
Kaki ku terus melangkah seiring air mataku jatuh aku sudah tidak perduli lagi tanggapan orang yang melihatku,
kenapa sesakit ini?
kenapa aku harus jatuh cinta padamu?
kenapa harus nyaman dengan mu?
kenapa harus tertarik tentangmu?
kenapa harus kamu?, aku menangis sejadi-jadinya hatiku sakit. kenapa? padahal aku sudah tahu jelas kau tidak menginginkanku, kau sudah termiliki dan aku yang terlalu sebodoh ini telah jatuh cinta padamu.
"Dewi kau kenapa" aku kenal suara itu dia riko, bahkan aku tidak sadar tangannya sudah mencekalku, "apa kau sakit? apa ada yang melukaimu?
saat itu juga aku melihat Zain berlari menghampiri mereka. orang yang baru saja melukai hatiku, membuka luka lama yang kau goreskan lebih dulu riko. tapi bodohnya aku masih mencintainya.
mata Zain menyimpan amarah ketika melihat Riko menggam pergelangan tanganku. Dia menarik Dewi kesisinya, karyawan melihat kami penuh tanda tanya kenapa ini? ada apa? gadis itu apanya bos kita? bukan kah dia karyawan baru itu?
"Dewi aku bisa jelasin, ini hanya salah paham sayang " Zain menarik Dewi kedalam pelukannya, lagi-lagi dia kalah akan cinta yang sudah menghanyutkannya.
" Zain lepaskan, orang melihat kita "
"kenapa kalau mereka melihat kau kan istriku"
"Tuan kau menyakitinya!" ucap riko
"apa urusanmu dia istriku" bentaknya
pernyataan Zain membuat karyawan yang hadir kaget, pasalnya beberapa dari mereka tahu jika dewi adalah kariawan baru ternyata dia adalah istri tuan Zain. muka kedua resepsionis itu berubah pasih mereka ingat betul sering memperlakukan gadis itu tidak baik.
didalam mobil Dewi hanya diam memandangi jejeran gedung sepanjang jalan, fikiran dan hatiknya saling berperang perasaan itu berubah menjadi prasangka-prasangka buruk dan ketkutan tidak pasti.
***
"Dewi.. "
"Mami" Dewi langsung, menghampiri prima dan memeluknya "Mami dari tadi?". gadis itu berusaha mengendalikan sakitnya bagaimana pun ini masalah dia dan Zain
" baru saja sayang ! kamu pasti belum makan siang.. ?
"belum mi, itu apa?"
"ini mami bawa rendang sama soto"
"Mami ada disini?" Tanya Zain saat dia juga sudah ada di meja makan
"Iya. kamu sendiri kenapa disini? Kamu tidak kerja?"
"aku mau makan mi jadi pulang" Zain melirik Dewi yang lebih fokus dengan makanan di depannya.
"Ayo sini mami bawa banyak makanan" berselang beberapa menit Alea juga masuk kerumah Zain,
"Al kau juga disini?" Sambut Prima
"iya aku disini!"
"kalau begitu Ayo kita makan bersama"
__ADS_1
hening hanya denting sendok tersengar zain melirik istrinya yng sedang duduk menikmati makanannya. dengan jail zain menurunkan tangnnya. dia meraba paha istrinya sontak membuat dewi menatap tajam padanya.
"Mami aku kekamar dulu ya," ucapnya tampa memperdulikan Zain lagi kaki kecilnya menapaki anak tangga.. tanpa pamit zain mengikutinya
"Kamu didalam sayang?"
"hemmm"
beberapa menit dewi keluar masih dengan pakaiannya tadi. zain menghampirinya terlihat gadis itu memegang perutnya.
"kau baik-baik saja kan?"
"hemm.."
"kenapa jawabnya 'hemm' saja?"
"lalu?"
zain diam menatap istrinya ada sakit dihati karena dia air mata itu lagi-lagi keluar
"maafkn aku"
"kenaapa?"
"soal tadi, itu hanya salah paham"
"salah paham apa maksudmu? aku melihat kalian saling berciuman ! aku salah karena berharap kamu mencintaiku, aku sadar kita hanya ketidak sengajaan yang Tuhan peremukan dan aku dengan bodohnya jatuh cinta sangat dalam padamu, hari ini cintamu datang aku bisa apa? hanya bia mele..."
zain mengecup bibir istrinya agar gadis itu diam, menyakitkan jika gadisnya menangis seprti ini. cukup lama zain ******* bibir itu yang tidak dibalas oleh istrinya.
"jangan bicara seperti itu lagi, kau bodoh jika berfikir seperti itu" kening mereka saling menyatu. "jangan mengucapkan kata seperti itu lagi"
mencintaiku? dia mengatakan mencintaiku? aku berusaha mencari kebohong di matanya. tidak. tidak ada semua terlihat tulus dia mencintaiku
"aku mencintaimu sangat mencintaimu" zain mebelai pipi mulus istrinya dengan lembut "kau terlalu bodoh selama ini apa tidak cukup perlakuanku membuktikan jika aku mencintaimu? apa cinta harus di katakan? aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya aku hanya ingin membuktikannya".
aku bahagia sangat bahagia ternyata dia mencintaiku, aku ingin meloncat
setinggi-tingginya. ku peluk erat tubuh kekarnya menangis sejadi-jadinya
" kenapa kau menangis lagi? apa aku ada salah? "
" Ada..!"
"apa lagi salahku?"
"tadi kau membiarkan wanita lain menciummu ! kamu jahat" dewi memukul kuat dada suaminya
"aw... sakit sayang , lagi pula dia yang menciumku bukan aku "
"itu sama saja kau seprtinya sangat menikmatinya."
" ahh mana ada? sayang tidak ada bibir semanis punya mu" zain memajukan kepanya niat ingin mendartkan satu ciuman di bibir itu
Cup... dewi lebih dulu menciumnya membuat zain membatu.
"tumben?"
__ADS_1
"ya untuk mencuci bibir itu" zain mengerutkan keningnya meminta penjelasan lebih " tadi kotor habis dicium perempuan lain "
"kau mulai nakal..."
zain menangkup tubuh istrinya mendaratkan ciuman lama kelamaan menjadi ******* yang saling menuntut, bibir zqin berpindah ke leher istrinya sedikit menggigit hingga meninggalkan bekas disana, tangan itu sudah menggerai kesana kemari, nafasnya kian memburu baru saja zain memasukka tangannya kedalam Dres milik istrinya, dia menahan tangan zain
"kenapa?" sedikit ada kecewa di hatinya. ketika dia ditolak
"By aku datang bulan!"
"ahhhh.. itu artinya kau tidak hamil kan?"
"sabar.. baru kemarin aku lepas KB By"
"oh...iya! aku sudah bicara dengan primus minggu depan kita bertemu dokter speaialis kandungan, kamu ikut program kehamilan " zain memeluk tubuh istriny dengan penuh kasih
"hemmm... kau tidak kembali kekantor lagi by?"
"tidak.. aku kerja dirumah sayang, Aku akan menyuruh Aiden membawa semua berkas penting yang mau aku tandatangani. sepertinya aku lembur lagi, ini karena kamu"
"kenapa jadi aku sih?"
"karena kamu marah tadi"
"karan siapa aku marah? karena kamu kan!"
"oke.. oke.. Nyonya Abraham aku yang salah hem.." zain menenggelamka kepalanya didada istrinya tempat paling nyaman menurutnya
"sayang.."
"hemm..."
"kenapa ini lebih besar dari sebelumnya?"
"ih masih nanya lagi" ucap dewi kesal, "karena apa lagi kalau bukan karena kamu". Zain hanya tertawa melihat istrinya kesal
" aku mencintaimu "
" aku juga sangat mencintaimu jangan kecewakan aku by"
"tentu sayang.. aku akan menjadikan mu wanita paling bahagia didunia ini"
dewi hanya tersenyum mendengar ucapan zain
"sayang aku mau tidur sebentar nanti bangunkan aku ya" dewi hanya mengangguk dia mengelus lembut kepala suaminya hingga dia merasakan nafasnya berhembus dengan tetatur dia sudah tertidur.
*
*
*
Bersambung....
***aku mau berterima kasih ke kalian yang sudah mampir di karya aku.. maaf kalau banyak kekurangan.. semoga saran kalian bisa membuat aku lebih baikbkedepannya*
*PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU YA BERAPAPUN ITU AKU BERTERIMAKASIH🥰*
__ADS_1
satu lagi jejak 👍 ❤**