ini Zain gagal mengambil malam pertamanya dan sekarang karena Aiden istrinya duduk diruang tunggu bersama seorang prian.
"Jika kau tidak membawa istriku kehadapannku detik ini juga aku akan menghajarmu Aiden" Geram Zain.
Aiden berdegik ngeri melihat Wajah zain sudah merah padam.
"Siapa sebenarnya gadis itu bahkan sekertaris Ririn langsung menjemputnya?"
"Entah setauku Tuan Zain hanya memiliki satu Adik, apa mungkin istrinya?"
"Ais mana mungkin, lihat dia terlihat seperti remaja, istri tuang Zain pasti Seksi, cantik, dewasa, berwibawa, pokoknya sempurna deh, tidak seperti bocah itu"
Ucap ke-dua wanita di meja resepsionis
"Khemmm.. Jangan bergosib tentang bos kita. Mau masa depan kalian suram ha?" Ucap pria botak dengan secangkir kopi ditangannya.
__ADS_1
seketika mereka berdua diam terintas difikiran mereka m wajah Aiden, bagaiman jika tangan kanan Tuan Zain yang mendapatinya? Mereka berdua langsung di blacklist tidak ada stupun perusahaan menerima mereka lagi.
*
*
*
"Aiden... bagaimana bisa kau mengatasinya HA..." teriak Zain
"Maaf tuan tadi saya terlalu Fok...."
"Kau masih bisa bicara? Ini semua karena kamu istriku duduk disana dengan bocah itu, bagaiman jika Dewi meninggalkanku karena pria yang lebih muda dari aku? Tidak bagaiman jika mereka saling jatuh cinta? Tidak apa mereka saling mengenal jauh sebelumnya dan....." Bayangan yang tidak-tidak seketik menghantui pemikiran Zain
"Saya sudah memastikannya tuan, jika pria itu dan Nona Dewi tidak saling mengenal. ini kali pertama mereka bertemu dalam tes wawancara pegawai baru"
"Jangan luluskan dia Aiden, kali ini jangan kecewakan aku !"
"Tapi tuan bukannya kita harus profesional, lagi pula Nona Dewii kan akan selalu didekat tuan nanti"
Kenapa cari penyakit tuan? Kan ini sumua karena anda juga kan, yang menyuruh nona muda kerja.
"Aiden... (Zain mencengkram sangat kuat bahu Aiden ini sudah dipuncak emosinya)"
"Apa yang kalian lakukan?" Suara lembut Dewi memecah ketegangan diantara kedua pria dewasa itu.
"Nona muda terima kasih aku berutang nyawa padamu hari ini"
"Kenapa aku dibawa kesini bukannya aku juga akan diwawancara seperti pelamar yang lain?" Tanya Dewi keheranan.
"Kau kan istriku jadi itu tidak perlu, kau langsung diterima"
melihat tuannya sudah tenang Aiden Pamit. Dia tidak ingin jadi jomblo teraniaya disini.
"Apa yang kau lakukan Aiden melihat kita" Ucap Dewi menahan tubuh Zain yang hampir menciumnya.
"Aku bahkan akan melakukannya didepan Aiden Sayang" Bisik Zain membuat bulu kuduk Dewi merinding
Zain kembali melancarkn aksinya perlahan dia mengecup leher dewi sangat lembut, gadis itu membeku menerima perlakuan suaminya, tangan kekarnya menarik dagu dewi hiingga wajah mereka saling berhadapan
perlahan zain mendaratkan ciuman kebibir istrinya awalnya gadis itu diam namun ciuman zain sangat lembut lagi-lagi dia terbuai di setiap ******* yang diberikan. Perlahan Zain membaringkan tubuh istrinya diatas sofa, bibirnya kembali menggeria keselurh wajah lalu turun keleher mulus istrinya. entah sejak kapan tangan itu menyelip kedalam bajunya.
Dewi manahan tangan zain kemudian mengalihkan wajahnya, tampak sangat jelas guratan kecewa diwajahnya
"kenapa?"
"Kalau kita lanjutkan bisa..."
"bisa apa? kamu istriku semua yang ada pada dirimu adalah hak ku, milikku?" suaranya serak dia sudah berada di puncak birahinya. Zain kembali mendaratkan ciumannya namun ditolak.
"Hem Zain aku... Datang tamu?"
__ADS_1
"Tamu..? Jangan suruh dia masuk sayang" ucapnya kembali mengulum bibir istrinya, namun Dewi kembali mendorongnya dengan sekuat tenaga
"Apa lagi wii?" ucapnya frustasi
"Aku datang bulan Zain" ucapnya sedikit ftustasi melihat suaminya terlalu bodoh
"Ouh jadi namanya bulan..? Aku akan menyuruh Aiden mengusirnya, dia menganggu saja" Ucapnya kesal. Tangannya meraih telpon kantor.
Beberapa menit kemudian Aiden sudah ada diruangan itu.
Dewi benar-benar frustasi melihat kebodohan suaminya ditambah sekertaris dementor ini. Apa mereka sebodoh ini?
"Apa kau sudah mengeceknya Aiden?"
"Sudah tuan...! Tidak ada tamu bernama bulan"
"Apa kau sedang berbohong sekarang Dewi?" Dewi menatap Zain sangat kesal tatapannya seakan menyebar aura permusuhan.
Dari luar terdengar ketukan pintu sontak membuat tiga penghuni ruangan yang heboh karena tamu yang bernama bulan. Ririn kaget luar biasa apa dia sudah melakukan kesalahan? atau dia datang tidak tepat waktu?
kumohon jangan bertanya apapun ke ka Ririn, Zain kumohon.....
"Tuan seb..."
"Ririn apa diluar ada tamu?" tanya zain menyelidik,
"katanya Dewi kedatangan tamu, berani sekali dia menganggu akti...."
Seseorang tolong bunuh aku saja atau tenggelamkan aku didasar bumi... kumohon
Apa maksudnya tamu*...? Batin Ririn
Riri tertawa puas melihat wajah bosnya yang sudah merah padam. Zain menatapnya tajam tapi tidak dia perdulikan lagi jika dia dipecat kapan lagi dia bisa menertawai kebodohan bosnya? Ini momen langkah sepanjang karirnya menjadi sekertaris tuan muda Zain. Sedangkan Dewi hanya menunduk saking malunya
"Tuan sepertinya anda tidak mendapatknnya beberapa hari ini". Zain sudah mengerti tidak bertanya lebih jauh lagi
"Memang kenapa?"
Sekertaris Ririn melirik Dewi yang sejak tadi tertunduk saking malunya.
"Nona Dewi sedang haid atau menstruasi Tuan"
Seketika wajah Zain memelas malu dia milirik tajam Aiden. Mau ditaruh dimana mukanya kenapa dia sebodoh ini tidak mengerti. Lagi pula ini salah Dewi kenapa dia tidak mengatakan kalau dia sedang menstruasi kan tidak usah pakai istilah lain. Sekertaris Ririn undur diri meninggalkan bosnya yang terlalu polos diusia 33 tahun. Lagi-lagi kekesalannya dia lemparkan ke Aiden.
Tuan salah saya apa lagi? Mana saya tahu perihal tentang wanita tuan. Lagi pula kenapa anda sebodoh itu jika bersama nona muda.?
"sepertinya kau harus ikut kursus tentang wanita Aiden" Ucap Zain yang melirik istrinya. dewi mentapanya kesal dia benar-benar malu sekarang
Bersambung....
**Jangan lupa kasi saran kalian karena itu sangat penting buat Aku🥰
__ADS_1
etsss.... jangan lupa tinggalin jejak hati kalian juga ya ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**