
"Bagaiaman Aiden kau sudah menyelidiki semuanya?"
"Sudah tuan, akte tanah atas nama ibu Nyonya Muda semua asli, dan saya juga sudah alihkan semua menjadi atas nama Nyonya Muda,"
"Pastikan Rudi Herlambang tidak menganggu istriku lagi, kalau perlu buat dia pergi dari negeri ini!"
"Baik tuan"
Pandangan mereka beralih ke arah pintu, disana dewi berdiri dengan rambut acak-acakan habis bangun tidur.
"Aiden kau menculik suamiku lagi?" Ketus Dewi
"Maafkan saya nyonya." .
Zain menarik tangan Dewi dan memangkunya
"Kenapa ninggalin aku sih? Kau selali begitu jika aku tidur lebih dulu."
"Maaf sayang, aku ada kerjaan sedikit, apa ada yang kau inginkan?"
"Hemm..." Angguknya
"apa?"
"Aku ingin makan bebek goreng by..."
"Aku akan menyuruh Aiden mengambilkan mu di salah satu hotel milik kita."
Dewi langsung menggeleng dengan cepat.
"Aku mau makan di warung depan kompleks By... Mereka pasti masih buka, ini baru jam sembilan lewat lima menit"
__ADS_1
"Tapi sayang , bagaiman jika disana tidak higenis?"
"by.. Aku hanya ingin itu kalau kau tidak ingin mengantarku biar aku sendiri yang pergi,"
Dewi mulai mengaktifkan mode mgambek level tiga.
"Ayo kita pergi! Aku akan mengantar mu kesana.."
Tidak butuh waktu lama mereka tiba di warung yang cukup banyak pengunjungnya, Zain menuntun istrinya masuk ke warung itu diikuti Aiden dan fredi. Mereka benar-benar menjadi pusat perhatian, bagaiman tidak penanmpilan kedua pria singel ini begitu gelap dan kaku.
"Aku benar-benar penasaran dengan kalian berdua, apa hanya itu pakaian kalian punya? kalian lebih mirip dementor"
"Apa itu dementor sayang?"
"Dementor si pengisap jiwa di serial harry potter, mereka sangat mirip. Tapi Fredi leebih mirip dengan Mr. Snape wajahnya datar tanpa ekspresi."
"Kalau aku mirip siapa?" Tanya Zain
"Hahahah... Kamu ini sayang ada-ada saja"
Dewi mengentikan kunyahannya, menatap ketiga pria yamg sedang memlerhatikannya makan.
"Apa kalian tidak makan?"
"Silahkan nyonya, nikmati makan malam anda." ucap aiden
"Karena kita sudah disini kalian juga harus makan. Kamu juga harus makan by, ini keinginan anak mu" Kata pamungkas yang tidak bisa ditolak Zain
...***...
uwwwwekk... uwwwwwekk.. dia memuntahkan semua makanannya, cukup lama drama Morning sicknes itu berlangsung. Penuh perhatian Zain mengangkat tubuh Dewi yang sudah lemah.
__ADS_1
"Sayang kau tidak apa?" Tanya Zain menyeka butiran keringatnya...
"By... aku! uweeeekkk" dia
kembali mual, sudaah tidak sempat berlari ke kamar mandi dewi menumpahkan muntahnya diatas seprai.
"Bagaimana sudah baikan?" . wajah Zain terlihat khawatir, untung saja Prima sudah memberikan petuah sekitaran ibu hamil jadi dia masih bisa mengendalikannya.
"By.. minggir biar aku bersihkan muntahan ini...!"
"Biar aku sayang" Zain mengangkat Dewi ke sofa, .
"kenapa melihatku seperti itu?" ucap zain.
"apa kau tidak jijik dengan ini By"
Zain hanya tersenyum lalu menjokokkan badannya didepan dewi...
"Apa yang ada di fikiran mu sih yank.? Di dalam sini ada buah cinta kita, aku hanya membersihkan muntahan itu, sedangkan kau yang mengalaminya pasti sangat menyiksa kan? itu tidak sebanding dengan apa yang kulakukan saat ini. jadi berhenti memikirkan yang aneh-aneh" Tuturnya, .
"Hemm..."
*
Bersambung....
Aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baik kedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
satu lagi jejak 👍 ❤**
__ADS_1